Sukses

Dampak Pengurangan Sedotan Plastik bagi Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan sedotan plastik merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan. Namun, pengurangan penggunaan sedotan sendiri berdampak pada penyandang disabilitas.

Dilansir dari disabilityhorizons.com, penggunaan sedotan sangat dibutuhkan oleh penyandang disabilitas untuk mengakses minuman. Hal ini disebabkan kondisi tangan yang tidak mampu menggenggam gelas.

Jika larangan sedotan pelastik diberlakukan, itu berarti sedotan plastik sekali pakai tidak lagi tersedia di kedai, restoran, dan kafe. Beberapa kafe telah mengganti sedotan plastiknya dengan alternatif ramah lingkungan.

“Dari Mei tahun 2019, beberapa restoran telah menyimpan sedotan di belakang meja dan hanya memberi ketika pelanggan meminta satu. Ini terjadi di McDonald's, yang juga menguji coba sedotan kertas,” tulis Disability Horizons.

Beberapa pengecualian untuk larangan penggunaan plastik sekali pakai untuk alasan medis dan untuk membantu orang disabilitas masih diperlukan.

2 dari 3 halaman

Sedotan Alternatif Menurut Seorang Difabel

Seorang penyandang disabiliitas asal UK bernama Andy Wright menjelaskan kebutuhannya terhadap sedotan.

Andy menganalisis penggunaannya dan memutuskan untuk mengurangi sedotan. “Tidak hanya membantu planet ini, tetapi juga berarti bahwa cadangan sedotan saya akan bertahan lama, mudah-mudahan, sampai ada alternatif yang layak,” tulisnya dalam Disability Horizons.

Pria paruh baya ini berpendapat, menurut pengalamannya, penggantian sedotan pelastik dengan sedotan lain sama sekali tidak cocok baginya. Segala jenis minuman hanya bisa ia minum menggunakan sedotan.

Ketika meminum kopi atau teh panas menggunakan sedotan kertas, sedotan itu tidak cukup kuat. Ia pun mencoba berbagai jenis sedotan dan memberitahukan beberapa alternatif yang dapat dicoba. Aternatif tersebut antara lain sedotan stainless steel, sedotan silikon, dan sedotan bambu.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Aktor X-Men Beri Dukungan untuk Korban Bullying dengan Dwarfisme
Artikel Selanjutnya
Rancang Buku Audio, Difabel ini Berhasil Gapai Mimpi Lewat Tulisan