Regulator Amerika Serikat Menunda Aturan Saham Tokenisasi

Langkah Amerika Serikat menunda rencana mengeluarkan pengecualian yang memungkinkan perusahaan kripto memperdagangkan saham tokenisasi memperlambat integrasi.

Diterbitkan 24 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (The Securities and Exchange Commission/SEC)  atau regulator bursa Amerika Serikat (AS) menunda rencana untuk mengeluarkan pengecualian luas yang memungkinkan perusahaan kripto Amerika Serikat (AS) untuk memperdagangkan saham tokenisasi dan aset tokenisasi lainnya, demikian dilaporkan Bloomberg pada Jumat, 22 Mei 2026.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (23/5/2026), langkah ini memperlambat upaya penting untuk mengintegrasikan blockchain ke dalam pasar sekuritas arus utama.

Staf lembaga tersebut telah bersiap untuk mengeluarkan apa yang disebut pengecualian inovasi sesegera mungkin minggu ini, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut dan berbicara dengan syarat anonim. Namun, jadwalnya telah bergeser karena SEC menyerap umpan balik dari pejabat bursa saham dan peserta pasar lainnya yang telah mengadakan diskusi dengan staf lembaga dalam beberapa hari terakhir.

Poin utama yang menjadi kendala adalah ketentuan yang akan mengizinkan perdagangan token pihak ketiga, representasi digital dari saham perusahaan yang diterbitkan tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari perusahaan yang mendasarinya.

Prospek tersebut telah membuat khawatir beberapa mantan regulator dan pakar pasar, yang memperingatkan hal itu dapat menciptakan masalah pelik bagi perusahaan publik yang mencoba mengelola dividen dan menghitung suara pemegang saham karena token semakin banyak beredar di berbagai jaringan.

Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya mengindikasikan lembaga tersebut akan segera meluncurkan pengecualian inovasi yang diusulkan yang dapat berfungsi sebagai wadah uji regulasi untuk ekuitas on-chain. Penundaan ini memengaruhi perusahaan yang bersiap untuk meluncurkan proyek aset tokenisasi di bawah kerangka kerja yang diantisipasi.

 

Ada Respons yang Berlebihan

Di tengah kritik terhadap penundaan pengecualian tersebut, Komisioner SEC Hester Peirce membela fokus proposal yang terbatas. Kerangka kerja tersebut "terbatas dalam cakupan dan hanya akan memfasilitasi perdagangan representasi digital dari sekuritas ekuitas yang sama yang dapat dibeli investor di pasar sekunder saat ini, bukan sintetis," tulis Peirce di X.

Dia menghargai minat publik pada aturan tersebut, tetapi terdapat respons berlebihan atau hiperbola yang berkembang di sekitarnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.