5 Cara Alami Mengusir Kucing agar Tidak Buang Kotoran di Halaman, Paling Ampuh

Kenali cara alami mengusir kucing agar tidak buang kotoran di halaman menggunakan bahan sederhana yang ampuh tanpa menyakiti kucing.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebersihan halaman rumah sering kali terusik oleh keberadaan kotoran dan bau kucing yang mengganggu estetika tanaman. Alih-alih menggunakan bahan kimia yang berisiko merusak lingkungan dan membahayakan hewan, pilihlah cara-cara ramah lingkungan. Ada banyak cara alami mengusir kucing yang ampuh, aman, dan manusiawi.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas deretan solusi praktis dan bahan sederhana dari dapur yang ampuh untuk mengusir kucing dan menjaga kebersihan halaman secara permanen. Baca selengkapnya di bawah ini!

1. Memanfaatkan Aroma Tajam Kulit Jeruk

Kucing memiliki indra penciuman yang sangat sensitif terhadap aroma asam yang tajam. Meletakkan potongan kulit jeruk, lemon, atau jeruk nipis di sekitar lokasi yang sering dikotori akan menciptakan rasa tidak nyaman bagi hewan tersebut. Aroma citrus ini berfungsi sebagai penghalau alami yang efektif karena dianggap sebagai gangguan. Selain itu, jangan lupa mengganti kulit buah jeruk secara berkala terutama setelah hujan agar ketajaman aroma tetap terjaga dalam menjaga area tetap bersih.

 

2. Menaburkan Ampas Kopi

Cara kedua yaitu menaburkan ampas kopi di permukaan tanah atau sela-sela tanaman hias di halaman rumah. Ampas kopi ini merupakan limbah dapur yang efektif untuk menjauhkan kucing dari halaman. Tekstur kasar dan aroma kuat dari bahan ini tidak disukai kucing, sehingga mampu mencegah mereka mendekat atau menggali tanah. Selain berfungsi sebagai penghalau alami, ampas kopi juga bermanfaat sebagai pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

3. Menanam Tanaman Pengusir Kucing

Menata halaman dengan vegetasi tertentu merupakan solusi jangka panjang yang cantik sekaligus fungsional. Tanaman seperti lavender, serai, atau coleus canina menghasilkan aroma yang sangat dihindari oleh kucing, meski terasa harum bagi indra penciuman manusia. Penempatan tanaman ini di titik strategis atau di sepanjang pagar akan membuat kucing menjauh secara alami tanpa memerlukan tindakan fisik. Metode ini sangat aman bagi lingkungan karena tidak melibatkan bahan kimia berbahaya, sehingga kualitas udara di sekitar rumah tetap terjaga.

 

4. Mengubah Tekstur Permukaan Tanah 

Kucing cenderung menyukai tanah gembur dan lembut untuk menggali serta menutupi kotoran. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, tekstur tanah dapat diubah menjadi lebih kasar dengan menaburkan batu kerikil, hancuran cangkang telur, atau meletakkan ranting-ranting kecil secara acak. 

Selain itu, permukaan yang tidak rata dan tajam akan membuat kaki kucing merasa tidak nyaman sehingga mereka akan mencari lokasi lain. Metode ini terbukti ampuh karena langsung menyasar insting kenyamanan fisik kucing saat akan membuang kotoran.

 

5. Menghilangkan Bau Sisa Kotoran dengan Pembersih Alami

Kucing cenderung kembali ke lokasi yang sama apabila masih mencium aroma kotoran atau urine sebagai penanda wilayah. Oleh karena itu, area yang pernah terkena kotoran harus segera dibersihkan menggunakan larutan cuka atau pembersih berbasis enzim guna memecah molekul bau secara total. Penggunaan pembersih berbahan amonia harus dihindari karena aromanya menyerupai urine kucing dan justru dapat memicu kedatangan kembali hewan tersebut. Penghilangan jejak bau merupakan langkah krusial agar metode pengusiran lainnya dapat bekerja secara maksimal.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Apakah menaburkan lada atau bubuk cabai aman untuk kucing?

Meskipun efektif karena baunya yang menyengat, penggunaan bubuk cabai atau lada harus dilakukan dengan hati-hati. Bahan ini tidak beracun, namun jika terkena mata atau terhirup secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada kucing. Cara yang lebih aman adalah dengan mencampurkannya ke dalam air lalu menyemprotkannya ke tanah agar baunya tetap ada tanpa risiko debu yang beterbangan.

2. Tanaman apa yang paling ampuh untuk mengusir kucing secara permanen?

Tanaman coleus canina atau sering disebut scaredy cat plant dianggap paling efektif karena mengeluarkan bau pesing yang tajam bagi kucing namun tidak tercium oleh manusia. Selain itu, menanam lavender dan serai juga sangat disarankan karena kucing sangat tidak menyukai aroma minyak atsiri yang keluar dari dedaunannya.

3. Berapa sering bahan alami seperti kulit jeruk harus diganti?

Bahan alami seperti kulit jeruk atau ampas kopi sebaiknya diganti setiap 3 - 5 hari sekali. Jika terjadi hujan deras, bahan-bahan tersebut harus segera diganti karena air akan melarutkan aroma dan efektivitasnya dalam menghalau penciuman kucing.

4. Mengapa kucing tetap kembali meski sudah dibersihkan?

Hal ini terjadi karena bau teritorial kucing masih menempel kuat meski kotorannya sudah dibuang. Kucing akan mengenali jejak feromon mereka sendiri. Solusinya adalah membersihkan area tersebut menggunakan cairan cuka atau pembersih khusus penghilang bau hewan enzimatis agar jejak baunya benar-benar hilang dari indra penciuman mereka.

5. Apakah air bisa menjadi solusi permanen untuk mengusir kucing?

Air adalah salah satu metode pengusir paling efektif karena sebagian besar kucing sangat benci basah. Penggunaan sprinkler otomatis dengan sensor gerak bisa menjadi solusi jangka panjang yang sangat ampuh. Begitu kucing mendekat, sensor akan menyemprotkan air dan memberikan efek kejut yang membuat kucing enggan kembali ke area tersebut.