Liputan6.com, Jakarta Indonesia menyimpan warisan budaya yang kaya, salah satunya melalui keberadaan candi-candi bersejarah yang tersebar di berbagai daerah. Bangunan megah dari batu ini tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan peradaban, tetapi juga menyimpan kisah spiritual, politik, dan seni arsitektur yang tinggi. Dari Jawa hingga Sumatra, setiap candi memiliki karakter dan keunikannya sendiri, merefleksikan kejayaan kerajaan masa lampau.
Dikutip dari buku Arsitektur Kuno Kerajaan-kerajaan di Jawa Timur karya Adjeng Hidayat Tsabit (2023), pembangunan candi pada awalnya direncanakan terlebih dahulu oleh seorang pengurus kerajaan yang disebut Yajamana. Ia kemudian menghubungi pendeta yang ilmunya telah tinggi (stahapaka) memintanya untuk mengumpulkan pendeta lain dan para seniman untuk membuat candi. Sering kali pula pembangunan candi diprakarsai oleh seorang raja.
Candi-candi tersebut dibangun dengan teknik yang mengagumkan, menggunakan bahan dan pola konstruksi yang mampu bertahan ratusan bahkan ribuan tahun. Beberapa di antaranya menjadi pusat kegiatan keagamaan, sementara yang lain berfungsi sebagai monumen peringatan. Keindahan relief, ukiran, dan struktur bangunannya membuat banyak peneliti, arkeolog, hingga wisatawan terpesona, sekaligus memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa itu.
Advertisement
Artikel ini akan mengulas daftar nama candi bersejarah di Indonesia, lengkap dengan lokasinya serta nilai sejarah yang dikandungnya. Dengan memahami dan mengenal lebih dekat bangunan-bangunan ini, diharapkan generasi masa kini dapat semakin menghargai dan menjaga peninggalan berharga yang menjadi bagian dari identitas bangsa.Â
Daftar Lengkap Nama Nama Candi Bersejarah di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5105398/original/024789200_1737534887-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_15.17.27_a31ede1a.jpg)
Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya yang luar biasa dalam bentuk bangunan-bangunan candi yang tersebar di berbagai pulau. Struktur-struktur megah ini menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha yang pernah berkembang pesat di Nusantara. Dari ujung barat Sumatera hingga timur Jawa, ratusan candi berdiri kokoh menceritakan kisah masa lampau yang penuh makna spiritual dan arsitektur yang memukau.
Keberadaan candi-candi ini tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya bangsa. Setiap bangunan memiliki karakteristik unik yang mencerminkan periode pembangunan, kepercayaan, dan teknologi konstruksi pada masanya. Berikut adalah daftar komprehensif nama-nama candi yang tersebar di seluruh Indonesia:
- Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah
- Candi Prambanan - Yogyakarta
- Candi Mendut - Magelang, Jawa Tengah
- Candi Pawon - Magelang, Jawa Tengah
- Candi Ratu Boko - Yogyakarta
- Candi Banyunibo - Yogyakarta
- Candi Kalasan - Sleman, Yogyakarta
- Candi Muaro Jambi - Jambi
- Candi Dieng (Kompleks Arjuna) - Wonosobo, Jawa Tengah
- Candi Gedong Songo - Semarang, Jawa Tengah
- Candi Muara Takus - Riau
- Candi Jago - Malang, Jawa Timur
- Candi Brahu - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah
- Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah
- Candi Penataran - Blitar, Jawa Timur
- Candi Ijo - Yogyakarta
- Candi Badut - Malang, Jawa Timur
- Candi Kidal - Malang, Jawa Timur
- Candi Singosari - Malang, Jawa Timur
- Candi Sanggariti - Batu, Malang
- Stupa Sumberawan - Malang, Jawa Timur
- Candi Rambut Monte - Malang, Jawa Timur
- Candi Selaketir - Malang, Jawa Timur
- Candi Madrin - Malang, Jawa Timur
- Candi Kembang - Malang, Jawa Timur
- Candi Lepek - Malang, Jawa Timur
- Candi Laras - Malang, Jawa Timur
- Candi Surowono - Kediri, Jawa Timur
- Candi Tegowangi - Kediri, Jawa Timur
- Candi Dorok - Kediri, Jawa Timur
- Candi Lor - Nganjuk, Jawa Timur
- Candi Ngetos - Nganjuk, Jawa Timur
- Candi Rimbi - Jombang, Jawa Timur
- Candi Jawi - Pasuruan, Jawa Timur
- Candi Kebo Ireng - Pasuruan, Jawa Timur
- Candi Gunung Gansir - Pasuruan, Jawa Timur
- Candi Bangkal - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Klinterejo - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Menak Jingga - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Gentong - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Kedaton - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Kama I - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Kama II - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Gajah Mungkur - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Wayang - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Kendatisada - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Pasetran - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Lemari - Mojokerto, Jawa Timur
- Candi Bacem - Blitar, Jawa Timur
- Candi Boro - Blitar, Jawa Timur
- Candi Kalicilik - Blitar, Jawa Timur
- Candi Kotes - Blitar, Jawa Timur
- Candi Wringin Branjang - Blitar, Jawa Timur
- Candi Sawentar - Blitar, Jawa Timur
- Candi Sumbernanas - Blitar, Jawa Timur
- Candi Sumberjati - Blitar, Jawa Timur
- Candi Gambar Wetan - Blitar, Jawa Timur
- Candi Pumbangan - Blitar, Jawa Timur
- Candi Tepas - Blitar, Jawa Timur
- Candi Jabung - Probolinggo, Jawa Timur
- Candi Gayatri - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Dadi - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Meja - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Cungkup - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Selomangteng - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Penampihan - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Mirigambar - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Kanigoro - Tulungagung, Jawa Timur
- Candi Brongkah - Trenggalek, Jawa Timur
- Candi Sadon - Magetan, Jawa Timur
- Candi Pari - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Sumur - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Pamotan I - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Pamotan II - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Darmo - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Tawangalun - Sidoarjo, Jawa Timur
- Candi Medalem - Sidoarjo, Jawa Timur
- Situs Arca Gupolo - Sleman, Yogyakarta
- Candi Barong - Yogyakarta
Advertisement
Pengertian dan Definisi Candi
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, candi merupakan konstruksi kuno yang dibangun menggunakan material batu sebagai lokasi pemujaan, penyimpanan abu jenazah penguasa dan rohaniwan Hindu maupun Buddha pada era lampau. Terminologi "candi" berasal dari bahasa Kawi, yakni kata "cinandi" yang mengandung makna "dikuburkan".
Struktur-struktur ini berfungsi sebagai manifestasi fisik dari kepercayaan spiritual masyarakat masa lalu. Lebih dari sekadar bangunan, candi merepresentasikan konsep kosmologi dan filosofi keagamaan yang mendalam. Setiap elemen arsitektur memiliki simbolisme khusus yang menggambarkan perjalanan spiritual dari dunia material menuju pencerahan.
Sejarah Pembangunan Candi di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2875396/original/076586400_1565164733-iStock-947952532.jpg)
Konstruksi candi pertama kali dimulai pada abad ke-7 hingga awal abad ke-8 oleh Kerajaan Kalingga yang bercorak Hindu. Periode ini menandai awal era kejayaan arsitektur sakral di Nusantara yang berlangsung selama berabad-abad.
Perkembangan percandian mencapai puncaknya pada masa Dinasti Sailendra dan Dinasti Sanjaya di Jawa Tengah. Kedua dinasti ini berlomba membangun struktur-struktur megah yang mencerminkan kekuatan politik dan spiritual mereka. Era selanjutnya, tradisi pembangunan candi berlanjut hingga masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur pada abad ke-15.
Advertisement
Perbedaan Karakteristik Candi Hindu dan Buddha
Candi Hindu umumnya memiliki struktur yang lebih sederhana namun memberikan kesan ramping dan berwibawa. Bentuk bangunannya cenderung vertikal dengan ornamen yang tidak terlalu rumit. Fungsi utamanya adalah sebagai makam, khususnya untuk para raja dan bangsawan.
Sebaliknya, candi Buddha menampilkan kemegahan yang lebih masif dan mewah dengan patung serta dekorasi yang elaborate. Bentuk bangunannya cenderung horizontal, lebih lebar namun tidak terlalu tinggi. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan dan meditasi kepada Buddha.
Lokasi Persebaran Candi di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1805398/original/084757400_1513593331-Wisata-Candi-Gedong-Songo3.jpg)
Konsentrasi terbesar candi-candi bersejarah terdapat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah ini menjadi pusat peradaban Hindu-Buddha dengan ratusan struktur yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.
Di luar Jawa, Sumatera juga memiliki sejumlah kompleks candi penting seperti Muaro Jambi dan Muara Takus. Persebaran ini menunjukkan luasnya pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di seluruh Nusantara pada masa lampau.
Advertisement
Fungsi dan Kegunaan Candi Pada Masa Lampau
Candi-candi Hindu umumnya berfungsi sebagai tempat pendarmaan atau pemakaman raja-raja yang telah mangkat. Konsep ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa raja merupakan titisan dewa yang harus dimuliakan bahkan setelah kematian.
Sementara itu, candi-candi Buddha lebih difokuskan sebagai tempat ibadah dan meditasi. Struktur-struktur ini dirancang untuk memfasilitasi perjalanan spiritual umat menuju pencerahan, dengan setiap tingkatan bangunan melambangkan tahapan spiritual yang berbeda.
Arsitektur dan Seni Pahat Candi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384299/original/022354000_1539664361-1.jpg)
Keahlian arsitektur dan seni pahat pada candi-candi Indonesia mencapai tingkat yang sangat tinggi. Relief-relief yang menghiasi dinding candi menggambarkan berbagai cerita epik seperti Ramayana, Mahabharata, dan Jataka.
Teknik konstruksi yang digunakan menunjukkan pemahaman mendalam tentang engineering dan estetika. Sistem sambungan batu tanpa menggunakan perekat modern membuktikan kecanggihan teknologi konstruksi pada masa itu.
Advertisement
Upaya Pelestarian dan Konservasi
Pelestarian candi-candi bersejarah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai upaya konservasi telah dilakukan untuk mempertahankan keutuhan struktur-struktur kuno ini dari kerusakan akibat cuaca dan aktivitas manusia.
Program restorasi dan pemeliharaan rutin dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya untuk memastikan warisan budaya ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Teknologi modern seperti 3D scanning dan digital documentation juga digunakan untuk mendokumentasikan kondisi candi secara detail.
Nilai Wisata dan Edukasi Candi
Candi-candi di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata tetapi juga sebagai media edukasi sejarah dan budaya. Pengunjung dapat mempelajari peradaban masa lalu melalui observasi langsung terhadap arsitektur, relief, dan arca yang terdapat di setiap candi.
Program-program edukasi seperti guided tour, workshop, dan cultural performance secara rutin diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai historis dan budaya candi. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa saja candi tertua di Indonesia?
Beberapa candi tertua di Indonesia antara lain Candi Dieng di Jawa Tengah yang berasal dari abad ke-7 dan Candi Batujaya di Karawang yang diperkirakan dibangun pada abad ke-5 hingga ke-7. Candi-candi ini menjadi bukti awal peradaban Hindu-Buddha di Nusantara.
2. Mengapa banyak candi di Indonesia berada di Pulau Jawa?
Pulau Jawa menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan kerajaan-kerajaan besar pada masa lalu seperti Mataram Kuno dan Majapahit. Letaknya yang strategis, tanah subur, dan akses perdagangan yang baik membuat banyak candi dibangun di wilayah ini sebagai pusat ibadah dan kebudayaan.
3. Apa perbedaan candi Hindu dan candi Buddha di Indonesia?
Candi Hindu biasanya memiliki struktur bertingkat dengan puncak menyerupai gunung, melambangkan Gunung Meru, dan banyak relief kisah epos seperti Ramayana atau Mahabharata. Candi Buddha cenderung memiliki stupa dan relief kisah kehidupan Buddha atau ajaran moral.
4. Candi mana yang termasuk situs warisan dunia UNESCO?
Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah dua kompleks candi terkenal di Indonesia yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Keduanya tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi tetapi juga keindahan arsitektur yang diakui dunia.
5. Apakah semua candi di Indonesia terbuat dari batu andesit?
Tidak semua. Sebagian besar candi di Jawa Tengah memang terbuat dari batu andesit karena tahan cuaca, namun ada juga yang terbuat dari bata merah seperti Candi Jabung di Probolinggo atau Candi Tikus di Trowulan yang berasal dari era Majapahit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4048400/original/009016000_1654828976-eugenia-clara-_QTeGT478_8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7435050/original/001757600_1780211546-Bakso_Tetelan_Mbah_Darmo_-_Ariyanz_Channel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796201/original/061225500_1712378410-WhatsApp_Image_2024-04-06_at_09.16.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499144/original/053298600_1770777661-micheile-henderson-PpZasS086os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1635463/original/067897900_1498712467-Obama-Kunjungi-Candi-Prambanan-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505903/original/024390400_1771399992-WhatsApp_Image_2026-02-18_at_12.47.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485805/original/056931600_1769561293-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_07.02.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458549/original/088892300_1767082807-candi_prambanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463493/original/095737000_1767618881-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_12.50.50.jpeg)