Desa Qana Terus Digempur

Meski sudah banyak memakan korban dari pihak sipil, Israel tetap tak mengendurkan agresi ke Desa Qana. Jenazah Siti Maemunah sudah bisa dikeluarkan dari Kota Bint Jbeil.

Diterbitkan 31 Juli 2006, 18:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Lebanon Selatan: Jumlah korban tewas warga sipil akibat serangan Israel ke Desa Qana, Lebanon bagian selatan diperkirakan terus bertambah. Sebab masih banyak korban yang belum bisa diangkat dari reruntuhan bangunan. Sejauh ini korban meninggal yang sudah ditemukan berjumlah 56 orang, 37 di antaranya anak-anak [baca: Israel Ingkar Janji].

Meski sudah banyak memakan korban dari pihak sipil, Israel tetap tak mengendurkan agresi ke Desa Qana. Bahkan mereka menambah kekuatan pasukan di perbatasan Lebanon bagian selatan yang diduga menjadi kandang Hizbullah. Perang cukup hebat sempat berkecamuk. Roket Hizbullah menghantam sebuah tank Israel. Serangan kemudian dibalas pasukan Israel dengan tembakan ke arah rumah warga.

Agresi Israel ke Lebanon memancing reaksi di berbagai dunia, termasuk di Australia. Di Kota Sydney, sekelompok orang tidak dikenal menyerang gedung Sinagoge Parramatta. Balok beton dan benda lain dilemparkan ke tempat sembahyang umat Yahudi itu.

Di lain pihak, jenazah Siti Maemunah binti Muchtar Bisri, tenaga kerja Indonesia yang juga menjadi korban akibat serangan Israel ke Lebanon, sudah bisa dikeluarkan dari Kota Bint Jbeil. Mayat warga Kampung Gentong Pasir, Lengensari, Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat itu diangkut dengan kendaraan militer menuju Beirut, ibu kota Lebanon [baca: Seorang TKI Tewas di Lebanon].

Kuasa Usaha Kedutaan Besar RI di Beirut, Anindita A. Kusuma mengatakan, pihaknya kini sedang mengusahakan pengiriman jenazah Siti ke Suriah sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta. Sementara mengenai warga Indonesia yang masih ada di Beirut, Anindita menjelaskan, semuanya sudah menyeberang ke Suriah.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)