Sukses

Inspirasi Kata-Kata Mutiara dari Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta - Kata-kata mutiara dapat digunakan untuk menjadi penyemangat hidup orang. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas.

Kata-kata mutiara tersebut bisa dibuat oleh siapa saja, begitu pula dengan penyandang disabilitas. Para tokoh dunia disabilitas rupanya memiliki kata-kata mutiara yang bisa menginspirasi banyak orang lantaran penuh dengan makna.

Dikutip dari www.vantagemobility.com, Selasa (2/10/2019), setidaknya ada 30 kata-kata mutiara yang sarat makna dibuat oleh penyandang disabilitas. 

Kata-kata mutiara tersebut didapat dan ditulis para tokoh sebagai pengungkapan pengalaman yang mereka dapatkan  selama masa hidupnya.

Dari beberapa kata mutiara tersebut, setidaknya bisa mengambil berbagai kutipan para tokoh penyandang disabilitas sebagai pelajaran hidup:

1. Muhammad Ali

"It’s the repetition of affirmations that leads to belief. And once that belief becomes a deep conviction, things begin to happen."

"Ini adalah pengulangan dari keteguhan yang mengarah pada kepercayaan. Dan begitu kepercayaan itu menjadi keyakinan yang mendalam, sesuatu mulai terjadi. "

2. Stephen Hawking

"My advice to other disable people would be, concentrate on things your disability doesn’t prevent you doing well, and don’t regret the things it interferes with. Don’t be disabled in spirit as well as physically."

"Saran saya kepada orang-orang cacat lainnya, berkonsentrasilah pada hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan dengan baik, dan jangan sesali hal-hal yang mengganggu. Jangan cacat dalam roh juga secara fisik."

3. Stevie Wonder

"Just because a man lacks the use of his eyes doesn’t mean he lacks vision."

"Hanya karena seorang pria tidak menggunakan matanya, itu tidak berarti dia tidak memiliki penglihatan."

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Khang Kijarro Nguyen

"Able does not mean enable. Disable does not mean less able."

"Mampu bukan berarti memungkinkan. Penyandang cacat tidak berarti kurang mampu."

5. Theodore Roosevelt

"Believe you can and you’re halfway there."

"Percaya kamu bisa dan kamu sudah setengah jalan di sana."

6. Jimmy Dean

"I can’t change the direction of the wind, but I can adjust my sails to always reach my destination."

"Aku tidak bisa mengubah arah angin, tapi aku bisa mengatur layarku untuk selalu mencapai tujuanku."

7. Unknown

"Hard things are put in our way, no to stop us, but to call out our courage and strength."

"Hal-hal sulit menghalangi kita, bukan untuk menghentikan kita, tetapi untuk memanggil keberanian dan kekuatan kita."

8. Martina Navratilova

"Disability is a matter of perception. If you can do just one thing well, you’re needed by someone."

"Kecacatan adalah masalah persepsi. Jika Anda dapat melakukan satu hal dengan baik, Anda dibutuhkan oleh seseorang."

9. Yvonne Pierre, Hari Jiwaku Menangis: A Memoir

"When you focus on someone’s disability you’ll overlook their abilities, beauty and uniqueness. Once you learn to accept and love them for who they are, you subconsciously learn to love yourself unconditionally."

"Ketika Anda berfokus pada disabilitas seseorang, Anda akan mengabaikan kemampuan, keindahan, dan keunikan mereka. Begitu Anda belajar untuk menerima dan mencintai mereka apa adanya, Anda secara tidak sadar belajar untuk mencintai diri sendiri tanpa syarat."

10. Benjamin Snow, Grade 8, in his essay “Attitudes About People with Disabilities

"Disability is natural. We must stop believing that disabilities keep a person from doing something. Because that’s not true . . . Having a disability doesn’t stop me from doing anything."

"Kecacatan adalah hal yang alami. Kita harus berhenti percaya bahwa disabilitas mencegah seseorang melakukan sesuatu. Karena itu tidak benar. . . Memiliki kecacatan tidak menghentikan saya dari melakukan apa pun."

 

(Annisa Suryanie)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Nerissa Cannon, Lakukan Perjalanan Sejauh 3.700 KM Dengan Kursi Roda
Artikel Selanjutnya
Mendobrak Stereotip Penyandang Disabilitas (Bagian 2): Saat Mereka Bicara Cinta