Sukses

Miliki Anak Down Syndrome Rocker Irlandia Corman Neeson Rasakan Perubahan Pada Hidup dan Musiknya

Liputan6.com, Jakarta Rocker asal Irlandia Corman Neeson adalah satu dari sekian orangtua yang khawatir jika memiliki anak dengan disabilitas. Namun, ia tak pernah menyangka hidup dan musiknya berubah setelah memiliki anak dengan down syndrome.

Pada 2014, Neeson memiliki segala yang diinginkan. Dia berada di band yang sukses dan melakukan tur dengan superstar seperti Rolling Stones dan AC/DC. Lelaki berambut panjang ini sudah menikah, dan istrinya Louise sedang hamil saat itu.

Namun, ketika pergi ke persalinan prematur, dia pikir hidupnya tiba-tiba terbalik. Sejak awal, kehamilan itu penuh dengan potensi komplikasi. Awalnya, dokter mengira Louise mengalami kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim.

2 dari 3 halaman

Bulu Putih

Di samping perkiraan itu masih ada kekhawatiran bahwa bayi mereka mungkin tidak selamat. Sehari sebelum USG guna mengetahui jabang bayi masih hidup atau tidak, Neeson pergi berjalan-jalan.

“Banyak pencarian jiwa berlangsung. Saya berkata dengan keras, 'Saya butuh tanda'. Pada saat itu saya terhenti di jalur saya," katanya, dalam sebuah wawancara dengan BBC seperti dikutip dari liveaction.com.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tak sengaja melihat bulu putih. "Di Irlandia, bulu putih melambangkan kehidupan." Benar saja, detak jantung bayi mereka terdeteksi pada hari berikutnya.

Tapi kemudian, pada usia kehamilan 27 minggu, Louise mengalami persalinan prematur. Putra mereka, Dabhog, harus berada dalam inkubator selama empat bulan. "Itu adalah waktu yang luar biasa gelap dan bermasalah," katanya.

"Untuk sebagian besar dari waktu itu kami tidak yakin setiap hari apakah dia akan berhasil." Dan kemudian, dua minggu kemudian, mereka mengetahui bahwa Dabhog menyandang Down Syndrome.

"Itu adalah sesuatu yang baru saja ditambahkan ke seluruh pengalaman yang sangat intens."

Keadaan menjadi lebih sulit karena band Neeson, The Answer, tengah mempersiapkan album baru. "Saya harus pergi dari rumah sakit selama 20 atau 30 menit dan melakukan wawancara untuk mempromosikan album," katanya.

“Saya harus berpura-pura berada di tempat di mana saya merasa nyaman merilis musik rock 'n roll yang baik. Itu tentunya kebalikan dari yang saya rasakan. "

3 dari 3 halaman

White Feather dan Broken Wing

Album tersebut adalah penghargaan untuk Dabhog. Album itu dinamai "White Feather" merujuk kembali ke tanda yang dia dapatkan sebelum mendengar detak jantung anaknya. Salah satu lagunya berjudul "Broken Wing" ditulis sebagai penghormatan kepada putranya.

"Ini adalah kesempatan yang baik untuk berbicara tentang Down syndrome dan menormalkan apa itu Down syndrome, juga untuk merayakan kelahiran anak saya.”

Dia ingin menunjukkan betapa kuat dan uniknya pengalaman membesarkan anak dengan kebutuhan khusus. Serta untuk membantu orangtua baru anak-anak dengan Down syndrome.

 “Jika anak Anda menyandang Down syndrome, bukan itu yang menentukan kualitas anak Anda. Anak Anda unik dan luar biasa seperti anak lainnya. Saya belum pernah bertemu orang seperti anak saya, Dabhog. Kegembiraan yang dia bawa ke dalam hidup kita adalah sesuatu yang tidak bisa saya gambarkan.”

Sekarang, Dabhog berusia lima tahun dan memiliki adik laki-laki. Menumbuhkan anak dan melihat mereka berkembang, komunikatif, dan membawa kegembiraan di tengah keluarga adalah kebahagiaan tersendiri bagi Neeson.

 “Sebelum istri saya hamil Dabhog, saya kira satu-satunya fokus saya dalam hidup adalah diri saya sendiri dan saya pikir Anda menjadi jauh lebih tidak egois ketika Anda memiliki anak,” pungkas Neeson.

Loading