Sukses

Busana Nasional di Mata Fashion Desainer Biyan

Liputan6.com, Jakarta Sudah lebih dari 30 tahun, Biyan berkarya di industri fesyen Indonesia. Ia pun semakin kokoh dengan karakter karyanya. Mengangkat komposisi berbagai budaya dalam busana yang ia rancang, secara konsisten Biyan mempertahankan dan melestarikan budaya Indonesia. Ia bahkan membawa harum nama Indonesia ke kancah fesyen Internasional dengan melakukan show dan kolaborasi dengan desainer luar negri. Lantas seperti apa makna busana Nasional di mata seorang Biyan?

Busana nasional dimata Biyan, merupakan suatu tradisi budaya yang menjadi ciri dan identitas sebuah bangsa, seperti Indonesia memiliki kebaya sebagai busana nasional, Jepang dengan Kimononya, dan negara lainnya. Kini, rancangan busana Nasional sudah mengikuti perkembangan zaman, dan dituntut untuk semakin wearable. Tujuannya agar dapat digunakan oleh berbagai jenjang usia dan busana Nasional tetap dilestarikan sebagai sebuah warisan.

"Bagi saya, busana Nasional seperti kebaya sendiri merupakan citra Indonesia. Memperlihatkan keanggunan wanita ke mata dunia. Sebuah warisan yang nilai-nilainya tetap harus dijaga, meski tetap mengikuti tren saat ini. Agar tetap wearable, dan dicintai berbagai kalangan usia. Anda tidak mungkin membayangkan, Kimono dari jepang di didesain dengan bagian terbuka bukan? Seperti itulah kurang lebih kebaya seharusnya " ucap desainer kondang Biyan saat diwawancarai usai konferensi pers show Studio 133, Rabu (11/11/2015), di Dharmawangsa Hotel, Jakarta.

Warisan tetap bisa dipertahankan dan dihormati, seperti itulah kebaya, baju Nasional Indonesia harus elegan menggambarkan nilai-nilai budaya Indonesia ke luar negeri. Semua elemen masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga keanggunan busana Nasional ini, mulai dari fesyen desainer hingga masyarakat luas yang menggunakannya. (Mit/Atw)