Liputan6.com, Jakarta Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14. Wilayah kekuasaannya begitu luas hingga mencakup sebagian besar Asia Tenggara, menjadikannya simbol kejayaan maritim dan budaya Indonesia kuno. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari para raja yang memimpin Majapahit sejak berdirinya hingga runtuhnya pada abad ke-16.
Setiap raja Majapahit meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sejarah, baik dari segi politik, militer, maupun budaya. Raja pertama, Raden Wijaya, dikenal sebagai pendiri yang berhasil membangun pondasi kerajaan setelah runtuhnya Singasari. Kemudian, nama besar seperti Hayam Wuruk dan dukungan Mahapatih Gajah Mada membawa Majapahit ke masa keemasan, sebelum akhirnya kerajaan ini mengalami kemunduran akibat konflik internal dan serangan dari luar. Menurut catatan sejarah dalam Nagara Kretagama dan penelitian arkeologi modern, daftar raja Majapahit merefleksikan naik turunnya peradaban yang pernah berjaya selama lebih dari dua abad.
Artikel ini akan menyajikan daftar lengkap raja-raja Majapahit dari awal berdirinya hingga masa keruntuhannya, beserta peran mereka dalam membentuk sejarah Nusantara, dikutip dari buku Sejarah Ringkas Kerajaan Majapahit: Sejarah Peradaban Luhur Nusantara karya Pratiwi Utami (2024).Â
Advertisement
Daftar Nama Raja Kerajaan Majapahit Lengkap dari Masa Awal hingga Keruntuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1206246/original/038490600_1460948986-Gajah_Mada_Statue.jpg)
Â
- Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) - 1293-1309 M Pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit yang berhasil mendirikan kekaisaran baru setelah runtuhnya Singasari. Menantu Raja Kertanegara ini memulai pemerintahannya dengan membangun fondasi kerajaan yang kuat melalui diplomasi dan strategi militer yang cerdik.
- Jayanegara (Kalagemet/Sri Jayanegara) - 1309-1328 M Putra Raden Wijaya dari permaisuri Gayatri yang menghadapi berbagai pemberontakan selama masa pemerintahannya. Dikenal dengan julukan "Kala Gemet", ia berhasil mempertahankan keutuhan kerajaan meski menghadapi tantangan internal yang berat.
- Tribhuwana Wijayatunggadewi (Sri Gitarja) - 1328-1350 M Ratu perempuan pertama Majapahit yang naik tahta setelah Jayanegara wafat tanpa meninggalkan pewaris laki-laki. Pada masa pemerintahannya, Gajah Mada diangkat sebagai mahapatih dan mengucapkan Sumpah Palapa yang legendaris.
- Hayam Wuruk (Sri Rajasanagara) - 1350-1389 M Raja paling terkenal yang membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan. Naik tahta pada usia 16 tahun dan berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga mencakup hampir seluruh nusantara dengan bantuan Patih Gajah Mada.
- Wikramawardhana - 1389-1429 M Menantu Hayam Wuruk yang menikahi Kusumawardhani, putri mahkota. Memerintah pada masa transisi setelah era keemasan dan menghadapi tantangan mempertahankan wilayah kekuasaan yang luas.
- Ratu Suhita (Dyah Ayu Kencana Wungu) - 1429-1447 M Maharani keenam yang sempat membangkitkan kembali kearifan lokal dan membangun berbagai tempat pemujaan di lereng-lereng gunung. Pemerintahannya ditandai dengan upaya revitalisasi budaya nusantara.
- Kertawijaya (Brawijaya I) - 1447-1451 M Adik bungsu Ratu Suhita yang mulai menggunakan nama Brawijaya sebagai penghormatan kepada pendiri kerajaan. Masa pemerintahannya relatif singkat namun menandai dimulainya era dinasti Brawijaya.
- Rajasawardhana (Brawijaya II) - 1451-1453 M Raja dengan masa pemerintahan paling singkat dalam sejarah Majapahit, hanya berkuasa selama dua tahun. Periode ini menunjukkan ketidakstabilan politik yang mulai menggerogoti kekuatan kerajaan.
- Purwawisesa (Girishawardhana/Brawijaya III) - 1456-1466 M Penguasa yang berusaha memulihkan kestabilan kerajaan setelah periode transisi yang bergejolak. Identik dengan Bhra Hyang Purwawisesa dalam kitab Pararaton.
- Bhre Pandansalas (Suraprabhawa/Brawijaya IV) - 1466-1468 M Raja dengan gelar lengkap Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta. Masa pemerintahannya singkat namun menandai periode penting dalam transisi kekuasaan.
- Bhre Kertabumi (Brawijaya V) - 1468-1478 M Putra bungsu Rajasawardhana yang diyakini sebagai ayah dari Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak. Masa pemerintahannya ditandai dengan munculnya ancaman Islam yang semakin menguat.
- Girindrawardhana (Brawijaya VI) - 1478-1489 M Menantu Brawijaya V yang berhasil merebut tahta melalui pemberontakan. Pemerintahannya menandai dimulainya periode akhir Majapahit dengan berbagai konflik internal yang melemahkan kerajaan.
- Patih Udara - 1489-1527 M Penguasa terakhir Majapahit yang menggulingkan Girindrawardhana. Masa pemerintahannya berakhir dengan serangan Kesultanan Demak yang memungkasi riwayat Majapahit sepenuhnya.
Advertisement
Sejarah Pembentukan Kerajaan Majapahit
Pembentukan Kerajaan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari keruntuhan Kerajaan Singasari pada tahun 1292 Masehi. Peristiwa ini bermula ketika Jayakatwang, penguasa Kediri, melancarkan pemberontakan yang berujung pada terbunuhnya Raja Kertanegara. Situasi kacau ini memaksa Raden Wijaya, menantu Kertanegara, untuk melarikan diri dan mencari strategi pembalasan dendam.
Dengan bantuan Arya Wiraraja dari Madura, Raden Wijaya menyusun rencana yang sangat cerdik. Ia menyamar sebagai pengikut setia Jayakatwang dan meminta izin untuk membuka lahan di daerah Tarik, tepi Sungai Brantas. Daerah yang kemudian berkembang menjadi Desa Majapahit ini menjadi basis kekuatan baru yang akan mengubah peta politik nusantara.
Kedatangan pasukan Mongol pada tahun 1292-1293 menjadi momentum yang tepat bagi Raden Wijaya untuk melaksanakan rencananya. Dengan memanfaatkan keinginan Mongol untuk membalas dendam atas penghinaan yang diterima utusan mereka dari Kertanegara, Raden Wijaya berhasil mengajak mereka berkoalisi melawan Jayakatwang. Setelah berhasil mengalahkan Kediri, ia kemudian berbalik menyerang pasukan Mongol dan memaksa mereka mundur dari Jawa.
Masa Kejayaan di Bawah Hayam Wuruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3574928/original/023189500_1631863170-Illustration_of_Hayam_Wuruk.jpg)
Periode paling gemilang dalam sejarah Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Kolaborasi antara raja muda yang visioner dengan patih yang berpengalaman ini menciptakan sinergi luar biasa yang membawa Majapahit mencapai puncak kekuasaannya.
Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi menjadi tonggak penting dalam sejarah ekspansi Majapahit. Tekad untuk menyatukan seluruh nusantara di bawah panji Majapahit ini kemudian diwujudkan melalui serangkaian kampanye militer yang terorganisir dengan baik.
Pada masa ini, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi hampir seluruh kepulauan nusantara, mulai dari Sumatera di barat hingga Papua di timur. Bahkan pengaruh Majapahit juga mencapai Semenanjung Malaya, Singapura, dan sebagian wilayah Filipina. Sistem pemerintahan yang efektif, diplomasi yang cerdas, dan kekuatan militer yang tangguh menjadi kunci keberhasilan ekspansi ini.
Advertisement
Sistem Pemerintahan dan Administrasi
Kerajaan Majapahit mengembangkan sistem pemerintahan yang kompleks dan terstruktur dengan baik. Struktur birokrasi yang hierarkis memungkinkan pengelolaan wilayah yang luas dengan efektif. Raja sebagai kepala negara dibantu oleh mahapatih yang berperan sebagai perdana menteri, serta berbagai pejabat tinggi lainnya.
Sistem administrasi Majapahit juga mencakup pembagian wilayah menjadi berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah-daerah terpencil. Setiap wilayah dipimpin oleh seorang bhre atau adipati yang bertanggung jawab langsung kepada raja. Sistem ini memungkinkan kontrol yang efektif terhadap wilayah yang sangat luas.
Aspek ekonomi juga diatur dengan sistem perpajakan yang terorganisir, mencakup pajak perdagangan, pajak tanah, dan berbagai jenis pajak lainnya. Sistem ini tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi kerajaan, tetapi juga mengatur aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Faktor-Faktor Kemunduran dan Keruntuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/917373/original/069984200_1435894989-candi_jabung.jpg)
Kemunduran Majapahit dimulai setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389 Masehi. Perang Paregreg yang terjadi antara tahun 1404-1406 menjadi titik balik yang menandai melemahnya kekuatan internal kerajaan. Konflik suksesi antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi ini tidak hanya menguras sumber daya kerajaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi daerah-daerah bawahan untuk melepaskan diri.
Munculnya kekuatan Islam di nusantara pada abad ke-15 menjadi tantangan baru yang semakin menggerogoti kekuatan Majapahit. Kesultanan-kesultanan seperti Demak, Cirebon, dan Banten mulai menantang hegemoni Majapahit dengan menawarkan alternatif politik dan agama yang berbeda.
Faktor ekonomi juga berperan dalam kemunduran Majapahit. Perubahan pola perdagangan internasional, kompetisi dengan pedagang Eropa, dan menurunnya kontrol terhadap jalur perdagangan maritim menyebabkan penurunan pendapatan kerajaan secara signifikan.
Advertisement
Warisan dan Peninggalan Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4167331/original/048693600_1663830360-IMG-20220922-WA0081.jpg)
Meskipun telah runtuh berabad-abad yang lalu, Kerajaan Majapahit meninggalkan warisan budaya yang sangat kaya dan berpengaruh hingga saat ini. Karya sastra seperti Kitab Negarakertagama dan Pararaton menjadi sumber sejarah yang sangat berharga untuk memahami peradaban masa lalu.
Peninggalan arsitektur berupa candi-candi, gapura, dan reruntuhan istana di kawasan Trowulan menunjukkan tingginya tingkat peradaban yang dicapai Majapahit. Candi Penataran, Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu, dan Gapura Wringin Lawang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu yang masih dapat disaksikan hingga kini.
Tradisi seni dan budaya Majapahit juga terus hidup dalam berbagai bentuk, mulai dari seni tari, musik gamelan, wayang kulit, hingga berbagai upacara adat yang masih dipraktikkan masyarakat Jawa. Konsep Bhinneka Tunggal Ika yang berasal dari masa Majapahit bahkan menjadi semboyan negara Indonesia modern.
Pengaruh Majapahit terhadap Asia Tenggara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1482628/original/006384200_1485318276-Lokasi_kerajaan_Majapahit__Gunawan_Kartapranata_.jpg)
Kerajaan Majapahit tidak hanya berpengaruh di wilayah nusantara, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan peradaban Asia Tenggara secara keseluruhan. Jaringan perdagangan yang dikembangkan Majapahit menghubungkan berbagai wilayah di kawasan ini dan menciptakan pertukaran budaya yang intensif.
Sistem politik dan pemerintahan Majapahit menjadi model bagi kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara. Konsep mandala yang dikembangkan Majapahit, di mana pusat kekuasaan dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran kekuasaan yang semakin mengecil, diadopsi oleh berbagai kerajaan di kawasan ini.
Penyebaran agama Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan diplomasi Majapahit juga memberikan pengaruh yang mendalam terhadap perkembangan spiritual dan budaya masyarakat Asia Tenggara. Banyak tradisi dan ritual yang berasal dari masa Majapahit masih dapat ditemukan di berbagai negara di kawasan ini.
Advertisement
People Also Ask
1. Siapa pendiri Kerajaan Majapahit?
Pendiri Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya, menantu dari Raja Kertanegara Singhasari. Ia berhasil mendirikan kerajaan pada tahun 1293 setelah mengalahkan pasukan Mongol yang datang ke Jawa.
2. Siapa raja Majapahit yang paling terkenal?
Raja Majapahit yang paling terkenal adalah Hayam Wuruk (1350–1389). Pada masa pemerintahannya, Majapahit mencapai puncak kejayaan dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, didukung oleh patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya.
3. Siapa raja terakhir Majapahit sebelum runtuh?
Raja terakhir Majapahit adalah Bhre Kertabumi (dikenal juga sebagai Brawijaya V). Setelah wafat pada tahun 1478, Majapahit mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh dan digantikan oleh kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.
4. Berapa jumlah raja yang pernah memerintah Majapahit?
Secara garis besar terdapat sekitar 12–14 raja yang memerintah Majapahit dari awal berdiri hingga keruntuhannya. Daftar ini dimulai dari Raden Wijaya hingga Brawijaya V.
5. Apa penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit?
Keruntuhan Majapahit disebabkan oleh konflik internal perebutan takhta, melemahnya ekonomi, berkurangnya loyalitas daerah bawahan, serta semakin kuatnya pengaruh kerajaan Islam di Jawa, khususnya Demak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4815324/original/025359600_1714285550-Screenshot_2024-04-28_132417.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)