Sukses

Meski Dikritik, Prancis Bersikeras Tingkatkan Jumlah Populasi Serigala

Liputan6.com, Paris - Sementara para petani merasa resah, pemerintah Prancis tetap meneruskan kebijakan untuk menaikkan populasi serigala di hutan-hutan lindung.

Dilansir dari laman BBC pada Selasa (20/2/2018), kebijakan terkait diharapkan mampu menaikkan jumlah populasi serigala sebanyak 40 persen, yakni dari 360 ekor saat ini, menjadi 500 ekor pada 2023 mendatang.

Kebijakan itu mendapat kritik keras dari banyak petani Prancis karena dikhawatirkan akan mengancam stabilitas keamanan lahan pertanian.

Setelah populasinya sempat menurun drastis pada dekade 1930-an akibat perburuan, serigala mulai kembali memasuki kawasan Prancis dari Italia pada 1990-an.

Menurut kesepakatan Konvensi Bern, serigala adalah salah satu hewan yang dilindungi di Eropa karena populasinya yang rentan menyusut.

Meskipun begitu, beberapa kelompok pemerhati lingkungan mendesak kebijakan yang lebih tegas lagi, dan menuding aturan terkini belum benar-benar berpihak pada kelestarian alam.

Menyikapi keberatan yang disampaikan oleh para petani, pemerintah Prancis memberi kelonggaran pada praktik perburuan, di mana membatasi jumlah serigala yang diburu tidak lebih dari 40 ekor per tahun.

Namun, apabila laporan dan bukti serangan serigala meningkat pada lahan-lahan pertanian, maka perburuan diizinkan antara 10 hingga 12 persen mulai 2019 mendatang.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Serigala Kembali Pulang Ke Eropa Barat

Sementara itu di sepanjang 2017 lalu, sebanyak hampir 12.000 ekor domba mati oleh serangan serigala di Prancis. Hal itu menyebabkan tekanan keras kepada pemerintah untuk mengontrol populasi serigala, khususnya di kawasan Pegunungan Alpen dan Pegunungan Pyrenee.

"Kami telah mempercayakan kepada para pemangku jabatan dan penentu kebijakan di daerah untuk menenangkan debat publik melalui aturan terbaru ini, di mana dirancang untuk kelestarian alam dalam jangka panjang," ujar Menteri Pertanian Stephane Travert dan Menteri Lingkungan Nicolas Hulot dalam sebuah pernyataan gabungan.

Kebijakan terbaru ini juga memberi kesempatan pada para pemilik lahan pertanian untuk mengajukan dana perlindungan. Dana ini dirancang selayaknya asuransi, namun khusus untuk menyasar ganti rugi pada hewan ternak yang dimangsa oleh serigala.

Prancis bukan satu-satunya negara di Eropa Barat yang menyaksikan kembalinya populasi serigala.

Bulan lalu, masyarakat di kawasan Flanders di utara Belgia menyaksikan hal serupa untuk pertama kalinya dalam satu abad terakhir.

Di Jerman, diperkirakan sebanyak 60 ekor serigala hidup di hutan-hutan perbatasan di bagian selatan. Jumlah itu meningkat sebanyak 15 persen dari total populasi setahun sebelumnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.