Rusia Larang Bursa Kripto Ini Beroperasi Setelah Beri Dukungan ke Ukraina

Rusia menyatakan, bursa kripto ini telah menyatakan dukungan keuangan terhadap militer Ukraina dengan transfer dana.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rusia telah melarang platform bursa kripto WhiteBIT beroperasi di Rusia. Langkah Rusia itu dilakukan seiring dukungan bursa kripto itu kepada militer Ukraina.

Mengutip the block, ditulis Rabu (28/1/2026), Kantor Kejaksaan Agung menyatakan dalam sebuah pernyataan kalau WhiteBIT memberikan dukungan keuangan dan teknis kepada inisiatif yang terkait dengan Ukraina, termasuk program penggalangan dana yang terkait dengan Angkatan Bersenjata Ukraina.

Berdasarkan hukum Rusia tentang organisasi yang tidak diinginkan, entitas yang ditetapkan sebagai demikian harus menghentikan operasinya di negara tersebut.

Individu atau entitas yang bekerja sama dengan entitas tersebut berisiko dikenakan denda dan tuntutan pidana yang dapat berujung pada hukuman penjara.

Jaksa Agung mengklaim manajemen WhiteBIT mentransfer sekitar USD 11 juta atau Rp 183,94 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.720) pada 2022 untuk pertahanan Ukraina, termasuk dana yang dialokasikan untuk pengadaan drone.

Rusia juga menuding platform itu memungkinkan skema “abu-abu” untuk memindahkan dana keluar dari Rusia.

Angka USD 11 juta yang dikutip oleh otoritas Rusia secara umum selaras dengan angka yang dipublikasikan di situs web WhiteBIT sendiri, di mana bursa tersebut telah secara terbuka mengungkapkan kontribusi amalnya yang terkait dengan inisiatif yang berkaitan dengan Ukraina sejak awal perang.

Langkah Rusia ini terjadi di tengah sanksi terkait kripto yang lebih luas dan ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina. Berdasarkan laporan the Kyiv Independent, pada Juli 2025, otoritas Ukraina memberlakukan paket sanksi baru yang menargetkan skema keuangan dan kripto Rusia, memasukkan 60 entitas hukum dan 73 warga negara Rusia yang terkait dengan penghindaran sanksi dan pendanaan militer ke dalam daftar hitam.

 

 

Keluar dari Pasar Rusia

WhiteBIT, yang berbasis di Lithuania, secara terbuka mengakui dukungannya untuk Ukraina. Bursa tersebut sebelumnya mengatakan telah menyediakan infrastruktur teknis untuk United24, platform penggalangan dana berbasis kripto yang diluncurkan atas inisiatif Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk tujuan kemanusiaan dan pertahanan, menurut situs web perusahaan.

"WhiteBIT menyadari keputusan yang diumumkan oleh Kantor Kejaksaan Rusia dan menganggapnya sebagai konfirmasi terkuat atas posisi pro-Ukraina yang jelas dan konsisten dari perusahaan," kata juru bicara WhiteBIT kepada The Block dalam sebuah pernyataan.

Bursa tersebut mengatakan telah memutuskan semua hubungan dengan Rusia tak lama setelah Moskow melancarkan invasinya pada 2022, memblokir pengguna dari Rusia dan Belarus dan menghentikan pasangan perdagangan dengan rubel Rusia  sebuah keputusan yang mengakibatkan hilangnya sekitar 30% basis penggunanya pada saat itu.

 

 

Ekspansi Bursa Kripto WhiteBIT

Pada 2022, perusahaan tersebut juga menyatakan telah menandatangani nota kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Ukraina, yang mendukung layanan konsuler di negara-negara tempat WhiteBIT beroperasi, serta pusat anti-krisis kementerian dan layanan bantuan 24 jam untuk warga negara Ukraina di luar negeri.

Juru bicara WhiteBIT menuturkan, secara total, WhiteBIT dan layanan pemrosesan kripto Whitepay telah memfasilitasi lebih dari USD 160 juta atau Rp 2,67 triliun dalam donasi kripto. Ia menambahkan, perusahaan "tidak beroperasi di pasar Rusia dan tidak memiliki pengguna atau aktivitas bisnis di sana sejak 2022."

Sementara itu, WhiteBIT terus berekspansi secara internasional, termasuk ke pasar AS. Pada Desember, bursa tersebut mengumumkan peluncurannya di AS bersamaan dengan kampanye pemasaran di Times Square, New York, yang menandai langkah penting dalam ekspansi globalnya.

Pada 2025, WhiteBIT juga memperluas operasinya di Australia, Argentina, dan Brasil, di antara pasar lainnya, menurut pembaruan bisnis terpisah.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.