Liputan6.com, Jakarta - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Budu, SpM(K), mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga penglihatan terganggu untuk memeriksakan kesehatan mata. Pasalnya, sejumlah penyakit mata dapat berkembang tanpa gejala yang disadari sejak awal.
Prof Budu mengatakan ada empat masalah mata yang datang diam-diam atau tanpa gejala:
1. Glaukoma, Pencuri Penglihatan
Advertisement
"Glaukoma disebut pencuri penglihatan karena betul kita tidak sadar, dia pelan-pelan datang kemudian akhirnya menjadi buta," kata Prof Budu dalam peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 di Jakarta.Â
Kerusakan tersebut berkaitan dengan peningkatan tekanan bola mata yang dapat merusak saraf optik. Jika kerusakan sudah terjadi, penglihatan yang hilang tidak dapat dipulihkan.
Karena itu, deteksi dini penting untuk membantu mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah kerusakan semakin parah.
2. Retinopati Diabetik pada Penderita Diabetes
Diabetes juga dapat merusak mata secara perlahan melalui retinopati diabetik, yakni kerusakan pembuluh darah retina akibat diabetes.
Budu menjelaskan, ketika penderita diabetes mulai mengeluhkan penglihatan kabur, kerusakan mata bisa saja sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pemeriksaan mata sejak awal setelah seseorang didiagnosis diabetes penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan retina sebelum kerusakan berkembang lebih jauh.
3. Katarak
Katarak adalah gangguan kekeruhan lensa. Menurut Budu, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.
Bila kondisi ini dibiarkan maka penglihatan akan makin buram, aktivitas pun jadi terbatas serta risiko jatuh meningkat. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan kesehatan mata meski tanpa gejala.Â
"Katarak ini bisa dipulihkan. Operasinya aman dan dijamin JKN," kata Prof Budu.
Salah satu tantangannya adalah masih ada masyarakat yang takut menjalani operasi atau belum menyadari bahwa gangguan penglihatan yang dialami disebabkan oleh katarak.Â
4. Gangguan Penglihatan Anak
Gangguan refraksi, seperti rabun jauh, juga perlu mendapat perhatian sejak anak-anak. Anak yang kesulitan melihat tulisan di papan tulis mungkin akan berpindah ke bangku depan atau menunjukkan perubahan perilaku karena tidak menyadari bahwa penglihatannya bermasalah.
Anak juga belum tentu mampu mengungkapkan keluhan penglihatannya. Sebagian mungkin hanya mengalami sakit kepala atau menjadi lebih rewel.
Jika gangguan refraksi tidak dikoreksi, terutama pada masa perkembangan penglihatan, anak berisiko mengalami ambliopia atau mata malas. Kondisi ini membuat penglihatan pada salah satu atau kedua mata tidak berkembang secara optimal dan dapat lebih sulit ditangani jika terlambat ditemukan.
Karena itu, pemeriksaan mata pada anak penting dilakukan agar gangguan penglihatan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373746/original/028261400_1791975143-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_5.50.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280563/original/043936100_1752231994-Diabetes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6382175/original/056460800_1779257355-nina.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567211/original/025743900_1777270346-55229294778_d14210d34a_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4726344/original/079741000_1706181501-20250125-Bis_Sekolah_Khusus_Disabilitas-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371711/original/052980100_1791800329-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_5.13.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370560/original/067296700_1791640369-WhatsApp_Image_2026-10-10_at_4.17.29_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370548/original/037837200_1791638819-WhatsApp_Image_2026-10-10_at_8.24.33_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370525/original/056268900_1791635703-WhatsApp_Image_2026-10-10_at_7.32.20_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370467/original/044454800_1791625483-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-10_Oktober_2026a.jpeg)