Sukses

So Sweet, Momen Pertemuan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Remaja Autisme di Borobudur

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan video saat bertemu penyandang autisme, Martin, dalam acara Jersey Tour de Borobudur 2022.

Video singkat itu viral lantaran menyentuh hati warganet. Pertemuan tersebut cukup unik karena awalnya penyandang autisme asal Bandung itu tidak mengenali Ganjar.

Video ini diunggah ulang oleh komunitas disabilitas Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin). Dalam keterangan video disebutkan bahwa remaja berusia 15 itu dengan sabar menunggu kedatangan Ganjar sejak pagi.

Hingga akhirnya Ganjar berkeliling meninjau stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Disabilitas di acara tersebut. Salah satunya adalah Zoleka, produk apparel yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai desainernya.

Saat itu, Martin masih sibuk menggambar dan tak sadar akan kehadiran Ganjar. Lalu pendampingnya memberitahu jika idolanya, Ganjar Pranowo datang. Namun Martin tak langsung mengenali Ganjar.

“Bapak siapa?” kata Martin.

“Hayo siapa,” jawab Ganjar.

“Siapa?”

“Siapa coba?”

“Ah enggak tahu Pak,” kata Martin dengan polosnya.

Saat itu, Ganjar mengenakan pakaian untuk bersepeda lengkap dengan topi. Hal inilah yang membuat Martin tak mengenali idolanya itu. Ia sempat berdiri dan dengan kesal menanyakan di mana Ganjar, padahal idolanya sudah ada di hadapannya.

“Katanya Pak Ganjar mau ke sini,” kata Martin dengan kesal kepada pendampingnya.

“Itu Pak Ganjar,” ujar pendampingnya.

“Pak Ganjar mana?” tanya Martin kepada Ganjar.

Sambil tertawa geli, Ganjar pun melepas topinya. Seketika Martin melompat dan berteriak sambil memeluk Ganjar.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Ketulusan Adalah Bahasa Universal

Usai perjumpaan itu, Ganjar mengatakan perlu kesadaran tinggi bagi masyarakat awam untuk memahami anak-anak penyandang disabilitas.

“Ketulusan adalah satu-satunya bahasa universal yang paling mudah kita tangkap namun terkadang justru susah terungkap. Dia tidak terikat pada suku, agama bahkan negara. Tapi dia diikat kuat oleh perasaan bahwa ada cinta yang hendak dihaturkan,” kata Ganjar dalam keterangan video dikutip Kamis (10/11/2022).

“Kami banyak belajar darimu, Martin. Bagaimana kita fokus dan bersemangat untuk melakukan sesuatu dan membuat manfaat,” tambahnya.

Ganjar pun menjelaskan bahwa saat itu Martin sedang menggambar Jersey untuk memeriahkan acara sport tourisme itu.

“Salah satu karya Martin berada pada Jersey Tour de Borobudur 2022, salah satu event sport tourisme andalan Jawa Tengah. Terus semangat berkarya, Martin. Karena kamu adalah inspirasi bagi kita semua.”

3 dari 4 halaman

Menyentuh Hati Warganet

Video singkat pertemuan Ganjar dengan Martin telah ditonton oleh 1,1 juta warganet hingga Kamis 10 November 2022 pukul 8.50 WIB.

Tak sedikit pula warganet yang merasa hatinya tersentuh setelah melihat potongan video itu.

“Menyentuh hati. Saya menonton video ini berulang kali. Hanya ketulusan hati yang bisa menyentuh hati. Ini tidak bisa dibuat-buat. Harus otentik. Doa terbaik kami untuk bangsa ini,” ujar seorang warganet.

“Sungguh menyentuh hati Pak Ganjar, maklum tak semua orang memahami respons-respons tak biasa dari anak-anak dengan autisme. Terima kasih untuk video ini Pak. Salam dari saya untuk anak-anak istimewa seperti Martin dimanapun berada,” kata warganet lainnya.

4 dari 4 halaman

Pendidikan untuk Anak Autisme

Di antara warganet yang berkomentar, ada pula ibu dari anak autisme. Ia mengutarakan kesulitannya dalam mencari sekolah yang tepat dan berharap Ganjar bisa membantu memecahkan masalah ini.

“MashaAllah Pak Ganjar, satu hal yang saya titip ke Bapak, jika Allah merestui Bapak untuk jadi orang nomor 1 di Indonesia nanti di tahun 2024. Saya ini Ibu yang memiliki anak yang Alhamdulillah sangat spesial.”

“Dia menyandang autisme ringan dengan keterbatasannya sungguh kami orangtua jujur sangat amat susah mencari sekolah yang capable untuk mereka. Walau sekarang dia sekolah di sekolah inklusi, tapi saya lihat justru ini jadi burden buat dia karena pelajarannya sangat susah.”

Pelajarannya persis seperti anak reguler pada umumnya, lanjut ibu itu. Ia berharap pemerintah lebih memerhatikan pendidikan anak-anak spesial.

“At least buatlah satu aja di kota-kota besar, sekolah yang mumpuni untuk mereka ini. Sekarang jujur, kami dibebankan dengan biaya yang dua kali lebih mahal dari reguler tapi mereka tidak enjoy dengan pelajarannya. Please Pak Ganjar, tolong dipikirkan banget untuk masalah ini Pak,” pungkasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.