Cara Memilih Rebung Segar agar Tidak Pahit Saat Dimasak, Jangan Sampai Salah Beli

Pelajari cara memilih rebung segar agar tidak pahit saat dimasak. Kenali ciri-ciri rebung berkualitas, tips membeli, dan cara menyimpannya agar tetap segar.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rebung merupakan tunas muda bambu yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia, seperti sayur lodeh, gulai, tumisan, hingga isian lumpia. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang khas membuat rebung menjadi bahan favorit di banyak daerah.

Namun, tidak sedikit orang yang kecewa karena rebung yang dibeli terasa pahit atau memiliki aroma menyengat setelah dimasak. Padahal, rasa tersebut sering kali bukan hanya disebabkan oleh cara mengolahnya, tetapi juga karena pemilihan rebung yang kurang tepat sejak awal.

Agar hasil masakan lebih lezat, berikut Liputan6.com ulas cara memilih rebung segar agar tidak pahit saat dimasak yang perlu diketahui.

1. Pilih Rebung yang Masih Muda

Rebung muda memiliki tekstur lebih empuk dan cita rasa yang lebih manis dibandingkan rebung yang sudah tua. Ciri-cirinya antara lain:

  • Ukurannya tidak terlalu besar.
  • Bentuknya masih runcing.
  • Lapisan kulit luar masih rapat.
  • Berat terasa padat saat dipegang.

Sebaliknya, rebung yang terlalu besar biasanya sudah lebih tua sehingga seratnya kasar dan berpotensi menghasilkan rasa lebih pahit.

2. Perhatikan Warna Kulit Luarnya

Salah satu cara memilih rebung segar adalah melihat warna kulit pembungkusnya. Pilih rebung yang memiliki:

  • Warna kuning kecokelatan alami.
  • Kulit luar tampak bersih.
  • Tidak terdapat bercak hitam atau jamur.

Jika kulit luar sudah menghitam atau terlihat lembap berlebihan, kemungkinan rebung sudah mulai mengalami penurunan kualitas.

3. Pastikan Teksturnya Masih Keras

Tekan perlahan bagian rebung. Rebung yang segar memiliki tekstur:

  • Padat.
  • Kokoh.
  • Tidak lembek.

Apabila rebung terasa lunak, berair, atau mudah penyok saat ditekan, sebaiknya hindari karena kesegarannya sudah berkurang.

4. Hindari Rebung yang Mengeluarkan Bau Menyengat

Rebung segar memang memiliki aroma khas bambu, tetapi aromanya tidak terlalu tajam. Jangan membeli rebung jika:

  • Bau asam terlalu kuat.
  • Tercium aroma busuk.
  • Aromanya menyengat seperti hasil fermentasi.

Bau yang terlalu tajam bisa menjadi tanda rebung sudah disimpan terlalu lama.

5. Pilih Bagian Pangkal yang Masih Bersih

Lihat bagian bawah atau pangkal rebung. Rebung berkualitas biasanya memiliki pangkal yang:

  • Tidak berlendir.
  • Tidak berubah warna menjadi cokelat kehitaman.
  • Tidak terdapat bekas pembusukan.

Bagian pangkal sering menjadi indikator apakah rebung masih segar atau sudah mulai rusak.

6. Pilih Rebung yang Kulitnya Masih Menempel

Jika memungkinkan, belilah rebung yang belum dikupas. Kulit luar membantu melindungi daging rebung dari udara sehingga kualitasnya lebih terjaga. Selain itu, rebung utuh biasanya lebih tahan disimpan dibandingkan rebung yang sudah dipotong-potong.

7. Hindari Rebung yang Terlalu Kering

Rebung yang disimpan terlalu lama akan kehilangan kadar air. Tandanya meliputi:

  • Kulit terlihat keriput.
  • Ujung rebung mengering.
  • Permukaannya kusam.

Rebung seperti ini biasanya teksturnya menjadi lebih keras setelah dimasak.

8. Beli di Tempat dengan Perputaran Barang Cepat

Jika membeli di pasar tradisional, pilih pedagang yang rebungnya cepat habis atau sering mendapatkan stok baru.

Rebung termasuk bahan pangan yang tidak tahan disimpan terlalu lama pada suhu ruang. Semakin segar stoknya, semakin kecil kemungkinan rebung memiliki rasa pahit atau aroma yang terlalu kuat.

Mengapa Rebung Bisa Terasa Pahit?

Banyak orang mengira semua rebung pasti pahit. Padahal, rasa pahit biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

Rebung sudah terlalu tua.Tidak direbus sebelum dimasak.Kandungan senyawa alami pada rebung belum berkurang.Penyimpanan terlalu lama.Karena itu, cara memilih rebung segar agar tidak pahit saat dimasak menjadi langkah penting sebelum mulai mengolahnya.

Cara Menyimpan Rebung agar Tetap Segar

Setelah membeli rebung segar, simpan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga. Beberapa tips penyimpanan antara lain:

  • Jangan langsung mengupas kulit jika belum akan digunakan.
  • Simpan di dalam kulkas menggunakan kantong berlubang atau wadah tertutup longgar.
  • Gunakan dalam waktu 2–3 hari untuk mendapatkan rasa terbaik.

Jika ingin disimpan lebih lama, rebung dapat direbus terlebih dahulu, kemudian ditiriskan dan disimpan di dalam freezer.

Kesalahan Saat Membeli Rebung yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membeli rebung adalah:

  • Memilih rebung hanya berdasarkan ukuran yang besar.
  • Tidak mencium aromanya sebelum membeli.
  • Mengabaikan tekstur rebung.
  • Membeli rebung yang sudah berlendir karena harganya lebih murah.
  • Membeli rebung kupas yang sudah lama dipajang tanpa mengetahui kapan dipotong.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang mendapatkan rebung yang renyah, tidak pahit, dan tetap harum setelah dimasak akan lebih besar.

Pertanyaan Seputar Rebung

1. Apakah semua jenis rebung harus direbus sebelum dimasak? Ya. Sebagian besar jenis rebung sebaiknya direbus terlebih dahulu untuk membantu mengurangi rasa pahit, aroma khas yang terlalu kuat, serta menurunkan kandungan senyawa alami yang terdapat pada rebung.

2. Berapa lama rebung perlu direbus agar tidak pahit? Umumnya rebung direbus selama sekitar 30–60 menit, tergantung ukuran dan jenisnya. Setelah direbus, buang air rebusan pertama lalu bilas sebelum diolah menjadi berbagai masakan.

3. Bagaimana cara mengetahui rebung sudah tidak layak dikonsumsi? Rebung yang tidak layak dikonsumsi biasanya berlendir, berbau asam atau busuk, berubah warna menjadi kehitaman, serta memiliki tekstur yang sangat lembek. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan digunakan.