Sukses

Kenalan dengan Jaringan Cosmos Pengembang Kripto ATOM Coin

Liputan6.com, Jakarta Cosmos menyebut dirinya sebagai proyek yang memecahkan beberapa “masalah tersulit” yang dihadapi industri blockchain.

Salah satunya bertujuan untuk menawarkan solusi protokol blockchain proof-of-work seperti Bitcoin yang lambat, mahal, tidak dapat diskalakan, dan berbahaya bagi lingkungan.

Dilansir dari Coinmarketcap, Sabtu (13/8/2022), tujuan lain dari proyek ini termasuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang berkat kerangka kerja modular yang mendemistifikasi aplikasi terdesentralisasi. 

Jaringan Cosmos memiliki token kripto utilitasnya sendiri yang disebut ATOM Coin. Pada 2016, white paper untuk Cosmos diterbitkan dan penjualan token diadakan pada tahun berikutnya.

Token ATOM diperoleh melalui algoritma hybrid proof-of-stake. Cryptocurrency ini juga memiliki peran dalam tata kelola jaringan.

Pendiri Cosmos

Pintu gerbang ke ekosistem Cosmos adalah Jae Kwon, Zarko Milosevic, dan Ethan Buchman. Meskipun Kwon masih terdaftar sebagai arsitek utama, dia mengundurkan diri sebagai CEO pada 2020. 

Dia menyatakan dia masih menjadi bagian dari proyek tetapi terutama berfokus pada inisiatif lain. Dia sekarang telah digantikan sebagai CEO Tendermint oleh Peng Zhong, dan seluruh dewan direksi diberi penyegaran yang cukup besar. 

Tujuan mereka termasuk meningkatkan pengalaman bagi pengembang, menciptakan komunitas yang antusias untuk Cosmos, dan membangun sumber daya pendidikan sehingga lebih banyak orang mengetahui kemampuan jaringan ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Keunikan Cosmos

Perhatian utama bagi sebagian orang di industri kripto berpusat pada tingkat fragmentasi yang terlihat di jaringan blockchain. Ada ratusan yang ada, tetapi sangat sedikit dari mereka yang dapat berkomunikasi satu sama lain. Cosmos bertujuan untuk mengubah ini dengan membuat hal ini mungkin.

Harga ATOM Coin

Berdasarkan data Coinmarketcap, Sabtu (13/8/2022), harga ATOM Coin adalah USD 12,17 atau sekitar Rp 178.371 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp 2,7 triliun.

ATOM Coin melesat 2,92 persen dalam 24 jam terakhir. Sedangkan untuk peringkat Coinmarketcap saat ini adalah 26 dengan kapitalisasi pasar Rp 51 triliun. Hingga saat ini telah terjadi peredaran suplai sekitar 286,3 juta ATOM dari maksimal suplai tidak tersedia.

 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

3 dari 4 halaman

Karyawan Platform Kripto BitMEX Akui Langgar UU Anti Pencucian Uang di AS

Salah satu karyawan BitMEX mengaku bersalah pada Senin, 8 Agustus 2022 karena melanggar undang-undang kerahasiaan bank AS dengan gagal membuat program anti pencucian uang, menyusul pengakuan bersalah atas tuduhan yang sama oleh tiga pendiri bursa cryptocurrency.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 12 Agustus 2022, Gregory Dwyer, (39), dari Australia, mengajukan pembelaannya di hadapan Hakim Distrik AS John Koeltl di Manhattan. Dia juga setuju untuk membayar denda USD 150.000 atau sekitar Rp 2,2 miliar. 

Jaksa mengatakan dari 2015 hingga 2020, pendiri Dwyer dan BitMEX Benjamin Delo, Arthur Hayes, serta Samuel Reed dengan sengaja melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank federal dengan gagal mengadopsi program anti pencucian uang dan "KYC” yang secara efektif mengubah pertukaran menjadi platform pencucian uang. 

Dwyer yang menjabat sebagai kepala pengembangan bisnis di BitMEX, bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara, meskipun Delo, Hayes dan Reed masing-masing dijatuhi hukuman percobaan. 

BitMEX setuju Agustus lalu untuk membayar hingga USD 100 juta untuk menyelesaikan biaya perdata oleh dua regulator keuangan AS yang gagal menyaring pelanggan dengan benar, dan menerima dana pelanggan untuk memperdagangkan mata uang kripto tanpa terdaftar.

Sebelumnya, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) mengumumkan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York telah memerintahkan para pendiri Bitmex untuk membayar total USD 30 juta atau sekitar Rp 440 miliar. 

Denda itu diminta karena Bitmex secara ilegal telah mengoperasikan platform perdagangan derivatif cryptocurrency dan pelanggaran anti pencucian uang. Denda sebesar USD 30 juta itu dibebankan pada ketiga pendiri Bitmex, Arthur Hayes, Benjamin Delo, dan Samuel Reed yang masing-masing harus membayar USD 10 juta.

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

4 dari 4 halaman

Analis Sebut Kondisi Pasar Kripto Berangsur Pulih, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto pada pertengahan pekan kedua Agustus 2022, terlihat alami penguatan. Kenaikan di pasar kripto dipicu data inflasi AS pada Juli yang melandai di angka 8,5 persen. 

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Kamis (11/8/2022) sore, mayoritas kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya berada di zona hijau dengan penguatan tipis. Misalnya Bitcoin menguat 5,92 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD 24.522 atau setara Rp 361,8 juta. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan bitcoin pada pekan kedua Agustus 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan kondisi pasar kripto terpantau terus berangsur pulih. 

“Hal ini dapat kita lihat dari nilai Altcoin yang terus meningkat dan Bitcoin yang mulai bergerak stabil di rentang konsolidasinya, yakni antara USD 22,500 hingga USD 24,500 (sekitar Rp 334 juta hingga Rp 363 juta), naik sebesar 2 persen selama seminggu terakhir.

Jay menambahkan hal ini dipicu karena investor semakin terbiasa dengan potensi kerugian, pangsa pasar Bitcoin dan stablecoin terus mengalami penurunan, sedangkan pangsa pasar Altcoin meningkat, misalnya Ethereum (ETH) yang bertumbuh sebesar 8 persen. 

Namun, secara keseluruhan, sentimen pasar telah membaik pada pekan kedua Agustus 2022.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS