Sukses

Video Bola Api Raksasa Akibat Serangan Roket di Pabrik

Liputan6.com, Sderot - Serangan roket dari perbatasan Gaza ke Kota Sderot, Israel memicu bola api raksasa yang membumbung cukup tinggi ke atas. Fenomena tersebut menjadi pusat perhatian warga sekitar.

Seperti dimuat News.com.au, Minggu (29/6/2014), roket menghujam tepat di sebuah pabrik Kota Sderot, Israel Selatan pada malam hari. Pabrik pun terbakar dan apinya membentuk bola besar.

Juru bicara aparat setempat mengatakan, ada 4 orang di dalam pabrik saat roket datang menyerang. Tapi mereka semua selamat setelah berhasil melarikan diri. "Namun apinya sangat dahsyat dan kami kemudian memeriksa kembali apakah masih ada orang di dalam," ujarnya.

Sementara menurut laporan Channel 10, ada 1 orang yang terluka akibat insiden di pabrik cat tersebut. Korban tersebut kini dirawat di rumah sakit setempat.

Pihak militer Israel menjelaskan, selain roket yang menyerang pabrik, ketika itu ada 4 roket lainnya yang datang menghujam permukaan Sderot. Terhitung, sudah 23 roket menyerbu Israel dalam 2 pekan terakhir.

Pada Jumat 27 Juni lalu, 2 warga Palestina di Perbatasan Gaza tewas dalam serangan udara Israel. Mereka tewas usai terkena serangan bom di dekat pos pasukan keamanan Israel.

Hubungan Israel dengan Hamas -- salah satu faksi di Palestina -- semakin memanas sejak hilangnya 3 remaja Negeri Yahudi yang diduga diculik di Tepi Barat pada 12 Juni lalu. Israel menuding kelompok militan Palestina yang menjadi pelakunya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak masyarakat internasional menekan Presiden otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mengakhiri rekonsiliasinya dengan Hamas, dengan menyatakan penculikan yang dituduhkan itu sebagai bukti bahwa kegiatan "teroris" gerakan itu membuatnya tidak pantas menjadi mitra politik.

Lima warga Palestina tewas dalam operasi keamanan Israel untuk mencari para remaja yang diculik itu dan lebih dari 400 orang ditahan, sebagian besar adalah aggota Hamas. Pasukan juga menggeledah sekitar 2.100 rumah di Tepi Barat, kata seorang juru bicara militer. (Mut)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.