Merekam Jejak Sejarah Nusantara, Ini Daftar Nama Candi Bersejarah di Indonesia

Temukan koleksi lengkap nama nama candi bersejarah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Panduan wisata budaya terlengkap!

Diperbarui 13 Agustus 2025, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia menyimpan warisan budaya yang kaya, salah satunya melalui keberadaan candi-candi bersejarah yang tersebar di berbagai daerah. Bangunan megah dari batu ini tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan peradaban, tetapi juga menyimpan kisah spiritual, politik, dan seni arsitektur yang tinggi. Dari Jawa hingga Sumatra, setiap candi memiliki karakter dan keunikannya sendiri, merefleksikan kejayaan kerajaan masa lampau.

Dikutip dari buku Arsitektur Kuno Kerajaan-kerajaan di Jawa Timur karya Adjeng Hidayat Tsabit (2023), pembangunan candi pada awalnya direncanakan terlebih dahulu oleh seorang pengurus kerajaan yang disebut Yajamana. Ia kemudian menghubungi pendeta yang ilmunya telah tinggi (stahapaka) memintanya untuk mengumpulkan pendeta lain dan para seniman untuk membuat candi. Sering kali pula pembangunan candi diprakarsai oleh seorang raja.

Candi-candi tersebut dibangun dengan teknik yang mengagumkan, menggunakan bahan dan pola konstruksi yang mampu bertahan ratusan bahkan ribuan tahun. Beberapa di antaranya menjadi pusat kegiatan keagamaan, sementara yang lain berfungsi sebagai monumen peringatan. Keindahan relief, ukiran, dan struktur bangunannya membuat banyak peneliti, arkeolog, hingga wisatawan terpesona, sekaligus memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa itu.

Artikel ini akan mengulas daftar nama candi bersejarah di Indonesia, lengkap dengan lokasinya serta nilai sejarah yang dikandungnya. Dengan memahami dan mengenal lebih dekat bangunan-bangunan ini, diharapkan generasi masa kini dapat semakin menghargai dan menjaga peninggalan berharga yang menjadi bagian dari identitas bangsa. 

Daftar Lengkap Nama Nama Candi Bersejarah di Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya yang luar biasa dalam bentuk bangunan-bangunan candi yang tersebar di berbagai pulau. Struktur-struktur megah ini menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha yang pernah berkembang pesat di Nusantara. Dari ujung barat Sumatera hingga timur Jawa, ratusan candi berdiri kokoh menceritakan kisah masa lampau yang penuh makna spiritual dan arsitektur yang memukau.

Keberadaan candi-candi ini tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya bangsa. Setiap bangunan memiliki karakteristik unik yang mencerminkan periode pembangunan, kepercayaan, dan teknologi konstruksi pada masanya. Berikut adalah daftar komprehensif nama-nama candi yang tersebar di seluruh Indonesia:

  1. Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah
  2. Candi Prambanan - Yogyakarta
  3. Candi Mendut - Magelang, Jawa Tengah
  4. Candi Pawon - Magelang, Jawa Tengah
  5. Candi Ratu Boko - Yogyakarta
  6. Candi Banyunibo - Yogyakarta
  7. Candi Kalasan - Sleman, Yogyakarta
  8. Candi Muaro Jambi - Jambi
  9. Candi Dieng (Kompleks Arjuna) - Wonosobo, Jawa Tengah
  10. Candi Gedong Songo - Semarang, Jawa Tengah
  11. Candi Muara Takus - Riau
  12. Candi Jago - Malang, Jawa Timur
  13. Candi Brahu - Mojokerto, Jawa Timur
  14. Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah
  15. Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah
  16. Candi Penataran - Blitar, Jawa Timur
  17. Candi Ijo - Yogyakarta
  18. Candi Badut - Malang, Jawa Timur
  19. Candi Kidal - Malang, Jawa Timur
  20. Candi Singosari - Malang, Jawa Timur
  21. Candi Sanggariti - Batu, Malang
  22. Stupa Sumberawan - Malang, Jawa Timur
  23. Candi Rambut Monte - Malang, Jawa Timur
  24. Candi Selaketir - Malang, Jawa Timur
  25. Candi Madrin - Malang, Jawa Timur
  26. Candi Kembang - Malang, Jawa Timur
  27. Candi Lepek - Malang, Jawa Timur
  28. Candi Laras - Malang, Jawa Timur
  29. Candi Surowono - Kediri, Jawa Timur
  30. Candi Tegowangi - Kediri, Jawa Timur
  31. Candi Dorok - Kediri, Jawa Timur
  32. Candi Lor - Nganjuk, Jawa Timur
  33. Candi Ngetos - Nganjuk, Jawa Timur
  34. Candi Rimbi - Jombang, Jawa Timur
  35. Candi Jawi - Pasuruan, Jawa Timur
  36. Candi Kebo Ireng - Pasuruan, Jawa Timur
  37. Candi Gunung Gansir - Pasuruan, Jawa Timur
  38. Candi Bangkal - Mojokerto, Jawa Timur
  39. Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur
  40. Candi Klinterejo - Mojokerto, Jawa Timur
  41. Candi Menak Jingga - Mojokerto, Jawa Timur
  42. Candi Gentong - Mojokerto, Jawa Timur
  43. Candi Kedaton - Mojokerto, Jawa Timur
  44. Candi Kama I - Mojokerto, Jawa Timur
  45. Candi Kama II - Mojokerto, Jawa Timur
  46. Candi Gajah Mungkur - Mojokerto, Jawa Timur
  47. Candi Wayang - Mojokerto, Jawa Timur
  48. Candi Kendatisada - Mojokerto, Jawa Timur
  49. Candi Pasetran - Mojokerto, Jawa Timur
  50. Candi Lemari - Mojokerto, Jawa Timur
  51. Candi Bacem - Blitar, Jawa Timur
  52. Candi Boro - Blitar, Jawa Timur
  53. Candi Kalicilik - Blitar, Jawa Timur
  54. Candi Kotes - Blitar, Jawa Timur
  55. Candi Wringin Branjang - Blitar, Jawa Timur
  56. Candi Sawentar - Blitar, Jawa Timur
  57. Candi Sumbernanas - Blitar, Jawa Timur
  58. Candi Sumberjati - Blitar, Jawa Timur
  59. Candi Gambar Wetan - Blitar, Jawa Timur
  60. Candi Pumbangan - Blitar, Jawa Timur
  61. Candi Tepas - Blitar, Jawa Timur
  62. Candi Jabung - Probolinggo, Jawa Timur
  63. Candi Gayatri - Tulungagung, Jawa Timur
  64. Candi Dadi - Tulungagung, Jawa Timur
  65. Candi Meja - Tulungagung, Jawa Timur
  66. Candi Cungkup - Tulungagung, Jawa Timur
  67. Candi Selomangteng - Tulungagung, Jawa Timur
  68. Candi Penampihan - Tulungagung, Jawa Timur
  69. Candi Mirigambar - Tulungagung, Jawa Timur
  70. Candi Kanigoro - Tulungagung, Jawa Timur
  71. Candi Brongkah - Trenggalek, Jawa Timur
  72. Candi Sadon - Magetan, Jawa Timur
  73. Candi Pari - Sidoarjo, Jawa Timur
  74. Candi Sumur - Sidoarjo, Jawa Timur
  75. Candi Pamotan I - Sidoarjo, Jawa Timur
  76. Candi Pamotan II - Sidoarjo, Jawa Timur
  77. Candi Darmo - Sidoarjo, Jawa Timur
  78. Candi Tawangalun - Sidoarjo, Jawa Timur
  79. Candi Medalem - Sidoarjo, Jawa Timur
  80. Situs Arca Gupolo - Sleman, Yogyakarta
  81. Candi Barong - Yogyakarta

Pengertian dan Definisi Candi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, candi merupakan konstruksi kuno yang dibangun menggunakan material batu sebagai lokasi pemujaan, penyimpanan abu jenazah penguasa dan rohaniwan Hindu maupun Buddha pada era lampau. Terminologi "candi" berasal dari bahasa Kawi, yakni kata "cinandi" yang mengandung makna "dikuburkan".

Struktur-struktur ini berfungsi sebagai manifestasi fisik dari kepercayaan spiritual masyarakat masa lalu. Lebih dari sekadar bangunan, candi merepresentasikan konsep kosmologi dan filosofi keagamaan yang mendalam. Setiap elemen arsitektur memiliki simbolisme khusus yang menggambarkan perjalanan spiritual dari dunia material menuju pencerahan.

Sejarah Pembangunan Candi di Indonesia

Konstruksi candi pertama kali dimulai pada abad ke-7 hingga awal abad ke-8 oleh Kerajaan Kalingga yang bercorak Hindu. Periode ini menandai awal era kejayaan arsitektur sakral di Nusantara yang berlangsung selama berabad-abad.

Perkembangan percandian mencapai puncaknya pada masa Dinasti Sailendra dan Dinasti Sanjaya di Jawa Tengah. Kedua dinasti ini berlomba membangun struktur-struktur megah yang mencerminkan kekuatan politik dan spiritual mereka. Era selanjutnya, tradisi pembangunan candi berlanjut hingga masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur pada abad ke-15.

Perbedaan Karakteristik Candi Hindu dan Buddha

Candi Hindu umumnya memiliki struktur yang lebih sederhana namun memberikan kesan ramping dan berwibawa. Bentuk bangunannya cenderung vertikal dengan ornamen yang tidak terlalu rumit. Fungsi utamanya adalah sebagai makam, khususnya untuk para raja dan bangsawan.

Sebaliknya, candi Buddha menampilkan kemegahan yang lebih masif dan mewah dengan patung serta dekorasi yang elaborate. Bentuk bangunannya cenderung horizontal, lebih lebar namun tidak terlalu tinggi. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan dan meditasi kepada Buddha.

Lokasi Persebaran Candi di Indonesia

Konsentrasi terbesar candi-candi bersejarah terdapat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah ini menjadi pusat peradaban Hindu-Buddha dengan ratusan struktur yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Di luar Jawa, Sumatera juga memiliki sejumlah kompleks candi penting seperti Muaro Jambi dan Muara Takus. Persebaran ini menunjukkan luasnya pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di seluruh Nusantara pada masa lampau.

Fungsi dan Kegunaan Candi Pada Masa Lampau

Candi-candi Hindu umumnya berfungsi sebagai tempat pendarmaan atau pemakaman raja-raja yang telah mangkat. Konsep ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa raja merupakan titisan dewa yang harus dimuliakan bahkan setelah kematian.

Sementara itu, candi-candi Buddha lebih difokuskan sebagai tempat ibadah dan meditasi. Struktur-struktur ini dirancang untuk memfasilitasi perjalanan spiritual umat menuju pencerahan, dengan setiap tingkatan bangunan melambangkan tahapan spiritual yang berbeda.

Arsitektur dan Seni Pahat Candi

Keahlian arsitektur dan seni pahat pada candi-candi Indonesia mencapai tingkat yang sangat tinggi. Relief-relief yang menghiasi dinding candi menggambarkan berbagai cerita epik seperti Ramayana, Mahabharata, dan Jataka.

Teknik konstruksi yang digunakan menunjukkan pemahaman mendalam tentang engineering dan estetika. Sistem sambungan batu tanpa menggunakan perekat modern membuktikan kecanggihan teknologi konstruksi pada masa itu.

Upaya Pelestarian dan Konservasi

Pelestarian candi-candi bersejarah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai upaya konservasi telah dilakukan untuk mempertahankan keutuhan struktur-struktur kuno ini dari kerusakan akibat cuaca dan aktivitas manusia.

Program restorasi dan pemeliharaan rutin dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya untuk memastikan warisan budaya ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Teknologi modern seperti 3D scanning dan digital documentation juga digunakan untuk mendokumentasikan kondisi candi secara detail.

Nilai Wisata dan Edukasi Candi

Candi-candi di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata tetapi juga sebagai media edukasi sejarah dan budaya. Pengunjung dapat mempelajari peradaban masa lalu melalui observasi langsung terhadap arsitektur, relief, dan arca yang terdapat di setiap candi.

Program-program edukasi seperti guided tour, workshop, dan cultural performance secara rutin diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai historis dan budaya candi. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

People Also Ask

1. Apa saja candi tertua di Indonesia?

Beberapa candi tertua di Indonesia antara lain Candi Dieng di Jawa Tengah yang berasal dari abad ke-7 dan Candi Batujaya di Karawang yang diperkirakan dibangun pada abad ke-5 hingga ke-7. Candi-candi ini menjadi bukti awal peradaban Hindu-Buddha di Nusantara.

2. Mengapa banyak candi di Indonesia berada di Pulau Jawa?

Pulau Jawa menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan kerajaan-kerajaan besar pada masa lalu seperti Mataram Kuno dan Majapahit. Letaknya yang strategis, tanah subur, dan akses perdagangan yang baik membuat banyak candi dibangun di wilayah ini sebagai pusat ibadah dan kebudayaan.

3. Apa perbedaan candi Hindu dan candi Buddha di Indonesia?

Candi Hindu biasanya memiliki struktur bertingkat dengan puncak menyerupai gunung, melambangkan Gunung Meru, dan banyak relief kisah epos seperti Ramayana atau Mahabharata. Candi Buddha cenderung memiliki stupa dan relief kisah kehidupan Buddha atau ajaran moral.

4. Candi mana yang termasuk situs warisan dunia UNESCO?

Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah dua kompleks candi terkenal di Indonesia yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Keduanya tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi tetapi juga keindahan arsitektur yang diakui dunia.

5. Apakah semua candi di Indonesia terbuat dari batu andesit?

Tidak semua. Sebagian besar candi di Jawa Tengah memang terbuat dari batu andesit karena tahan cuaca, namun ada juga yang terbuat dari bata merah seperti Candi Jabung di Probolinggo atau Candi Tikus di Trowulan yang berasal dari era Majapahit.