Trik Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur, Mudah dan Hemat

Kini Anda bisa menikmati bawang merah segar tanpa perlu beli. Simak trik menanam bawang merah dari sisa dapur yang mudah dilakukan di rumah, hemat biaya, dan ramah lingkungan!

Diterbitkan 22 Desember 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki persediaan bumbu dapur segar di rumah tentu menjadi dambaan setiap orang. Salah satu bumbu esensial yang sering digunakan adalah bawang merah. Daripada membuang sisa bawang merah yang sudah bertunas atau mulai layu, Anda bisa memanfaatkannya untuk ditanam kembali. Trik menanam bawang merah dari sisa dapur ini tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Proses penanaman bawang merah dari sisa dapur ini cukup sederhana dan tidak memerlukan lahan yang luas. Siapa pun bisa melakukannya, bahkan bagi pemula sekalipun. Dengan sedikit kesabaran dan perawatan yang tepat, Anda akan segera menikmati hasil panen bawang merah segar langsung dari kebun mini di rumah Anda.

Liputan6 akan memandu Anda langkah demi langkah mengenai trik menanam bawang merah dari sisa dapur, mulai dari pemilihan bibit hingga masa panen. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Senin (22/12/2025).

1. Tahap Persiapan

Langkah pertama dalam trik menanam bawang merah dari sisa dapur adalah memilih bibit yang tepat. Gunakan bawang merah sisa dapur yang sudah tua atau yang sudah mulai bertunas. Penting untuk menghindari bawang merah impor karena seringkali dilapisi zat antitunas yang dapat menghambat pertumbuhan. Pilihlah bawang lokal yang segar dan sehat untuk hasil terbaik.

Setelah memilih bawang, potong sekitar sepertiga atau seperempat bagian atas bawang merah. Pemotongan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tunas agar muncul lebih cepat. Dengan teknik ini, tunas yang biasanya membutuhkan waktu 6-10 hari untuk muncul, dapat dipercepat menjadi 3-5 hari saja. Pastikan potongan dilakukan dengan pisau bersih dan tajam.

Bersihkan kulit bawang yang kering sebelum ditanam. Kulit kering dapat menghambat penyerapan nutrisi dan pertumbuhan akar. Proses persiapan awal ini sangat krusial untuk memastikan bawang merah Anda memiliki awal yang baik sebelum ditanam di media tanam.

2. Metode Penanaman Bawang Merah

Ada beberapa metode yang dapat Anda pilih untuk menanam bawang merah dari sisa dapur. Metode yang paling umum adalah penanaman langsung di media tanah.

  • Siapkan media tanam yang gembur dan subur dengan mencampurkan tanah dan kompos dalam perbandingan 2:1.
  • Jika menggunakan polibag, campuran tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1.
  • Gunakan pot, gelas plastik, atau botol bekas yang sudah dilubangi bagian bawahnya sebagai wadah tanam.
  • Benamkan bawang merah ke dalam media tanam, pastikan bagian yang sudah dipotong berada di permukaan tanah.
  • Kubur sekitar separuh bagian bawang merah agar akarnya dapat mencengkeram tanah dengan baik.

Alternatif lain adalah penanaman awal di air, meskipun lebih sering digunakan untuk daun bawang, konsep ini juga bisa diterapkan:

  • Letakkan bagian bonggol bawang merah yang sudah dipotong ke dalam gelas berisi air bersih.
  • Pastikan air hanya menutupi bagian akar dan bagian atas batang tetap di atas permukaan air untuk mencegah pembusukan.
  • Ganti air setiap satu atau dua hari sekali dan tempatkan wadah di lokasi yang terkena sinar matahari tidak langsung.
  • Setelah akar tumbuh dan tunas muncul, pindahkan bawang ke media tanah.

3. Perawatan agar Tumbuh Subur

Perawatan yang tepat sangat penting untuk keberhasilan trik menanam bawang merah dari sisa dapur.

  • Siram tanaman setiap hari dengan air secukupnya, satu hingga dua kali sehari pada pagi dan sore hari, tergantung kebutuhan.
  • Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan pembusukan. Penyiraman rutin disarankan sejak tanam hingga seminggu menjelang panen untuk menjaga kelembaban tanah.
  • Pastikan tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup, minimal 6-8 jam sehari.
  • Jika ditanam di dalam ruangan, pastikan ada ventilasi yang memadai.
  • Pemupukan dapat diberikan saat tanaman bawang merah berusia sekitar 15 hari.
  • Gunakan pupuk kandang atau pupuk organik untuk nutrisi alami.
  • Jika menggunakan polibag, pupuk NPK 16-16-16 dan KARATE PLUS BORONI dapat dilarutkan dalam air dan diberikan seminggu sekali untuk pertumbuhan optimal.

4. Masa Panen

Setelah melalui proses penanaman dan perawatan, bawang merah umumnya siap dipanen pada usia sekitar 60 hingga 70 hari setelah tanam. Ciri-ciri bawang merah yang siap panen adalah daunnya mulai menguning atau rebah. Ini menandakan bahwa umbi di dalam tanah sudah matang dan siap untuk diambil.

Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman secara perlahan dari media tanam. Pastikan untuk tidak merusak umbi saat mencabutnya. Setelah dipanen, jemur bawang merah selama 2-3 hari di tempat teduh. Proses penjemuran ini penting untuk mengeringkan umbi dan kulit luar bawang, sehingga bawang merah dapat disimpan lebih lama dan tidak mudah busuk. Penjemuran juga membantu meningkatkan kualitas rasa bawang.

People Also Ask

1. Apa saja yang dibutuhkan untuk menanam bawang merah dari sisa dapur?

Jawaban: Anda membutuhkan bawang merah sisa dapur yang sudah tua atau bertunas, media tanam (tanah dan kompos), wadah berdrainase (pot/polibag), dan air.

2. Bagaimana cara menanam bawang merah di media tanah?

Jawaban: Siapkan media tanam subur, tanam bawang merah separuh bagian dengan potongan di atas, dan pastikan wadah memiliki drainase yang baik.

3. Kapan waktu yang tepat untuk memanen bawang merah?

Jawaban: Bawang merah siap dipanen sekitar 60-70 hari setelah tanam, ditandai dengan daun yang mulai menguning atau rebah.

4. Bagaimana cara merawat tanaman bawang merah agar tumbuh subur?

Jawaban: Siram setiap hari, pastikan mendapat cahaya matahari cukup, pupuk setelah 15 hari, dan lakukan pencegahan hama.