Liputan6.com, Jakarta Aroma tepung aci yang digoreng dan dibalur telur kerap menggoda siapa pun yang melintas di depan gerobak jajanan sekolah. Cilor akronim dari aci dan telur bukan hanya camilan favorit anak-anak, tetapi juga bagian dari nostalgia kuliner khas Jawa Barat. Namun, siapa sangka bahwa menghasilkan cilor yang kenyal sempurna di dapur rumah sendiri bisa jadi lebih menantang daripada kelihatannya? Banyak orang mengeluhkan hasil cilor yang terlalu keras, terlalu lembek, atau malah pecah saat digoreng. Padahal, kunci utama terletak pada takaran dan perlakuan sederhana terhadap bahan dasarnya: tepung aci.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga telah meneliti keamanan penggunaan bahan tambahan seperti pengenyal buatan, yang sering dipakai untuk meniru tekstur cilor kaki lima meskipun sebenarnya tekstur itu bisa dicapai tanpa zat aditif, hanya dengan teknik yang tepat. Maka, eksperimen kecil di dapur bisa menjadi ajang seru untuk mengeksplorasi sains di balik makanan sederhana ini.
Lalu, bagaimana cara menyulap tepung aci dan telur menjadi cilor dengan tekstur kenyal yang menggigit, tidak hancur saat digoreng, dan tetap nikmat meski sudah dingin? Berikut cara bikin cilor yang lezat selengkapnya:
Advertisement
Definisi Cilor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2861227/original/059343600_1563866987-shutterstock_1327214027.jpg)
Cilor adalah singkatan dari "aci telor", sebuah jajanan tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Makanan ini terbuat dari campuran tepung tapioka (aci) yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, kemudian digoreng dengan balutan telur. Cilor terkenal karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih.
Keunikan cilor terletak pada perpaduan antara kelezatan aci yang kenyal dengan telur yang gurih, menciptakan harmoni rasa yang khas. Biasanya, cilor disajikan dengan berbagai bumbu tabur seperti bubuk cabai, bumbu balado, atau saus sambal, yang menambah dimensi rasa dan membuat camilan ini semakin menggugah selera.
Popularitas cilor tidak hanya terbatas di daerah asalnya, tetapi telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menjadikan cilor sebagai salah satu jajanan street food yang banyak dicari dan digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Advertisement
Bahan-bahan untuk Membuat Cilor
Untuk membuat cilor yang lezat, Anda memerlukan bahan-bahan sebagai berikut:
- 200 gram tepung tapioka (aci)
- 100 gram tepung terigu
- 3 siung bawang putih, dihaluskan
- 1 batang daun bawang, diiris halus
- 250 ml air panas
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- 2-3 butir telur, dikocok lepas
- Minyak goreng secukupnya
- Bumbu tabur sesuai selera (bubuk cabai, bumbu balado, dll.)
Bahan-bahan ini mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket terdekat. Pastikan untuk memilih tepung tapioka dan terigu berkualitas baik untuk hasil yang optimal. Penggunaan bawang putih dan daun bawang akan memberikan aroma yang harum dan rasa yang lebih kaya pada cilor Anda.
Selain bahan-bahan utama tersebut, Anda juga bisa menambahkan variasi bahan lain sesuai selera. Misalnya, untuk membuat cilor dengan rasa yang lebih gurih, Anda bisa menambahkan sedikit keju parut ke dalam adonan. Atau, untuk versi yang lebih sehat, Anda bisa menambahkan sayuran cincang seperti wortel atau bayam ke dalam adonan cilor.
Perlu diingat bahwa kualitas bahan yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil akhir cilor Anda. Oleh karena itu, pilihlah bahan-bahan segar dan berkualitas baik untuk mendapatkan cilor yang lezat dan kenyal.
Langkah-langkah Membuat Cilor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5139747/original/047823900_1740122573-photo.jpg)
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat cilor yang lezat:
- Campurkan tepung tapioka, tepung terigu, garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk dalam sebuah mangkuk besar. Aduk rata.
- Tambahkan bawang putih halus dan irisan daun bawang ke dalam campuran tepung. Aduk kembali hingga merata.
- Tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil terus diaduk menggunakan sendok kayu atau spatula. Pastikan air panas dituang perlahan agar adonan tidak menggumpal.
- Setelah adonan cukup hangat untuk disentuh, mulailah menguleni dengan tangan hingga kalis dan dapat dibentuk. Jika adonan terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung tapioka.
- Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil seukuran kelereng atau sesuai selera.
- Rebus air dalam panci hingga mendidih. Tambahkan sedikit minyak goreng agar bulatan aci tidak saling menempel.
- Masukkan bulatan aci ke dalam air mendidih. Masak hingga mengapung, tanda aci telah matang.
- Angkat aci yang telah matang dan tiriskan. Biarkan hingga tidak terlalu panas.
- Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang.
- Celupkan bulatan aci ke dalam kocokan telur, lalu goreng hingga kecokelatan dan crispy di bagian luar.
- Angkat cilor yang telah matang, tiriskan minyaknya.
- Sajikan cilor dalam wadah dan taburi dengan bumbu pilihan Anda.
Â
Advertisement
Tips Membuat Cilor yang Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3547676/original/065032600_1629633253-IG_dianfaizin17.jpg)
Untuk menghasilkan cilor yang sempurna, perhatikan tips-tips berikut ini:
- Gunakan air panas ketika mencampur adonan. Ini akan membantu menghasilkan tekstur yang kenyal pada aci.
- Pastikan adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. Adonan yang tepat akan mudah dibentuk tanpa lengket di tangan.
- Saat merebus aci, tambahkan sedikit minyak goreng ke dalam air untuk mencegah aci saling menempel.
- Goreng cilor dengan api sedang agar bagian luar crispy tanpa membuat bagian dalam menjadi keras.
- Jangan terlalu lama menggoreng cilor agar telur tidak menjadi terlalu kering dan keras.
- Eksperimen dengan berbagai bumbu tabur untuk menemukan kombinasi rasa yang Anda sukai.
- Untuk variasi, Anda bisa menambahkan sedikit tepung maizena ke dalam adonan aci untuk tekstur yang lebih renyah.
- Jika ingin cilor yang lebih gurih, tambahkan sedikit keju parut ke dalam adonan aci.
Selain tips di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan cilor yang sempurna:
- Pilih tepung tapioka berkualitas baik. Tepung yang berkualitas akan menghasilkan tekstur yang lebih baik dan rasa yang lebih enak.
- Jangan ragu untuk menambahkan bumbu sesuai selera Anda. Beberapa orang suka menambahkan sedikit bubuk cabai atau bawang putih goreng ke dalam adonan untuk rasa yang lebih kaya.
- Jika Anda ingin membuat cilor dalam jumlah banyak, Anda bisa merebus aci terlebih dahulu dan menyimpannya di kulkas. Saat ingin disajikan, baru dicelupkan ke dalam telur dan digoreng.
- Untuk mendapatkan lapisan telur yang lebih tebal, Anda bisa mencelupkan aci ke dalam telur dua kali sebelum digoreng.
- Jika Anda ingin cilor yang lebih sehat, Anda bisa mencoba menggorengnya menggunakan air fryer sebagai alternatif penggorengan dengan minyak.
Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat meningkatkan kualitas cilor buatan rumah Anda. Ingatlah bahwa praktek membuat sempurna, jadi jangan ragu untuk bereksperimen dan menyesuaikan resep sesuai selera Anda.
Variasi Resep Cilor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843649/original/040345300_1716788193-shutterstock_2405275709.jpg)
Meskipun resep dasar cilor sudah lezat, Anda bisa berkreasi dengan berbagai variasi untuk menambah keunikan dan cita rasa. Berikut beberapa variasi resep cilor yang bisa Anda coba:
1. Cilor Makaroni
Tambahkan makaroni rebus ke dalam adonan cilor untuk tekstur yang lebih bervariasi. Cara membuatnya:
- Rebus 50 gram makaroni hingga al dente, tiriskan.
- Campurkan makaroni dengan adonan aci sebelum dibentuk.
- Lanjutkan proses seperti membuat cilor biasa.
2. Cilor Pedas
Untuk pecinta pedas, coba variasi cilor pedas dengan cara:
- Tambahkan 1-2 buah cabai rawit yang dihaluskan ke dalam adonan aci.
- Gunakan bumbu tabur ekstra pedas saat penyajian.
3. Cilor Keju
Variasi gurih dengan sentuhan keju:
- Tambahkan 50 gram keju cheddar parut ke dalam adonan aci.
- Taburi dengan keju parut tambahan setelah digoreng.
4. Cilor Gulung
Versi unik dengan telur yang lebih dominan:
- Goreng aci seperti biasa, tapi jangan terlalu lama.
- Tuang lebih banyak telur ke penggorengan dan gulung aci di dalamnya.
5. Cilor Crispy
Untuk tekstur yang lebih renyah:
- Balurkan aci yang sudah direbus dengan tepung panir sebelum dicelup telur.
- Goreng hingga keemasan dan crispy.
Â
Advertisement
Manfaat Konsumsi Cilor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3547678/original/090812300_1629633253-IG_susan_gracia.jpg)
Meskipun cilor umumnya dianggap sebagai jajanan atau camilan, ada beberapa manfaat potensial dari konsumsi cilor secara moderat:
- Sumber Energi Cepat: Kandungan karbohidrat dalam tepung tapioka dan terigu memberikan energi cepat, cocok sebagai camilan di sela-sela aktivitas.
- Protein dari Telur: Telur dalam cilor menyumbang protein yang baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
- Rendah Lemak (jika tidak digoreng berlebihan): Jika digoreng dengan benar, cilor bisa menjadi alternatif camilan yang lebih rendah lemak dibandingkan gorengan lainnya.
- Variasi Gizi: Dengan menambahkan sayuran atau bahan lain ke dalam adonan, Anda bisa meningkatkan nilai gizi cilor.
- Mudah Dicerna: Tepung tapioka umumnya mudah dicerna, menjadikan cilor pilihan yang baik untuk camilan ringan.
Namun, penting untuk diingat bahwa cilor tetap harus dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori dan karbohidrat yang tinggi.
Â
Sejarah dan Tradisi Cilor
Cilor, seperti banyak jajanan tradisional Indonesia lainnya, memiliki sejarah yang menarik:
- Asal Usul: Cilor diyakini berasal dari Bandung, Jawa Barat, sebagai evolusi dari cilok (aci dicolok) yang populer.
- Perkembangan: Awalnya, cilor hanya berupa aci yang digoreng. Penambahan telur menjadi inovasi yang meningkatkan cita rasa dan popularitasnya.
- Penyebaran: Dari Bandung, cilor menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, dengan variasi lokal yang muncul di setiap daerah.
- Tradisi Kuliner: Cilor menjadi bagian dari tradisi jajanan sekolah dan street food di banyak kota di Indonesia.
- Modernisasi: Saat ini, cilor tidak hanya dijual di pinggir jalan, tetapi juga di kafe dan restoran dengan berbagai variasi modern.
Cilor telah menjadi bagian integral dari budaya kuliner Indonesia, terutama sebagai camilan favorit anak sekolah dan masyarakat umum. Kehadirannya di berbagai acara dan tempat menunjukkan betapa makanan ini telah mengakar dalam tradisi kuliner nusantara.
Beberapa aspek menarik lainnya tentang sejarah dan tradisi cilor:
- Nama "Cilor": Istilah "cilor" sendiri adalah contoh kreativitas bahasa lokal, menggabungkan "ci" (aci) dan "lor" (telor/telur) menjadi satu kata yang mudah diingat.
- Adaptasi Lokal: Di beberapa daerah, cilor mengalami adaptasi sesuai dengan selera lokal. Misalnya, di beberapa tempat, cilor disajikan dengan saus kacang atau sambal khas daerah tersebut.
- Ekonomi Mikro: Penjualan cilor telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak pedagang kaki lima, memainkan peran penting dalam ekonomi mikro di berbagai kota.
- Nostalgia Kuliner: Bagi banyak orang dewasa, cilor membangkitkan kenangan masa kecil, menjadikannya tidak hanya sebagai makanan tetapi juga sebagai pengalaman nostalgia.
- Evolusi Kuliner: Dari jajanan sederhana, cilor telah berevolusi menjadi inspirasi bagi berbagai kreasi kuliner modern, termasuk dalam menu restoran fusion.
Sejarah dan tradisi cilor menunjukkan bagaimana sebuah makanan sederhana dapat menjadi bagian penting dari identitas kuliner suatu bangsa. Cilor bukan hanya sekedar camilan, tetapi juga cerminan kreativitas dan adaptabilitas masyarakat Indonesia dalam menciptakan dan menikmati makanan.
Advertisement
Perbandingan Cilor dengan Jajanan Serupa
Cilor memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan dengan jajanan tradisional lainnya. Berikut perbandingan cilor dengan beberapa jajanan serupa:
Cilor vs Cilok
- Kesamaan: Keduanya menggunakan aci sebagai bahan dasar.
- Perbedaan: Cilok biasanya direbus dan disajikan dengan saus kacang, sementara cilor digoreng dengan telur.
Cilor vs Cireng
- Kesamaan: Keduanya menggunakan tepung tapioka dan digoreng.
- Perbedaan: Cireng berbentuk pipih dan tidak menggunakan telur dalam proses penggorengannya.
Cilor vs Batagor
- Kesamaan: Keduanya merupakan jajanan goreng yang populer.
- Perbedaan: Batagor menggunakan ikan tenggiri dan tahu sebagai bahan utama, sementara cilor fokus pada aci dan telur.
Cilor vs Bakwan Jagung
- Kesamaan: Keduanya digoreng dan sering dijadikan camilan.
- Perbedaan: Bakwan jagung menggunakan jagung dan tepung terigu sebagai bahan utama, berbeda dengan cilor yang berbasis aci.
Â
Perbedaan Cilor, Cilok, dan Cireng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4193857/original/036763700_1665977156-IMG_4471.jpeg)
Meskipun cilor, cilok, dan cireng seringkali dianggap mirip karena sama-sama menggunakan aci sebagai bahan dasar, ketiganya memiliki perbedaan yang signifikan:
Cilor (Aci Telor)
- Bahan Utama: Aci (tepung tapioka) dan telur
- Bentuk: Bulat kecil
- Metode Memasak: Direbus lalu digoreng dengan balutan telur
- Penyajian: Biasanya disajikan dengan bumbu tabur atau saus
Cilok (Aci Dicolok)
- Bahan Utama: Aci (tepung tapioka), kadang dicampur dengan tepung terigu
- Bentuk: Bulat, umumnya lebih besar dari cilor
- Met ode Memasak: Direbus
- Penyajian: Biasanya disajikan dengan saus kacang
Cireng (Aci Digoreng)
- Bahan Utama: Aci (tepung tapioka)
- Bentuk: Pipih atau berbentuk cincin
- Metode Memasak: Digoreng langsung tanpa direbus terlebih dahulu
- Penyajian: Sering disajikan dengan bumbu rujak atau saus pedas
Perbedaan utama terletak pada metode pengolahan dan penyajiannya. Cilor unik karena kombinasi rebusan aci yang kemudian digoreng dengan telur, memberikan tekstur yang berbeda dari cilok yang hanya direbus atau cireng yang langsung digoreng.
Beberapa perbedaan lain yang perlu diperhatikan:
Tekstur
- Cilor: Kenyal di bagian dalam dengan lapisan telur yang renyah di luar
- Cilok: Kenyal secara keseluruhan
- Cireng: Renyah di luar, sedikit kenyal di dalam
Rasa
- Cilor: Gurih dari kombinasi aci dan telur
- Cilok: Cenderung tawar, rasa utama berasal dari saus kacang
- Cireng: Gurih dan sedikit asin
Variasi
- Cilor: Bisa ditambahkan berbagai isian seperti keju atau sosis
- Cilok: Kadang ditambahkan daging cincang atau isian lain
- Cireng: Biasanya tanpa isian, tetapi bisa divariasikan dengan bumbu yang berbeda
Popularitas
- Cilor: Populer sebagai jajanan anak sekolah dan street food
- Cilok: Sangat populer di Jawa Barat dan tersebar luas di Indonesia
- Cireng: Populer di Jawa Barat dan mulai menyebar ke daerah lain
Meskipun ketiganya memiliki perbedaan, cilor, cilok, dan cireng sama-sama menjadi bagian penting dalam khasanah jajanan tradisional Indonesia. Masing-masing memiliki penggemar setianya sendiri dan terus berkembang dengan berbagai inovasi rasa dan penyajian.
Advertisement
FAQ Seputar Cilor
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar cilor:
1. Apakah cilor aman dikonsumsi setiap hari?
Meskipun lezat, cilor sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari karena tinggi karbohidrat dan digoreng. Konsumsi secara moderat sebagai bagian dari diet seimbang.
2. Bisakah cilor dibuat tanpa digoreng?
Ya, Anda bisa membuat versi yang lebih sehat dengan mengukus atau memanggang cilor setelah direbus, meskipun teksturnya akan berbeda.
3. Berapa lama cilor bisa disimpan?
Cilor terbaik dikonsumsi segera setelah dimasak. Jika perlu disimpan, simpan di kulkas maksimal 1-2 hari dan hangatkan kembali sebelum dimakan.
4. Apakah cilor cocok untuk vegetarian?
Cilor tradisional menggunakan telur, jadi tidak cocok untuk vegetarian yang tidak mengonsumsi telur. Namun, bisa dibuat versi vegan dengan mengganti telur dengan alternatif nabati.
5. Bagaimana cara membuat cilor lebih sehat?
Gunakan minyak yang bersih dan tidak terlalu panas saat menggoreng, tambahkan sayuran ke dalam adonan, dan batasi penggunaan bumbu MSG.
6. Apakah cilor bisa menjadi makanan untuk diet?
Cilor tidak ideal untuk diet penurunan berat badan karena tinggi karbohidrat dan digoreng. Namun, bisa dikonsumsi dalam porsi terkontrol sebagai bagian dari diet seimbang.
7. Bagaimana cara membuat cilor agar tidak keras setelah dingin?
Pastikan tidak terlalu lama menggoreng cilor dan simpan dalam wadah tertutup untuk menjaga kelembapannya. Hangatkan sebentar sebelum disajikan kembali.
8. Apakah ada alternatif tepung selain tapioka untuk membuat cilor?
Meskipun tepung tapioka adalah yang paling umum, Anda bisa mencoba campuran dengan tepung sagu atau tepung beras untuk variasi tekstur.
9. Bagaimana cara membuat cilor yang tidak terlalu berminyak?
Gunakan minyak yang cukup panas saat menggoreng dan tiriskan cilor dengan baik setelah digoreng. Anda juga bisa menggunakan kertas penyerap minyak.
10. Apakah cilor bisa dijadikan bisnis rumahan?
Ya, cilor bisa menjadi ide bisnis rumahan yang menjanjikan karena bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana.
Â
Aspek Kesehatan Cilor
Meskipun cilor merupakan camilan yang lezat, penting untuk mempertimbangkan aspek kesehatannya:
Kandungan Gizi
- Karbohidrat: Tinggi, terutama dari tepung tapioka
- Protein: Sedang, berasal dari telur
- Lemak: Bervariasi, tergantung metode penggorengan
- Serat: Rendah, kecuali ditambahkan sayuran
Potensi Manfaat
- Sumber energi cepat
- Mengandung protein dari telur
- Bisa menjadi alternatif camilan yang mengenyangkan
Risiko Kesehatan
- Tinggi kalori jika dikonsumsi berlebihan
- Kandungan lemak jenuh dari proses penggorengan
- Rendah serat dan nutrisi esensial lainnya
Tips Konsumsi Sehat
- Batasi porsi dan frekuensi konsumsi
- Pilih metode memasak yang lebih sehat seperti dipanggang atau dikukus
- Tambahkan sayuran ke dalam adonan untuk meningkatkan nilai gizi
- Hindari penggunaan bumbu MSG berlebihan
Alternatif Sehat
Untuk opsi yang lebih sehat, pertimbangkan:
- Membuat cilor dengan campuran tepung whole grain
- Menggunakan air fryer sebagai alternatif penggorengan
- Menyajikan dengan saus berbahan dasar yogurt rendah lemak
Dampak pada Sistem Pencernaan
Cilor yang terbuat dari tepung tapioka umumnya mudah dicerna. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap makanan tinggi karbohidrat.
Pengaruh terhadap Kadar Gula Darah
Karena tinggi karbohidrat, cilor dapat menyebabkan peningkatan cepat kadar gula darah. Ini perlu diperhatikan terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan karbohidrat.
Efek pada Berat Badan
Konsumsi cilor secara berlebihan dan rutin dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi. Penting untuk mengontrol porsi dan frekuensi konsumsinya.
Potensi Alergi
Bagi sebagian orang, telur yang digunakan dalam cilor dapat memicu reaksi alergi. Penting untuk memperhatikan bahan-bahan yang digunakan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi makanan.
Manfaat Psikologis
Meskipun bukan makanan sehat, cilor dapat memberikan manfaat psikologis sebagai comfort food. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara kenikmatan dan kesehatan.
Modifikasi untuk Diet Khusus
Bagi yang menjalani diet khusus, cilor dapat dimodifikasi. Misalnya, menggunakan tepung almond untuk diet rendah karbohidrat atau mengganti telur dengan alternatif nabati untuk diet vegan.
Memahami aspek kesehatan cilor membantu kita menikmatinya secara bijak sebagai bagian dari diet seimbang, tanpa harus menghilangkannya sepenuhnya dari menu camilan kita.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694778/original/069416500_1503999950-cilorcov.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)