Buku-Tabloid Memfitnah SBY Beredar di Palembang

Tabloid Fakta dan buku saku berjudul "Sepuluh Alasan Tidak Memilih SBY" berisi mengharamkan memilih SBY. Tiga oknum simpatisan Mega terlihat tengah membagikan selebaran itu di depan Kantor DPC PDIP.

Diterbitkan 18 September 2004, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Palembang: Dua hari menjelang pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua atau Sabtu (18/9), tabloid dan buku saku yang menjelek-jelekkan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono beredar di Palembang, Sumatra Selatan. Ada juga fotokopi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ditandatangani Ketua MUI Umar Shihab dan Sekretaris MUI Din Syamsuddin. Isinya menunjukkan seolah-olah MUI mengharamkan umat Islam memilih SBY.

Tabloid Fakta dan buku saku berjudul "Sepuluh Alasan Tidak Memilih SBY" disebut-sebut diterbitkan Komite Independen Pemantau Pemilu. Buku saku itu didapat tiga simpatisan SBY yang kebetulan lewat di depan Kantor DPC PDIP di Jalan Radial, Palembang. Saat itu, sejumlah simpatisan PDIP yang membagikan buku saku tersebut. Dalam kasus ini, KIPP sudah membantah perihal buku saku tersebut. Panitia Pengawas Pemilu setempat juga berjanji akan menangkap pelaku penyebaran kabar bohong ini.

Sementara di Jayapura, kantor pos setempat menerima ribuan kartu pos bergambar Megawati yang akan dikirimkan ke berbagai pelosok Provinsi Papua. Di selebaran kartu pos juga terdapat tulisan berbunyi "Ibu yang Membawa Kedamaian dan Keteguhan".

Tim sukses Megawati mengaku kartu pos itu diedarkan sejak Agustus silam. Sementara menurut Panwaslu setempat, peredaran kartu pos itu belum dapat dikategorikan sebagai pelanggaran.(AIS/Ajmal Rokian dan Ruba`i Kadir)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6