Liputan6.com, Jakarta Bali Waste Cycle (BWC) mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Termasuk menyulap sampah plastik menjadi kaki palsu yang sangat bermanfaat bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan.
“Kami tidak sekadar membuat papan dari sampah, tapi juga menghubungkannya dengan kebutuhan sosial masyarakat, termasuk pembuatan kaki palsu,” kata Direktur Bali Waste Cycle (BWC), Olivia Anastasia Padang, dalam talkshow bertajuk 'Towards Circularity: Tackling Waste Management Challenge Through Multi Stakeholder Collaboration' di Habitate Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Salah satu inovasi BWC adalah memanfaatkan plastik multilayer menjadi produk turunan. Dari papan olahan, mereka bisa membuat meja, kursi, lemari, hingga kaki palsu.
Advertisement
“Satu papan ukuran satu kali satu meter membutuhkan sekitar 22 kilogram sampah plastik,” jelas Olivia.
Produk kaki palsu ini bukan sekadar simbol inovasi, tapi juga memberikan harapan baru bagi penyandang disabilitas di desa Bengkala, Buleleng. Desa tersebut dikenal dengan populasi penyandang disabilitas yang cukup tinggi, sehingga program ini memiliki dampak sosial nyata.
“Kami tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga memberi solusi kesehatan sekaligus membuka peluang kerja bagi mereka yang masih di usia produktif,” tambahnya.
Dengan begitu, sampah plastik yang tadinya tidak bernilai bisa berubah menjadi instrumen pemberdayaan.
Pemberdayaan Komunitas Desa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328428/original/048267100_1756222085-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_22.05.21_ab833a5e.jpg)
Dalam beberapa tahun terakhir, BWC berhasil meningkatkan kapasitas pengolahan dari 2 ton menjadi 40-50 ton per bulan. Edukasi masyarakat dilakukan dengan pendekatan berbeda di setiap komunitas, mulai dari sekolah, hotel, hingga desa adat. Program ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa berjalan bila dilakukan dengan kolaborasi lintas pihak.
Selain memberi solusi lingkungan, inovasi pengolahan plastik ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat desa dan penyandang disabilitas. Dampaknya bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga meningkatkan kesejahteraan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa isu lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aspek kesehatan dan sosial. Dengan mengubah limbah plastik menjadi produk bermanfaat, BWC memperlihatkan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal menjaga bumi, tetapi juga memberi harapan baru bagi kelompok rentan.
Advertisement
Tantangan
Olivia menyebutkan soal tantangan utama ada pada keterlibatan masyarakat. Edukasi tentang memilah sampah harus disampaikan sesuai konteks lokal, baik kepada ibu-ibu PKK maupun pemilik hotel.
“Kami tidak bisa jual mimpi. Yang penting mulai dari apa yang mereka punya,” jelasnya.
Misalnya, jika desa belum punya TPS aktif, BWC membantu menghubungkan dengan Dinas Lingkungan Hidup. Strategi ini dilakukan secara bertahap, menciptakan kisah sukses kecil yang bisa ditularkan ke wilayah lain.
Menurut Olivia, pendekatan komunitas penting karena tidak ada solusi tunggal untuk pengelolaan sampah di Indonesia. “Kalau di Jakarta bisa bicara soal waste-to-energy, di desa kami harus bicara hal yang lebih sederhana dan nyata,” tambahnya.
Kolaborasi Banyak Pihak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328429/original/063699300_1756222085-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_22.13.57_c12aba49.jpg)
Bali Waste Cycle tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng pemda, sektor informal, hingga brand owner untuk memperkuat rantai pasok.
“Kami belajar dari pengepul yang selama ini hanya ambil plastik bernilai tinggi, lalu menggabungkannya dengan insentif baru seperti Extended Producer Responsibility (EPR),” kata Olivia.
Dukungan pemerintah daerah juga signifikan, misalnya Pemkab Klungkung yang menyediakan akses TPST untuk operasional pengolahan sampah. Di sana, satu hari bisa masuk hingga 40 ton sampah.
“Kami siapkan SOP dan teknologi, sementara tenaga kerja dan listrik ditanggung pemda,” tambahnya.
Kolaborasi semacam ini membuat BWC bisa lebih efisien dalam pengelolaan, tanpa harus bergantung pada tipping fee.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328427/original/035911000_1756222085-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_19.05.57_1a13f709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5930745/original/094985400_1778828329-person-doing-selective-recycle-garbage_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258830/original/011491900_1781413200-IMG_3403.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5634679/original/024530500_1778235152-Banner_Infografis_Darurat_Sampah_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7835792/original/042175600_1780656499-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6684616/original/005392400_1779506499-HL_kreatuf.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662924/original/056353000_1778321979-Sampah_Lingkungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4628731/original/045785900_1698648568-20231030-Bantar_Gebang-HER_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561629/original/000025800_1776755383-gayung_retak.jpg)