Sukses

6 Panduan Mitigasi Bencana bagi Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Penanggulangan kondisi pasca terjadinya bencana ini sangat dibutuhkan oleh korban, termasuk penyandang disabilitas. Karena kesulitan ini lebih besar dirasakan oleh mereka. Penting untuk kita mengetahui apa-apa saja yang perlu diperhatikan ketika melakukan mitigasi bencana bagi penyandang disabilitas.

Melansir laman Accessiblesociety yang dikelola oleh kemitraan mitigasi bencana Amerika Serikat, terdapat 7 prinsip utama sebagai panduan melakukan bantuan bencana.

1. Fasilitas dan layanan bencana yang dapat diakses

Pentingnya teknologi komunikasi bagi para penyandang disabilitas selama bencana yakni untuk membantu menilai kerusakan, mengumpulkan informasi, dan membagikan kebutuhan logistik. Pantauan akses tempat tinggal, tempat tidur, toilet, dan kebutuhan lain yang harus disediakan untuk individu penyandang disabilitas ketika sebelum hingga setelah bencana.

2. Komunikasi dan bantuan yang dapat diakses

Karena teknologi dan kebijakan komunikasi menjadi unsur terpenting dalam bantuan dan mitigasi bencana, penyediaan aksesibilitas ke teknologi bagi para penyandang disabilitas sangat diperlukan. Orang dengan gangguan pendengaran membutuhkan teknologi yang menghadirkan informasi dalam bentuk tulisan, sedangkan orang dengan gangguan pengelihatan membutuhkan teknologi yang menghadirkan informasi dalam bentuk suara. Selain itu, orang dengan gangguan kognitif memerlukan bantuan untuk mengatasi lingkungan baru dan meminimalkan faktor kebingungan.

3. Komunikasi penyelamatan yang dapat diakses dan diandalkan

Teknologi komunikasi yang dapat diakses dan dapat diandalkan sangat penting untuk memastikan penanganan lapangan yang cepat, efektif, dan kompeten terhadap para penyandang disabilitas. Sebab teknologi satelit dan seluler serta jaringan komunikasi pribadi di area bencana mungkin saja mengalami kerusakan atau hancur.

 

2 dari 4 halaman

4. Bekerjasama dengan Komunitas Penyandang Disabilitas

Organisasi penyandang disabilitas harus bergabung dengan organisasi pemberi bantuan dan penyelamatan, serta media untuk menginformasikan rencana kontingensi dan swadaya bencana. Upaya kesadaran nasional harus dirancang dan dilaksanakan untuk menginformasikan para penyandang disabilitas tentang tindakan pencegahan yang diperlukan untuk bencana yang akan terjadi. Sehingga ketika terjadi bencana alam mendadak, program semacam itu akan meminimalisir cedera dan memfasilitasi upaya penyelamatan. Selain itu, perlunya mendorong kaum muda penyandang disabilitas mempelajari teknologi, kedokteran, sains, dan teknik untuk mendapatkan kekuatan atas kemajuan teknologi di masa depan dalam penanggulangan bencana.

5. Persiapan, pendidikan, dan pelatihan bencana

Teknologi komunikasi sangat penting untuk mendidik masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan memperingatkan mereka yang paling mungkin terkena dampak. Operasi bantuan dan penyelamatan harus memiliki peralatan medis, perbekalan, dan pelatihan yang sesuai untuk menangani kebutuhan mendesak para penyandang disabilitas. Individu yang terkena mungkin memerlukan kebutuhan khusus, seperti kantong urin, pompa insulin, atau kursi roda. Tim penyelamat harus dibekali dan dilatih untuk menggunakan peralatan tersebut dan memberikan pelatihan bagi personel dan relawan di lapangan.

6. Bekerjasama dengan media

Banyak bencana alam yang dapat diprediksi sebelumnya. Kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi penyandang disabilitas sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana. Media harus memberikan anjuran ketika melakukan siaran darurat dengan bentuk informasi yang dapat diakses oleh para penyandang disabilitas. Pesan media yang dapat diakses sangat penting untuk para penyandang disabilitas untuk melindungi diri dari bencana.

3 dari 4 halaman

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19.

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: