Sukses

Harga Kripto Hari Ini 18 Juni 2022: Bitcoin Masih Melemah, XRP Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir pekan ketiga Juni 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau alami pergerakan harga yang beragam pada Sabtu (18/6/2022) pagi. Mayoritas kripto jajaran teratas masih bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi, 18 Juni 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,13 persen dalam 24 jam dan 29,74 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.561 per koin atau setara Rp 305.1 juta (asumsi kurs Rp 14.838 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah hari ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 1,02 persen dan 35,54 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.084 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) yang berhasil menguat di tengah kripto lain yang melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat tipis 1,12 persen, tetapi masih melemah 24,96 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 216 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini kembali menguat tipis. Dalam satu hari terakhir ADA naik 0,04 persen. Namun masih melemah 17,06 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4865 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga berhasil menguat. Sepanjang satu hari terakhir SOL menguat 0,89 persen, tetapi masih melemah 17,25 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 31,35 per koin.

XRP turut menguat. XRP naik 1,34 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi melemah 17,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3197 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989. Sedangkan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,08 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 
 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pasar Kripto Kembali Melemah Usai di Zona Hijau

Sebelumnya, kripto sempat menguat pada Kamis, 16 Juni 2022 setelah Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,75 persen.

Kenaikan itu mengembalikan sedikit keuntungan investor di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga, gejolak global dan resesi yang membayangi.

Namun, tak sampai satu hari, pasar kripto kembali terjadi koreksi yang membuat Bitcoin dan alternatif coin (Altcoin) teratas lainnya tertahan di zona merah. Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan tepat di atas USD 20.300 atau sekitar Rp 310,2 juta, turun lebih dari 10 persen selama 24 jam sebelumnya. 

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar setelah bitcoin, sedang menguji pertahanan di level USD 1.050 turun lebih dari 15 persen dalam periode yang sama. 

Analis senior FxPro, Alex Kuptsikevich mengatakan investor harus siap dengan rebound yang hanya sesaat dan tersendat. 

"Investor harus siap karena cryptocurrency dan aset berisiko di pasar keuangan tidak mungkin bisa diandalkan untuk bangkit kembali sebelum ada sinyal ekonomi telah berhenti melambat,” kata Kuptsikevich dikutip dari CoinDesk, Jumat (17/6/2022). 

Untuk industri cryptocurrency, pengamat celsius terus memantau dampak terbaru dari keputusan platform pinjaman untuk menghentikan penarikan dan berita lainnya. CoinDesk melaporkan Texas, Alabama, dan negara bagian lain sedang menyelidiki keputusan Celsius sehubungan dengan kebutuhan investor. 

Pengusaha dan pembawa acara Shark Tank, Kevin O'Leary mengatakan dalam sebuah wawancara bersama CoinDesk, strategi Celsius terbukti salah. 

“Sepertinya ketika tiba saatnya untuk likuiditas, mereka tidak dapat menyediakan likuiditas. Konsep gerbang, penutupan sepenuhnya bertentangan dengan konsep keuangan terdesentralisasi. Jika saya memiliki akun di sana, saya akan menjadi koboi yang sangat marah,” ujar O'Leary. 

3 dari 4 halaman

Berkorelasi dengan Saham

O'Leary juga melihat bitcoin terus turun, mungkin 20 persen, tetapi dia membuat catatan optimistis tentang masa depan kripto. Dia mencatat ada perkembangan dan adopsi lain di industri kripto, salah satunya WonderFi Technologies menjadi bursa kripto pertama yang terdaftar di bursa saham institusional utama di Kanada, Bursa Efek Toronto, dan inisiatif serupa di negara lain. 

"Ini soal melahirkan. Ini adalah awal dari industri yang baru lahir. Ide-ide buruk harus disingkirkan. Anda harus melepaskan plester luka. Ini semua baik-baik saja,” ujar O'Leary. 

Harga Cryptocurrency, masih berkorelasi dengan saham dalam beberapa bulan terakhir, kripto sekali lagi melacak indeks saham utama. Dow Jones Industrial Average, anjlok di bawah 30.000 untuk pertama kalinya dalam 18 bulan setelah ditutup turun 2,4 persen untuk hari itu. 

S&P 500, yang memasuki wilayah pasar bearish awal pekan ini turun 3,3 persen sementara Nasdaq yang sarat teknologi jatuh 4,1 persen.

 

4 dari 4 halaman

Analis Sebut Bitcoin Berpotensi Turun di Bawah Rp 294,6 Juta

Sebelumnya, pergerakan harga Bitcoin cukup stabil pada Rabu pagi 15 Juni 2022 di sekitar USD 22.000 atau sekitar Rp 324 juta setelah runtuh sejak 2 hari sebelumnya di tengah kekhawatiran inflasi dan kelemahan makroekonomi yang lebih luas. 

Penurunan terjadi setelah AS merilis data inflasi yang lebih buruk dari perkiraan pada Mei dalam sebuah catatan minggu lalu, yang melihat inflasi meningkat sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun lalu. 

Trader sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga lebih dari 175 basis poin hingga September, yang diperkirakan akan menurunkan pendapatan perusahaan dan memperlambat pengeluaran konsumen.

Trader dan analis kripto tetap sama-sama memiliki pandangan bearish. Salah satunya, Analis pasar senior FxPro Alex Kuptsikevich mengatakan dalam sebuah catatan Selasa sentimen pasar tetap dalam mode "ketakutan yang ekstrem" karena bitcoin mengalami penurunan terbesar sejak awal 2020.

Kuptsikevich menambahkan harga bitcoin bisa jatuh di bawah USD 20.000 atau sekitar Rp 294,6 juta sebelum pembeli jangka panjang kembali ke pasar, asalkan sentimen ekonomi makro membaik.

Co-CEO di penyedia produk yang diperdagangkan di bursa kripto, ETC Group, Bradley Duke juga memiliki pandangan sama yang menyatakan bitcoin dapat menguji ulang level seperti 2017 dengan dukungan utama berikutnya pada harga USD 20.000.

“Pasar kripto berada dalam mode ketakutan yang ekstrem, dengan satu-satunya periode yang sebanding baru-baru ini dari sentimen rendah yang diperpanjang hingga Maret 2020,” kata Duke dikutip dari CoinDesk, Rabu (15/6/2022). 

Sementara itu, beberapa investor mengatakan penurunan harga bitcoin terkait dengan penurunan saham global.

Contohnya, Direktur eksekutif di dana lindung nilai aset kripto ARK36, Mikkel Morch menjelaskan lingkungan ekonomi global menjadi sangat sulit untuk dinavigasi bagi investor yang terlibat di semua jenis pasar. 

“Selama beberapa tahun terakhir, cryptocurrency telah menjadi aset makro global dan diharapkan mereka akan bereaksi negatif sekarang ketika investor menyadari bank sentral belum bereaksi hampir seagresif yang mereka perlukan. untuk mengendalikan inflasi,” pungkas Morch.