Efek Isu The Fed dan Kevin Warsh Picu Aksi Jual Bitcoin, Pasar Dinilai Salah Tafsir

Veteran hedge fund, Gary Bode membantah interprestasi pasar soal penyebab harga bitcoin turun karena efek penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua the Fed.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penurunan tajam Bitcoin (BTC) hampir 50% dari titik tertinggi sepanjang masa yang dicapai beberapa bulan lalu telah menghidupkan kembali perdebatan tentang stabilitas mata uang kripto tersebut. Namun, veteran hedge fund Gary Bode mengatakan aksi jual tersebut merupakan ciri khas volatilitas inheren aset tersebut, bukan pertanda efek krisis yang lebih luas.

Dikutip dari Coindesk.com, Senin (9/2/2026), dalam sebuah unggahan di X, Bode mencatat meskipun penurunan harga baru-baru ini "tidak menyenangkan dan mengejutkan," hal itu bukanlah sesuatu yang tidak biasa dalam sejarah bitcoin.

"Penurunan 80% - 90% adalah hal biasa. Mereka yang bersedia menanggung volatilitas yang selalu bersifat sementara telah mendapatkan imbalan yang besar berupa keuntungan jangka panjang yang luar biasa,” ujar Bode.

Menurut dia, sebagian besar gejolak baru-baru ini dapat ditelusuri ke reaksi pasar terhadap pencalonan Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua Federal Reserve. 

Investor menafsirkan langkah tersebut sebagai sinyal Fed mungkin akan mengadopsi sikap hawkish, menaikkan suku bunga dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti bitcoin, emas, dan perak menjadi relatif kurang menarik. 

Permintaan margin pada posisi yang menggunakan leverage memperkuat penurunan tersebut, menyebabkan serangkaian penjualan paksa.

Pengaruh Penunjukan Kevin Warsh

Namun, Bode membantah interpretasi pasar. Ia menunjuk pada pernyataan publik Warsh yang mendukung penurunan suku bunga dan catatan dari Presiden Trump yang menunjukkan Warsh menjanjikan penurunan suku bunga dana federal. 

Dikombinasikan dengan defisit multi-triliun dolar yang terus berlanjut di Kongres, Bode berpendapat, The Fed memiliki kemampuan terbatas untuk memengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang faktor kunci dalam pinjaman perusahaan dan suku bunga hipotek.

“Saya pikir pasar salah dalam hal ini,” katanya, 

Ia menekankan persepsi, bukan fundamental, yang mendorong sebagian besar aksi jual baru-baru ini. 

 

 

 

 

Faktor Lain

Faktor lain adalah munculnya bitcoin "kertas" instrumen keuangan seperti dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan derivatif yang melacak harga aset kripto tanpa memerlukan kepemilikan koin yang mendasarinya. 

Meskipun instrumen ini meningkatkan pasokan efektif yang tersedia untuk diperdagangkan, instrumen ini tidak mengubah batas maksimal bitcoin sebesar 21 juta koin, yang menurut Bode tetap menjadi jangkar penting untuk nilai jangka panjang.

Bode juga menanggapi kritik bahwa bitcoin bukanlah "penyimpanan nilai." Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa volatilitasnya membuatnya tidak memenuhi syarat untuk peran ini, Bode menunjukkan bahwa hampir setiap aset mengandung risiko termasuk mata uang fiat yang didukung oleh pemerintah yang berutang besar.

"Bitcoin kertas dapat memengaruhi harga jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang, ada 21 juta koin yang akan diterbitkan dan jika Anda ingin memiliki Bitcoin, itulah aset sebenarnya. Bitcoin tidak memerlukan izin dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak lawan,” pungkasnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bursa Kripto Asal Korsel Ini Tak Sengaja Beri Bitcoin Rp 674 Triliun kepada Nasabah

Sebelumnya, bursa kripto Korea Selatan (Korsel), Bithumb menyebutkan tidak sengaja telah memberikan bitcoin (BTC) lebih dari USD 40 miliar atau Rp 674,24 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) kepada pelanggan. Hal ini sebagai hadiah promosi yang memicu aksi jual tajam di bursa tersebut.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (7/2/2026), Bithumb meminta maaf atas kesalahan tersebut yang terjadi pada Jumat pekan ini. Pihaknya telah memulihkan 99,7% dari 620.000 bitcoin yang bernilai sekitar USD 44 miliar atau Rp 741,66 triliun pada harga saat ini.

Mereka telah membatasi perdagangan dan penarikan untuk 695 pelanggan yang terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi yang salah pada Jumat pekan ini.

Bursa tersebut akan mendistribusikan hadiah uang tunai kecil sebesar 2.000 won Korea (USD 1,37) atau lebih kepada setiap pengguna sebagai bagian dari acara promosi, tetapi para pemenang malah menerima setidaknya 2.000 bitcoin masing-masing, menurut laporan media.

"Kami ingin memperjelas bahwa insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, dan tidak ada masalah dengan keamanan sistem atau manajemen aset pelanggan," kata Bithumb dalam sebuah pernyataan.