Harga Kripto Hari Ini 27 Maret 2026: Bitcoin hingga Cardano Kompak Melemah

Berikut daftar harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin (BTC) pada Jumat, (27/3/2026).

Diterbitkan 27 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto hari ini, Kamis (27/3/2026), tepatnya selama 24 jam terakhir bergerak melemah di mayoritas aset digital utama, mencerminkan tekanan pasar global yang masih berlangsung. Koreksi harga kripto ini juga dialami bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

 Sejumlah kripto dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin dan Ethereum tercatat mengalami koreksi cukup dalam, seiring meningkatnya aksi ambil untung investor.

Mengutip laman Coinmarketcap.com, Jumat (27/3/2026) menunjukkan sebagian besar kripto dalam daftar 15 besar berdasarkan kapitalisasi pasar berada di zona merah.

Bitcoin (BTC) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tercatat berada di level USD 68.772,30 atau turun 3,58% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar USD 1,37 triliun, tetap mendominasi pasar meski mengalami koreksi.

Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 5,11% ke level USD 2.063,07. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 248,57 miliar, ETH masih menjadi aset kripto terbesar kedua namun tak lepas dari tekanan jual.

Kemudian, Tether (USDT) relatif stabil di USD 0,9994 dengan penurunan tipis 0,02%. Sebagai stablecoin, kapitalisasi pasarnya mencapai USD 184,14 miliar. BNB berada di harga USD 628,83 atau melemah 3,04% dalam sehari. Kapitalisasi pasar BNB tercatat sebesar USD 85,71 miliar.

XRP turun 4,12% ke level USD 1,36 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 83,47 miliar. Koreksi ini menandakan tekanan yang merata pada aset kripto berkapitalisasi besar.

Pergerakan Kripto Menengah Masih Tertekan

Sementara itu, kripto USD Coin (USDC) relatif stabil di USD 0,9998 tanpa perubahan signifikan (0,00%). Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 78,09 miliar, mencerminkan perannya sebagai stablecoin alternatif.

Solana (SOL) mengalami penurunan cukup tajam sebesar 5,55% ke harga USD 86,62. Kapitalisasi pasar SOL berada di kisaran USD 49,49 miliar. Untuk TRON (TRX) terkoreksi 1,50% ke level USD 0,3112. Kapitalisasi pasarnya mencapai USD 29,49 miliar, menunjukkan tekanan moderat dibanding kripto lain.

Dogecoin (DOGE) turun 4,58% menjadi USD 0,09205, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 15,60 miliar. HYPE berada di harga USD 39,02 atau melemah 3,30% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 9,99 miliar.

 

 

Altcoin Lain Ikut Melemah

Bitcoin Cash (BCH) turun 2,73% ke level USD 460,69 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 9,21 miliar. Untuk Cardano (ADA) mengalami penurunan terdalam di daftar ini, yakni 5,79% ke USD 0,2548. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran USD 9,19 miliar.

Di sisi lain, UNUS SED LEO (LEO) menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan, yakni 0,37% ke level USD 9,51. Kapitalisasi pasar LEO tercatat sebesar USD 8,76 miliar.

Lalu aset kripto Chainlink (LINK) turun 4,91% ke harga USD 8,91 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 6,31 miliar. Monero (XMR) melemah 4,34% ke level USD 327,30. Kapitalisasi pasarnya mencapai USD 6,03 miliar.

 

Tambang Kripto Ilegal Bikin Rugi Rusia Rp 3,79 Miliar

Sebelumnya, aktivitas penambangan kripto ilegal menyebabkan kerugian besar di wilayah Krasnodar, Rusia, sepanjang 2025. Berdasarkan laporan penyedia energi, total kerugian mencapai 18,2 juta rubel atau kurang lebih Rp 3,79 miliar (asumsi kurs Rp 208,38 per rubel), melonjak tajam dibandingkan 745.000 rubel pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas penambangan kripto bawah tanah serta tekanan yang semakin besar terhadap sistem energi dan pasar kripto.

Dikutip dari Coinmarketcap, Kamis (26/3/2026), perusahaan energi Kubanenergo melaporkan lonjakan signifikan dalam kerugian akibat praktik ilegal tersebut. Selain kerugian finansial, konsumsi listrik tanpa izin juga meningkat drastis.

Sepanjang 2025, konsumsi listrik ilegal tercatat mencapai 1,8 juta kWh, naik jauh dari 412.000 kWh pada 2024.

Beberapa temuan utama antara lain:

  • Kerugian meningkat lebih dari 20 kali lipat
  • Konsumsi listrik ilegal mencapai 1,8 juta kWh
  • Ditemukan lima kasus penambangan ilegal
  • Pelanggaran tersebar di berbagai wilayah

Tambang kripto ilegal ditemukan di sejumlah lokasi seperti Kovalevskoye, Uspenskoye, Kavkazskaya, Tamansky, hingga Limanny.

 

 

Biaya Listrik Tinggi Picu Mining Ilegal

Lonjakan aktivitas penambangan ilegal ini didorong oleh faktor ekonomi, terutama tingginya biaya listrik. Sejumlah pelaku mencoba menekan biaya operasional dengan cara melanggar aturan.

Beberapa faktor utama yang mendorong praktik ini antara lain:

  • Harga listrik yang tinggi
  • Kurangnya registrasi resmi
  • Permintaan terhadap mining kripto yang terus meningkat
  • Pengawasan dan penegakan hukum yang terbatas

Fenomena serupa juga terjadi di Republik Adygea. Di wilayah tersebut, kerugian akibat mining ilegal mencapai 1,5 juta rubel dengan konsumsi listrik ilegal sebesar 211.000 kWh.

Hal ini menunjukkan masalah penambangan kripto ilegal tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi mulai meluas ke berbagai daerah.

Â