Sukses

12 Fakta Mencengangkan tentang Urbanisasi di Benua Asia

Liputan6.com, Jakarta - Selama dua dekade terakhir, Bank Dunia telah beberapa kali merujuk Asia sebagai benua dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di seantero jagat.

Hal tersebut turut diamini oleh Bank Pembangunan Asia, yang menyebut angka laju kenaikan populasi di seluruh Asia mencapai rata-rata 24 persen setiap tahunnya.

Dikutip dari Adb.org pada Minggu (27/5/2018), peningkatan populasi penduduk di Asia juga diikuti oleh laju urbanisasi yang kian tidak terkendali.

Hal ini utamanya terjadi di negara-negara berkembang, yang disebut masih mengandalkan magnet perekonomian terpusat di kawasan perkotaan.

Asia tengah bergerak ke era urbanisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana perubahannya, di waktu bersamaan, membawa kemakmuran dan masalah.

Berikut adalah 12 fakta mencengangkan tentang fenonema urbanisasi yang terjadi di benua Asia.

 

Simak video pilihan berikut ini: 

 

 

1 dari 5 halaman

Kota Semakin Tumbuh Besar

1. Pertumbuhan menduduk meningkat pesat di banyak kota di benua Asia. Diperkirakan sebanyak 1,1 miliar orang akan bermukim di kawasan perkotaan dalam 20 tahun mendatang.

2. Menurut hasili penelitian yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Asia pada 2011, kalkulasi laju pertumbuhan penduduk dalam sepuluh tahun sebelumnya, mendorong munculnya perkiraan sebanyak 55 persen populasi Asia tinggal di perkotaan.

3. Di banyak tempat, kota-kota akan bergabung bersama untuk menciptakan kawasan pemukiman dalam skala masif. Konfigurasi baru ini akan mengambil bentuk mega-daerah, yang terdiri dari koridor sub-urban dan kawasan kota.

Sebagai contoh, saat ini, kawasan mega-daerah Tokyo Nagoya-Osaka-Kyoto-Kobe telah memiliki populasi lebih dari 60 juta jiwa. Contoh lainnya, wllayah kota Bangkok di Thailand akan diperluas lagi sejauh 200 kilometer dari pusatnya saat ini pada 2020.

 

2 dari 5 halaman

Berubahnya Definisi Kemakmuran Negara

4. Kemakmuran negara kian terkait erat dengan kemakmuran kota-kota mereka. Tidak ada negara yang pernah mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan atau perkembangan sosial yang cepat tanpa urbanisasi.

5. Strategi 2020 yang dicetus oleh Bank Pembangunan Asia menyatakan bahwa "kota yang layak huni" akan dipupuk melalui dukungan infrastruktur, dengan program yang berfokus pada pasokan air, sanitasi, pengelolaan limbah, dan transportasi perkotaan.

Selain itu, yang akan turut menjadi perhatian utama adalah program hunian perkotaan untuk pemangkasan daerah kumuh, pengembangan lahan, dan pembiayaan perumahan.

6. Perubahan iklim dapat mengancam ketersediaan air dan kualitas dari sumber air permukaan dan tanah. Di saat bersamaan, permintaan air untuk rumah tangga dan penggunaan industri diprediksi terus bertambah ketika suhu Bumi meningkat.

 

3 dari 5 halaman

Memberi Dampak Positif dan Negatif Secara Bersamaan

7. Pada periode tahun 2000 hingga 2010, benua Asia diketahui menunjukkan laju perubahan positif terbesar dalam upaya pengetasan pemukiman kumuh. Bukti utama hal ini dapat dilihat secara jelas pada China dan India, yang dilaporkan sama-sama berhasil mengangkat taraf kehidupan sekitar 125 juta orang.

Namun, jumlah absolut penghuni kawasan kumuh sebenarnya telah meningkat dari sekitar 777 juta menjadi 827 juta pada 2010 karena urbanisasi yang cepat.

8. Populasi kota Hanoi diperkirakan meningkat hingga delapan juta orang pada tahun 2025. Namun, kota terbesar di Vietnam ini dikenal sebagai wilayah urban yang sangat minim kendaraan umum.

Oleh sebab itu, otoritas setempat dilaporkan terus menggenjot pembangunan infrastruktur, untuk menjadikan setengah penduduk di sana menggunakan transportasi umum pada 2020 mendatang.

9. Di China, urbanisasi besar-besaran memicu perluasan wilayah pemukiman penduduk, yang mendorong meningkatnya mobilitas dengan kendaraan bermesin.

Ketika pendapatan per kapita telah meningkat, telah ada pergeseran berkelanjutan menuju penggunaan mobil untuk transportasi perkotaan. Jumlah kendaraan terdaftar di kota Beijing, misalnya, meningkat dari sekitar satu juta pada awal 1990-an menjadi hampir 61 juta pada tahun 2010.

 

4 dari 5 halaman

Ketimpangan Sosial yang Kian Melebar

10. Rencana Pengelolaan Air Limbah Gaobei Dian di Beijing adalah salah satu infrastruktur manajemen limbah terbesar di China, yang menangani sekitar 40 persen air kotor setiap harinya.

11. Terdapat ketimpangan pada distribusi kualitas kesehatan di daerah perkotaan. Keluarga dengan pendapatan rendah disebut paling berisiko membuat anak-anaknya kekurangan gizi, hingga berujung pada kematian dini.

Selain itu, populasi penduduk miskin juga memiliki akses yang lebih sedikit ke layanan kesehatan, seperti jaminan keselamatan saat melahirkan, biaya berobat, dan saluran air bersih.

12. Kota-kota menawarkan orang-orang muda dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, peluang yang lebih besar untuk berintegrasi ke dalam kehidupan perkotaan daripada mereka yang kurang berpendidikan.

Artikel Selanjutnya
5 Makanan Termahal di Asia Tenggara, 2 di Antaranya dari Indonesia