Sukses

Idap Symbrachydactyly, India Atkinson Edukasi Disabilitas di TikTok

Liputan6.com, Jakarta Meskipun masih berusia 20 tahun, India Atkinson telah menjadi influencer untuk mengedukasi disabilitas. Wanita asal Belfast, Irlandia Utara ini mengidap Symbrachydactyly, kondisi langka yang berarti dia dilahirkan tanpa jari di tangan kirinya.

Dia mengatakan seringkali ada stigma yang melekat pada disabilitas dan dia ingin membuat orang lain merasa nyaman dengan memamerkannya.

Dia mulai membuat video TikTok untuk mengatasi kesalahpahaman umum tentang disabilitasnya menggunakan humor ala TikTok. Ia pun akhirnya menjadi viral berkat edukasinya tentang disabilitas.

Saat tumbuh dewasa, India sering mendengar kata "aneh" untuk menggambarkan tangannya. "(Tanganmu) itu seperti kaki", "Kenapa itu tampak seperti kaki?", "Ataukah itu memang kaki?" Itulah ungkapan-ungkapan yang sering India dengar dari orang lain yang melihatnya atau komentar orang-orang di postingan media sosialnya.

Tapi India tak pernah ambil pusing semua itu. Ia hanya menjawab (dengan lelucon), "apakah kakimu terlihat seperti ini?" (sambil menunjukkan tangan kirinya). "Kalau kakimu terlihat seperti ini, kamu sebaiknya pergi ke dokter," lanjutnya.

Tak jarang pula India menerima pertanyaan konyol seperti: "Bagaimana caranya ber-make-up?" Dengan humornya, ia menjawab, "Kamu bahkan tidak memerlukan lima jari untuk ber-make-up, cukup dua jari saja untuk mengambil sesuatu dan mengaplikasikannya pada wajahmu."

Tapi ada juga yang menanyakan hal yang cukup masuk akal seperti: "Bagaimana caramu menyetir?", "Bisakah kamu menyetir?", "Bisakah kamu tunjukkan caramu menyetir?", "Bagaimana kamu menjalankan perkuliahan?", dan lain halnya yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Indiana bahwa orang-orang berpikir atau meragukan kalau dirinya tidak mampu melakukannya.

Gaya bahasanya yang mudah dipahami dengan gaya khas anak muda saat menjelaskan disabilitasnya, ia menjadi viral di media sosial dan menjadi bintang TikTok. Indiana mengakui bahwa ia tak menyangka jutaan tahun sekalipun bahwa ia bisa menjadi terkenal. Video-videonya telah dilihat sebanyak lebih dari tiga juta kali dan telah menginspirasi banyak anak muda dengan disabilitas.

"Ada banyak orang diluar sana yang memiliki disabilitas dan karena stigma yang telah ada, mereka menjadi kurang percaya diri untuk menunjukkan diri pada dunia dan terutama karena mereka merasa tidak nyaman (dengan keadaannya)." ujar India kepada BBC.

 

2 dari 3 halaman

Kerap alami diskriminasi

Dengan keadaan seperti itu, India berharap dapat mengubahnya. Miskonsepsi terkait disabilitas yang telah ada sejak lama, sedang berusaha India ubah dan menunjukkan betapa mampunya ia melalui videonya.

India menceritakan kasus-kasus yang sering dialami penyandang disabilitas, seperti salah satunya diskriminasi, dengan gaya penyampaian yang seru ditambah komedi. Harapannya agar itu bisa sampai kepada orang-orang dengan disabilitas lainnya dan membuka percakapan dengan yang lainnya.

"Satu kata umum yang saya ingat pernah dengar dari orang dewasa adalah "kasihan masih muda" dan "itu aneh". Saya sudah cukup sering mendengar kata aneh. Dan setelah saya perhatikan kembali, saya berpikir kata itu terlalu buruk untuk saya dengar saat saya masih kecil jika mendengar kata "aneh" diasosiasikan dengan sesuatu tentang tubuh saya. Dan itu benar-benar mengisolasi dirimu secara mental dan terkadang secara fisik diantara grup sosial," katanya kepada BBC.

Seandainya ada seseorang penyandang disabilitas yang percaya diri tentang keadaannya di media sosial yang bisa saya kagumi, itu akan membuatnya lebih percaya diri. "Jika ada orang di media sosial yang percaya diri tentang disabilitasnya dan bisa saya kagumi maka itu akan membuat saya percaya diri untuk mengatakan, "mungkin itu tidak akan terlalu aneh bahwa saya memiliki disabilitas, bahkan mungkin saya dapat melakukannya juga," katanya dalam video.

"Namun kini saya memiliki anak yang harus saya urusi dan saya harus tampak cool dihadapan mereka," lalu dilanjutkan dengan candaannya, "apakah saya cool? Haha."

Menurutnya, komedi adalah bahasa universal. Setiap orang sangat suka tertawa. Ia sampai memikirkan bahwa mungkin ada komedi yang cocok untuk penyandang disabilitas tanpa mentertawakan disabilitasnya, melainkan tertawa bersamanya.

India berharap akan melihat lebih banyak influencer dengan disabilitas di media sosial. Ia akan berusaha terus untuk mengedukasi orang-orang, berusaha menghancurkan dinding pembatas, memiliki percakapan yang seharusnya. "Saya harap, mungkin, 10 tahun kemudian kita bisa melihat masa lalu dari apa yang berubah dan senang (akan perubahan tersebut) tentangnya."

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: