Liputan6.com, Jakarta Peredaran obat palsu masih menjadi masalah serius di Indonesia. Tidak hanya mengurangi efektivitas pengobatan, obat palsu juga bisa membahayakan kesehatan hingga mengancam nyawa. Masalah ini sering kali sulit terdeteksi karena kemasan obat palsu dibuat sedemikian rupa agar menyerupai aslinya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 10–40% obat yang beredar di negara berkembang berpotensi palsu. Angka ini menunjukkan betapa besarnya risiko yang dihadapi konsumen jika tidak teliti saat membeli obat. Kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk melindungi diri.
Artikel ini akan membahas cara praktis membedakan obat asli dari yang palsu, mulai dari memeriksa kemasan, nomor izin edar, hingga kualitas fisik obat. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat menghindari risiko dan memastikan obat yang dikonsumsi benar-benar aman.
Advertisement
Â
Pengertian Obat Palsu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244561/original/042428800_1749194595-f340ce6b-659b-44f4-8173-c5158b20b87d.jpg)
Sebelum membahas cara membedakannya, penting untuk memahami definisi obat palsu. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat palsu adalah:
- Obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak memiliki izin produksi resmi
- Obat yang diproduksi dengan meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar
- Obat yang tidak memiliki izin edar resmi dari BPOM
- Obat yang sudah kadaluwarsa namun dijual kembali
Obat palsu bisa sangat mirip dengan obat asli dari segi penampilan, namun memiliki kandungan yang berbeda atau tidak sesuai standar. Beberapa kemungkinan isi obat palsu antara lain:
- Tidak mengandung bahan aktif sama sekali
- Mengandung bahan aktif dalam jumlah yang tidak tepat (terlalu sedikit atau berlebihan)
- Mengandung bahan aktif yang berbeda dari yang tertera di kemasan
- Mengandung bahan berbahaya atau kontaminan
Advertisement
Bahaya Mengonsumsi Obat Palsu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062522/original/037425400_1734932845-1734931312681_fungsi-obat-tramadol.jpg)
Mengonsumsi obat palsu dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius, antara lain:
- Penyakit tidak sembuh atau malah bertambah parah karena obat tidak mengandung bahan aktif yang tepat
- Efek samping yang tidak diinginkan akibat kandungan bahan yang tidak sesuai standar
- Keracunan atau gangguan organ tubuh jika mengandung bahan berbahaya
- Resistensi antibiotik jika mengonsumsi antibiotik palsu
- Kematian dalam kasus yang parah
Selain itu, obat palsu juga merugikan secara ekonomi karena konsumen membayar untuk produk yang tidak berkhasiat. Hal ini juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
Cara Membedakan Obat Asli atau Palsu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5043566/original/029352900_1733818557-1733754872461_fungsi-obat-metronidazole.jpg)
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan obat asli dari obat palsu:
1. Periksa Kemasan dengan Teliti
Perhatikan kondisi kemasan obat dengan seksama. Obat asli biasanya memiliki kemasan yang rapi, tersegel dengan baik, dan tidak rusak. Ciri-ciri kemasan obat palsu antara lain:
- Kemasan rusak, sobek, atau terlihat bekas dibuka
- Warna kemasan pudar atau berbeda dari biasanya
- Kualitas cetakan label buruk (buram, tidak jelas)
- Ada kesalahan ejaan atau tata bahasa pada label
- Tidak ada hologram atau hologram mudah mengelupas
2. Cek Informasi pada Label
Pastikan label kemasan mencantumkan informasi lengkap seperti:
- Nama obat dan kandungan bahan aktif
- Nama dan alamat produsen
- Nomor batch produksi
- Tanggal kadaluwarsa yang jelas
- Nomor registrasi BPOM
- Petunjuk pemakaian dan dosis
- Efek samping dan kontraindikasi
Obat palsu sering kali tidak mencantumkan informasi lengkap atau mencantumkan informasi palsu.
3. Perhatikan Bentuk dan Tekstur Obat
Amati bentuk fisik obat dengan cermat:
- Obat tablet asli biasanya memiliki bentuk seragam dan tidak mudah hancur
- Warna obat konsisten dan sesuai dengan yang seharusnya
- Tidak ada bintik-bintik, noda, atau perubahan warna yang mencurigakan
- Untuk obat kapsul, isi di dalamnya terlihat seragam
Obat palsu cenderung memiliki kualitas yang buruk, mudah hancur, atau bentuknya tidak konsisten.
4. Verifikasi Nomor Registrasi BPOM
Setiap obat yang beredar legal di Indonesia wajib memiliki nomor registrasi dari BPOM. Anda dapat memverifikasi nomor ini melalui:
- Website resmi BPOM: cekbpom.pom.go.id
- Aplikasi mobile BPOM
Masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan untuk mengecek keaslian obat. Jika nomor tidak terdaftar atau tidak sesuai, kemungkinan besar obat tersebut palsu.
5. Perhatikan Harga
Waspadalah terhadap obat yang dijual dengan harga yang terlalu murah dibandingkan harga pasaran. Meski tidak selalu berarti palsu, harga yang jauh di bawah normal bisa menjadi indikasi obat palsu atau ilegal.
6. Amati Efek Obat
Jika Anda rutin mengonsumsi obat tertentu, perhatikan apakah efeknya sama seperti biasa. Obat palsu mungkin tidak memberikan efek yang diharapkan atau bahkan menimbulkan efek samping yang tidak biasa.
Advertisement
Tips Membeli Obat yang Aman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062533/original/069587200_1734932874-1734931331341_fungsi-obat-ranitidine.jpg)
Untuk menghindari obat palsu, ikuti tips berikut saat membeli obat:
- Beli obat hanya dari apotek resmi atau toko obat berizin
- Hindari membeli obat dari pedagang kaki lima atau sumber tidak resmi
- Untuk pembelian online, pastikan membeli dari apotek online yang terdaftar di BPOM
- Selalu minta struk pembelian sebagai bukti
- Jangan tergiur harga murah yang mencurigakan
- Konsultasikan dengan apoteker jika ragu
- Untuk obat resep, selalu beli sesuai resep dokter
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Obat Palsu?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165432/original/042666700_1742184133-8cf8975a654ecae02bbaaf5b9f54233d.jpg)
Jika Anda mencurigai telah membeli atau menemukan obat palsu, lakukan langkah-langkah berikut:
- Hentikan penggunaan obat tersebut segera
- Simpan obat dan kemasannya sebagai barang bukti
- Laporkan ke pihak berwenang seperti BPOM atau Dinas Kesehatan setempat
- Jika sudah terlanjur mengonsumsi dan mengalami efek samping, segera konsultasikan ke dokter
- Laporkan ke apotek atau toko tempat Anda membeli obat tersebut
Untuk melaporkan obat palsu ke BPOM, Anda dapat menggunakan:
- Layanan pengaduan online: bpom.lapor.go.id
- Hotline HALO BPOM: 1500533
- Email:Â halobpom@pom.go.id
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3812570/original/003638900_1721276093-11038741_663053793805693_2579242043740350740_n.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967182/original/012810300_1728726814-fotor-ai-20241012164711.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860534/original/066891900_1744691596-WhatsApp_Image_2025-04-15_at_11.32.22_686af95d.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)