Sukses

Penyandang Disabilitas Intelektual Ringan Masih Bisa Bekerja, Ini Dukungan yang Dapat Diberikan

Liputan6.com, Jakarta Kondisi disabilitas intelektual memiliki tingkat tersendiri. Ada yang ringan ada pula yang berat.

Menurut Co-Founder Pijar Psikologi, Regis Machdy, penyandang disabilitas intelektual ringan masih bisa melakukan pekerjaan sederhana sehari-hari secara mandiri jika diberikan akses dan fasilitas yang memadai.

“Orang-orang dengan disabilitas intelektual range-nya kan macam-macam ada juga yang masih bisa bekerja, pekerjaan yang teknis dan repetitif itu mereka masih bisa lakukan,” ujar Regis dalam kuliah umum yang ia bagikan di saluran YouTube pribadinya (Regis Machdy), dikutip Rabu (14/4/2021).

Ia mencontohkan beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penyandang disabilitas intelektual ringan yakni melinting rokok, membungkus, membersihkan meja, dan pekerjaan sederhana lain yang polanya jelas.

Dalam mendukung perkembangan penyandang disabilitas intelektual di kehidupan sehari-hari, lingkungan memiliki peran tersendiri.

Menurut Regis, dukungan berkaitan dengan strategi dan sumber daya yang dibutuhkan seseorang agar individu dapat berfungsi dalam lingkungannya.

Misal, ketika penyandang disabilitas intelektual haus maka ia harus tahu di mana letak gelas dan air yang ia butuhkan. Orangtua dalam hal ini dapat mengajarkan anaknya tentang tempat menyimpan gelas dan tempat mengambil air sehingga anak dapat melakukannya sendiri di kemudian hari.

“Kalau dia mau ke toilet, dia perlu tahu pintu mana yang menuju ke toilet, cara membuka retsleting, cara menekan flush. Itu kan kemampuan dasar yang orang kebanyakan dengan melihat waktu kecil bisa langsung tahu cara pipis dan lain-lain.”

“Tapi, bagi orang dengan disabilitas intelektual, itu semua adalah sebuah konsep yang butuh diajarkan secara perlahan dengan alur yang sangat jelas langkah demi langkahnya supaya mereka paham dan berfungsi di lingkungan.”

2 dari 4 halaman

Dukungan Teknologi

Dukungan bagi penyandang disabilitas intelektual juga bisa dalam bentuk teknologi, lanjut Regis. Misal, diberi tablet atau ponsel pintar untuk membantunya berkomunikasi.

“Jadi mereka semacam punya tablet gitu, ada berbagai gambar yang bisa mereka klik ketika mereka mau ngomong sesuatu tapi tidak punya kapasitas verbal yang cukup,” tutupnya.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini