Ada Masjid Ramah Disabilitas di Sumedang, Sediakan Juru Bahasa Isyarat Setiap Salat Jumat

Sediakan juru bahasa isyarat setiap Jumat, Masjid Agung Sumedang berupaya menjadi masjid ramah disabilitas.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masjid ramah disabilitas mulai bermunculan di berbagai daerah, salah satunya terlihat di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Masjid Agung Sumedang yang terletak di pusat kota dan alun-alun terus berupaya menjadi rumah ibadah yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.

Sejak Desember 2024, masjid ini secara konsisten menyediakan juru bahasa isyarat dan shaf khusus untuk teman Tuli setiap pelaksanaan salat Jumat, khususnya untuk membantu jemaah Tuli memahami isi khutbah (ceramah).

Layanan inklusif ini mendapat respons positif dari berbagai pihak dan menjadi contoh nyata bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang bersama yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan, kepedulian, dan kemanusiaan.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumedang atas komitmen dan keistiqomahan dalam mewujudkan masjid yang ramah difabel.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DKM Masjid Agung Sumedang yang telah konsisten menjadikan masjid ini ramah difabel dan inklusif,” ujar Dony, Minggu (8/2/2026) mengutip laman resmi Kabupaten Sumedang.

Ia menegaskan, aksesibilitas di Masjid Agung Sumedang telah disiapkan dengan sangat memadai, mulai dari fasilitas fisik hingga layanan keagamaan. Salah satu inovasi penting adalah penyediaan juru bahasa isyarat (JBI) setiap Jumat, sehingga jemaah Tuli dapat mengikuti dan memahami pesan-pesan keagamaan yang disampaikan khatib (penceramah).

“Dengan adanya pemandu isyarat, teman-teman Tuli bisa mendapatkan pengetahuan keagamaan yang berdampak pada peningkatan iman dan takwa,” tambahnya.

Dony juga berharap Masjid Agung Sumedang terus menjadi pelopor masjid inklusif dan terdepan dalam memberikan pelayanan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Semua orang punya hak yang sama untuk mendapatkan pengetahuan tentang keagamaan,” katanya.

Masjid Al Jabbar Bandung

Selain Masjid Agung Sumedang, masjid lain yang diklaim ramah disabilitas adalah Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Al Jabbar Gedebage Kota Bandung.

Menurut Gubernur Jawa Barat (Jabar) periode 2018-2023, M Ridwan Kamil, masjid ini didesain ramah untuk para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

"Di antaranya ada akses ramp dan dua lift yang memadai serta ruang wudhu dan toilet khusus difabel," ujar Ridwan Kamil, dikutip Antara, Sabtu (31/12/2022).

Masjid ini menyediakan kursi roda, di sisi kanan dan kiri menuju pintu masjid disiapkan akses ramp bagi warga disabilitas, bahkan ada dua lift yang memadai untuk naik dan turun bagi pengguna kursi roda. Ada pula petugas dari masjid yang akan membantu mendorong kursi roda.

Banyak fasilitas di Al Jabbar yang ramah disabilitas, misalnya ruang wudhu dan toilet khusus bagi jemaah difabel.

Beberapa fasilitas menarik lainnya di kawasan masjid juga dapat dengan mudah diakses oleh mereka. Banyak bagian menarik yang nantinya juga bisa dengan mudah diakses seperti pusat edukasi yang berada di lantai dasar atau di bawah masjid.

Pusat Edukasi Masjid Raya Al Jabbar

Pusat edukasi ini dapat dijangkau baik dari pintu utara, selatan atau dari dalam masjid menuruni tangga. Lokasinya ada di paling belakang masjid.

Di pusat edukasi ini ada perpustakaan yang nyaman dengan meja dan kursi yang tertata rapi, juga rak-rak buku.

Untuk mencapai perpustakaan harus naik tangga dari kafetaria. Jadi lokasi perpustakaan menyatu dengan kafetaria yang nampak modern dengan interior meja kayu minimalis. Karena kafetaria berada di atas, pihak Masjid Raya Al Jabbar menyediakan lift khusus bagi penyandang disabilitas.

Lift tersebut dapat memuat satu kursi roda. Dengan memencet tombol, akses naik dan turun ini mudah dan nyaman bagi difabel.