Liputan6.com, Jakarta Katarak tak cuma serang lansia. Semua orang dari berbagai kalangan usia dapat mengalami katarak akibat beberapa faktor seperti infeksi, diabetes, trauma, sinar ultraviolet, hingga gangguan metabolisme.
Bahkan terdapat beberapa kasus di mana bayi yang baru lahir sudah terkena katarak yang disebut dengan katarak kongenital.Â
"Katarak kongenital adalah jenis katarak yang terbentuk sejak bayi lahir atau selama masa kanak-kanak," kata dokter spesialis mata Fadjar SN Soebali seperti mengutip laman EMC.Â
Advertisement
Kekeruhan lensa mata ini berpotensi besar mengganggu perkembangan visual bayi jika tidak segera ditangani. Lensa mata yang seharusnya bening dan transparan menjadi buram, sehingga memengaruhi kemampuan bayi untuk melihat dunia di sekitarnya dengan jelas.
Deteksi dini dan intervensi medis yang tepat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak jangka panjang pada penglihatan anak.
Meskipun tergolong jarang, katarak kongenital memerlukan perhatian medis segera dari dokter spesialis mata.
Penanganan yang cepat dan akurat dapat mencegah komplikasi serius seperti ambliopia atau mata malas, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Kesadaran akan kondisi ini sangat penting bagi setiap orangtua.
Ciri-Ciri Bayi Alami Katarak Kongenital
Ketika bayi mengalami katarak kongenital, bagian tengah (pupil) mata tampak abu-abu atau putih, alih-alih hitam. Seluruh pupil mungkin tampak seperti tertutup film, atau Anda mungkin melihat bintik putih di dalamnya.
Bayi dengan katarak kongenital mungkin menunjukkan respons yang tidak biasa terhadap cahaya. Mereka bisa jadi sulit menoleh ke arah sumber cahaya atau suara, atau kurang tanggap terhadap rangsangan visual. Ini mengindikasikan adanya gangguan dalam proses penglihatan mereka.
Advertisement
Berbagai Penyebab Katarak Kongenital pada Bayi
Katarak terjadi ketika protein dalam lensa mata berubah. Perubahan ini dapat disebabkan oleh infeksi, perubahan DNA, atau ketidakseimbangan kimia.
Katarak kongenital dapat terjadi pada bayi atau anak dengan kondisi:
- mengalami infeksi sebelum atau segera setelah lahir
- memiliki riwayat keluarga katarak kongenital
- lahir prematur
Infeksi yang paling umum menyebabkan katarak kongenital meliputi:
- cacar air
- cytomegalovirus
- herpes
- HIV
- rubella
- sifilis
- toksoplasmosis
Namun, ada juga bayi yang mengalami katarak kongenital tidak memiliki masalah medis lain. Sehingga tidak diketahui penyebabnya seperti mengutip laman Kids Health.
Penanganan Katarak Kongenital
Dalam beberapa kasus, dokter mata melakukan operasi untuk mengangkat katarak kongenital. Beberapa katarak kongenital tidak memerlukan operasi.
Jika penglihatan bayi terganggu, operasi biasanya dilakukan segera setelah diagnosis, yaitu pada usia 6–8 minggu. Selama prosedur operasi, dokter mata akan mengangkat bagian lensa yang keruh.
Setelah operasi, bayi atau anak biasanya perlu memakai lensa kontak atau kacamata untuk membantu matanya fokus dengan baik. Beberapa bayi juga akan memakai penutup mata untuk membantu perkembangan penglihatan otaknya
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652541/original/045164600_1700205994-Ilustrasi_ibu__bayi_laki-laki__Islami__muslim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8225159/original/056714600_1781085270-20260530_130845.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6382175/original/056460800_1779257355-nina.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6380334/original/077567400_1779255437-katarak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5753293/original/059201800_1778654616-a210af85-9035-4d7e-8107-629fb93eccb8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032122/original/009055300_1733123996-fotor-ai-2024120214150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568330/original/054028800_1777355710-Wakil_Menteri_Kesehatan_Dante_Saksono_Harbuwono__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567211/original/025743900_1777270346-55229294778_d14210d34a_w.jpg)