Paraguay Ikut Tren Bitcoin, Gunakan Mesin Sitaan untuk Mining

Paraguay memanfaatkan perangkat mining Bitcoin sitaan untuk proyek penambangan kripto nasional.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paraguay mulai memanfaatkan peluang dari industri aset kripto dengan menggunakan perangkat penambangan Bitcoin (ASIC) yang sebelumnya disita dari operasi penambangan ilegal.

Langkah ini membuat Paraguay bergabung dengan sejumlah negara yang mulai memanfaatkan potensi Bitcoin secara strategis, seperti El Salvador dan Bhutan.

Dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (7/3/2026), perusahaan listrik milik negara, Administración Nacional de Electricidad (ANDE), bekerja sama dengan perusahaan teknologi Morphware, yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan penambangan kripto, untuk menjalankan proyek tersebut.

Kerja sama ini memanfaatkan perangkat penambangan yang disita saat inspeksi terhadap aktivitas pencurian listrik.

Morphware, yang telah beroperasi di Paraguay dengan memanfaatkan energi hidro dari Bendungan Itaipu, menyatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman akan membuka peluang baru bagi negara tersebut dalam industri digital.

Perusahaan tersebut menyebut kerja sama ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penambangan Bitcoin sebagai peluang di tingkat nasional dalam ekosistem energi dan infrastruktur digital Paraguay yang lebih luas.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Bitcoin Akan Dijual untuk Menstabilkan Pendapatan Energi

Pendiri sekaligus CEO Morphware, Kenso Trabing, mengatakan pemanfaatan kembali perangkat penambangan yang disita dapat mengubah listrik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi sumber nilai ekonomi baru.

“Dengan menempatkan kembali mesin penambang Bitcoin di lokasi yang diatur dan dikendalikan oleh perusahaan utilitas, kita dapat mengubah listrik yang tidak terpakai menjadi komputasi produktif yang mendukung jaringan Bitcoin sekaligus ekonomi kecerdasan buatan global,” ujar Trabing.

Presiden ANDE, Felix Sosa, juga menegaskan bahwa proyek tersebut sedang dipersiapkan. Namun, Bitcoin yang dihasilkan tidak akan disimpan oleh pemerintah.

Sebaliknya, Bitcoin tersebut akan dijual dengan harga yang telah ditetapkan sebelum proses penambangan dilakukan.

“Bitcoin yang dihasilkan akan diperlakukan seperti bentuk lain dari penjualan listrik. Bitcoin tersebut akan dimanfaatkan sebagai lindung nilai di pasar berjangka dengan menjual lebih dulu produksi yang akan dihasilkan, sehingga harga dapat dikunci dan risiko fluktuasi kripto dapat dihindari,” kata Sosa.

Langkah ini juga menandai perubahan sikap Paraguay terhadap industri kripto. Pada 2024, Presiden Santiago Peña sempat menaikkan tarif listrik untuk penambang Bitcoin, yang menyebabkan sembilan perusahaan menghentikan operasinya dan mempertimbangkan pindah ke negara lain seperti Brasil dan El Salvador.