Sukses

28 Tahun Hilang, Seorang Ibu Kembali dengan Sindrom Korsakoff

Liputan6.com, Jakarta Kurang lebih 28 tahun lamanya Soon-Sik tumbuh tanpa kehadiran sang ibu. Namun, suatu ketika polisi menghubungi pria itu dan mengabarkan bahwa ibunya telah ditemukan. Sang ibu kembali hadir, namun bersama disabilitas mental yang disandangnya.

Kisah ini berawal ketika Soon Sik duduk di kelas 3 SD pada 1992. Kala itu, tiba-tiba ibunya datang ke sekolah menemuinya. Setelah pertemuan itu, ia tak pernah lagi melihat sang ibu sampai petugas menemukannya di pinggir jalan pada 2019.

Pria asal Korea Selatan ini beberapa kali melakukan pencarian. Bahkan, selebaran pun disebar demi menemukan ibu tercinta.

Ketika polisi menemukan sang ibu, sontak ia menemuinya di kantor polisi. Namun, keadaan ibu sekarang terlihat memprihatinkan. Ia menjadi sangat tua dan gigi-giginya rontok.

“Dulu ibu adalah wanita yang cantik dan sangat menyayangi anak-anaknya. Kata dokter, giginya rontok karena sebuah benturan. Aku tak bisa membayangkan betapa beratnya yang telah ia lalui selama ini,” ujar Soon Sik pada SBS What On Earth.

2 dari 3 halaman

Akibat Trauma Masa Lalu

Tak hanya fisiknya yang berubah, kesehatan mentalnya pun terganggu. Ketika ditanya mengenai masa lalu, ia malah mengarang cerita dan diakhiri dengan marah-marah. Bahkan tim SBS diusirnya.

“Suamiku meninggalkanku, anakku dibawa olehnya. Ia menikah dengan banyak wanita,” kata sang Ibu.

Semua cerita itu ternyata kebanyakan adalah cerita bohong. Sebetulnya sang ibulah yang meninggalkan keluarganya.

Menurut Soon Sik, hal ini diduga ada kaitannya dengan trauma masa lalu. Dulu keluarganya sempat terpuruk. Bisnis sang ayah hancur dan mereka keulitan di bidang ekonomi. Saat sang ayah bangkrut, ia melakukan kekerasan pada sang ibu.

"Dia telah menghapus semua hal yang tidak menyenangkan dan terus mengarang cerita."

3 dari 3 halaman

Menyandang Sindrom Korsakoff

Untuk mengetahui keadaan wanita tua itu, tim SBS menaruh kamera tersembunyi di kamarnya. Hal yang mengejutkan tertangkap kamera.

Ia acap kali berbicara sendiri dan bahkan tertawa terbahak-bahak seolah sedang mengobrol dengan seseorang. Tampaknya, ia menyandang gangguan jiwa.

Dengan keadaan seperti itu, sang anak penasaran bagaimana ia melewati hari-harinya selama 28 tahun. Setelah dilacak, ternyata sang ibu tinggal di rumah sakit jiwa.

Menurut seorang petugas rumah sakit jiwa, perempuan itu adalah tunawisma dan dibawa ke rumah sakit tersebut oleh petugas kantor distrik.

“Dia tidak menjawab setiap kali saya bertanya tentang masa lalunya. Dia meminta saya untuk memanggilnya ibu Soon Sik,” ujar petugas RSJ.

Sang ibu kemudian diboyong ke rumah sakit untuk memeriksa kejiwaannya. Dokter menemukan kelainan pada diri sang ibu. Menurutnya, wanita itu terkena sindrom Korsakoff, gangguan ingatan akibat kekurangan vitamin B1. 

"Dia mengarang cerita untuk mengisi bagian yang tidak bisa dia ingat. Dia juga memiliki halusinasi pendengaran dan halusinasi visual yang menujukkan bahwa dia mungkin menyandang skizofernia,” kata dokter.

Sindrom Korsakoff juga dilihat dari sisi emosional si ibu yang sama sekali tidak terharu ketika melihat anaknya setelah 28 tahun. Gangguan ingatan, amnesia pun menjadi penyebab dirinya lupa akan banyak hal.

Satu hal yang tak pernah ia lupakan adalah anaknya. Soon Sik memperlihatkan sebuah foto ketika ia duduk di kelas 3 SD.

“Apa ibu mengingat foto ini.”

“Tentu saja, aku yang mengambil foto itu.”

Soon Sik akan terus melakukan perawatan pada ibunya. Walaupun sang ibu menyandang gangguan mental dan kejiwaan. Namun, ibu tetaplah ibu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Langkah Awal Persiapkan Remaja Difabel Hadapi Masa Puber
Artikel Selanjutnya
Lingkungan Anti Bullying Perlu Diciptakan Termasuk untuk Difabel Intelektual