PBB Diminta Menyelesaikan Boikot Hasil Pilpres

Hasil pilpres di Afghanistan diboikot 15 capres karena dianggap banyak kecurangan. PBB akan membentuk tim panel untuk menyelidiki keluhan 15 kandidat, seperti tinta penanda bagi pemilih yang mudah luntur.

Diterbitkan 12 Oktober 2004, 05:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kabul: Pemilihan presiden di Afghanistan berlangsung panas. Sebanyak 15 kandidat dari 18 calon presiden memboikot hasil pemilu yang diumumkan Sabtu, pekan silam. Alasannya, pelaksanaan pilpres dianggap banyak kecurangan. Badan Penyelanggara Pemilu Afghanistan (JEMB) angkat tangan untuk menyelesaikan permasalahan itu dan meminta bantuan Perserikatan Bangsa Bangsa, Senin (12/10).

PBB dikabarkan menerima permohonan bantuan yang dilayangkan JEMB. Dalam waktu dekat ini PBB bakal membentuk sebuah tim panel yang beranggotakan para pakar internasional. Mereka akan menyelidiki keluhan ke-15 capres yang memboikot, seperti tinta penanda bagi pemilih yang mudah luntur. Berbarengan dengan penyelidikan itu, tim akan membujuk kandidat untuk mengakhiri boikotnya.

Panasnya pilpres di Afghanistan memang telah berlangsung sejak kampanye. Ajang kampanye capres sempat diwarnai peledakan bom sehingga seorang warga tewas dan lima lainnya cedera, pekan silam. [baca: Kampanye Pemilu Afghanistan Diwarnai Bom]. Peristiwa itu terjadi saat rombongan calon wakil presiden Ahmad Zia Mas`ud melintas di sekitar Badakhsan, wilayah timur laut Afghanistan.(YAN/Idr)