Bos Strategy Michael Saylor: Kita Sedang dalam Crypto Winter!

Michael Saylor menyebut pasar kripto sedang memasuki crypto winter, namun lebih ringan dari sebelumnya.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Eksekutif MicroStrategy, Michael Saylor, mengonfirmasi bahwa pasar aset digital saat ini telah memasuki fase “crypto winter” atau musim dingin kripto.

Pernyataan tersebut disampaikan Saylor dalam wawancara langsung di Fox Business Network, Selasa waktu setempat.

Menurut Saylor, kondisi ini menjadi penurunan besar kelima yang dialami Bitcoin sejak dirinya terjun ke dunia kripto sekitar lima tahun lalu.

“Kami sedang berada dalam crypto winter,” ujar Saylor dikutip dari U Today, Rabu (18/2/2026).

“Ini adalah penurunan besar kelima Bitcoin dalam lima tahun sejak saya berada di pasar ini,” tambah dia. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi kali ini berbeda dengan siklus sebelumnya. Menurutnya, tekanan pasar saat ini cenderung lebih ringan dan tidak akan berlangsung lama.

“Ini musim dingin yang jauh lebih ringan dibanding sebelumnya. Akan lebih singkat. Setelah ini akan datang musim semi, lalu musim panas yang luar biasa. Jadi jangan takut,” katanya.

Saylor juga menyampaikan bahwa pasar kripto tidak sedang memasuki fase bearish jangka panjang seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

Ia optimistis, pemulihan akan berlangsung lebih cepat berkat dukungan dari investor institusional dan perubahan sikap pemerintah terhadap aset digital.

 

Dukungan Pemerintah dan Sorotan ke MicroStrategy

Saylor menilai, lingkungan makroekonomi saat ini sangat berbeda dibanding empat tahun lalu. Ia menyebut semakin banyak bank dan lembaga keuangan yang menerima aset digital.

Selain itu, ia juga menyoroti dukungan dari pemerintahan Amerika Serikat terhadap inovasi teknologi dan kripto.

“Kami mendapat dukungan dari pemerintahan. Ada 12 anggota kabinet yang pro-aset digital dan pro-inovasi,” jelasnya.

Menurut Saylor, faktor inilah yang membuat pasar kripto lebih stabil dibanding siklus sebelumnya, meski tengah mengalami tekanan.

Dalam wawancara tersebut, pihak Fox Business juga menyinggung kondisi keuangan MicroStrategy. Mereka menyoroti bahwa rata-rata harga pembelian Bitcoin perusahaan tersebut berada di kisaran USD 76.000, yang kini berada di atas harga pasar saat ini.

Artinya, MicroStrategy sedang menghadapi tekanan nilai investasi akibat penurunan harga Bitcoin.

 

Jangka Panjang

Menanggapi hal tersebut, Saylor tetap membela strategi perusahaan yang agresif mengoleksi Bitcoin. Ia menegaskan bahwa investasi tersebut bersifat jangka panjang.

Menurutnya, fluktuasi harga dalam jangka pendek tidak akan mengubah keyakinannya terhadap potensi Bitcoin di masa depan.

“Kami fokus pada visi jangka panjang,” tegasnya.

Saylor menilai, meski pasar tengah memasuki fase sulit, crypto winter kali ini justru menjadi momentum konsolidasi sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

“Musim dingin ini akan berlalu,” pungkasnya.