Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di dalam rumah bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan berbahaya. Ular seringkali masuk ke dalam rumah untuk mencari makanan (seperti tikus), tempat berlindung dari cuaca ekstrem atau tempat berkembang biak. Memahami tanda ular masuk rumah dan mengambil langkah pencegahan yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni rumah.
Menurut critterguard.org yang dikutip Liputan6.com pada Kamis (11/9/2025), terdapat banyak risiko kesehatan ketika ular liar masuk rumah. Apalagi bila yang masuk tergolong dalam ular berbahaya dan berbisa.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan praktis untuk mendeteksi keberadaan ular secara dini dan menerapkan metode efektif untuk mencegah ular masuk rumah, menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan hewan peliharaan Anda.
Advertisement
Cara Mendeteksi Ular Masuk Rumah
1. Mengenali Tanda-Tanda Keberadaan Ular di Rumah
Langkah pertama dalam menjaga rumah bebas ular adalah dengan mampu mendeteksi tanda-tanda keberadaan mereka. Ular seringkali meninggalkan jejak atau petunjuk yang bisa Anda amati. Lakukan pemeriksaan rutin, terutama di area yang jarang dijangkau atau gelap. Namun, jangan menyentuh atau mendekati ular jika Anda menemukannya. Segera hubungi profesional.
2. Mencari Kulit Ular yang Tersisa
Ular akan melepaskan kulitnya secara berkala saat tumbuh. Menemukan kulit ular di dalam atau sekitar rumah adalah indikasi kuat bahwa ada ular di dekatnya. Kulit ular biasanya ditemukan utuh, seperti sarung tangan yang terlepas, dan seringkali ditemukan di area tersembunyi seperti di bawah perabotan, di sudut-sudut, atau di balik semak-semak. Perhatikan area yang jarang dibersihkan atau dijangkau, seperti gudang, loteng, atau kolong rumah.
3. Mendeteksi Jejak dan Kotoran Ular
Ular meninggalkan jejak melata di tanah berdebu atau area yang jarang dilalui. Jejak ini bisa berupa pola bergelombang atau garis lurus tergantung jenis ular dan cara bergeraknya. Selain itu, kotoran ular juga bisa menjadi petunjuk. Kotoran ular biasanya berbentuk silinder, gelap, dan seringkali memiliki ujung putih seperti kapur (urat). Periksa area berdebu di garasi, gudang, atau di sepanjang dinding luar rumah. Jika Anda melihat pola jejak berulang dalam waktu yang berdekatan, segera lakukan tindakan pencegahan.
4. Mendengarkan Suara yang Tidak Biasa
Meskipun ular umumnya bergerak tanpa suara, beberapa jenis ular dapat mengeluarkan suara desisan, gemerisik, atau bahkan bunyi derik (pada ular derik) jika merasa terancam atau bergerak di antara dedaunan kering atau puing-puing. Suara ini mungkin terdengar dari balik dinding, di loteng, atau di area yang gelap dan tersembunyi. Dengarkan dengan seksama, terutama di malam hari atau saat rumah sepi.
5. Mendeteksi Aroma yang Tidak Biasa
Beberapa jenis ular, terutama yang berbisa, dapat mengeluarkan bau khas yang kuat dan tidak menyenangkan, mirip bau musang atau mentimun. Bau ini bisa menjadi lebih intens jika ular merasa terancam atau baru saja buang air besar. Jika Anda mencium bau aneh yang tidak dapat dijelaskan asalnya, terutama di area tertutup, waspadalah.
6. Mengamati Perilaku Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memiliki indra penciuman dan pendengaran yang lebih tajam daripada manusia. Jika hewan peliharaan Anda tiba-tiba menjadi gelisah, menggonggong atau mendesis ke arah area tertentu, atau menunjukkan perilaku aneh lainnya, ini bisa menjadi indikasi adanya ular. Perhatikan reaksi hewan peliharaan Anda, terutama jika mereka fokus pada satu titik atau area tertentu di rumah atau halaman. Jauhkan hewan peliharaan Anda dari area yang dicurigai untuk mencegah mereka diserang ular.
7. Mencari Lubang atau Retakan
Ular sering menggunakan lubang atau retakan di dinding, fondasi, atau tanah sebagai tempat berlindung atau jalan masuk ke dalam rumah. Periksa area seperti di bawah pintu, sekitar pipa, ventilasi, atau di fondasi rumah. Gunakan senter untuk memeriksa celah-celah kecil yang mungkin terlewatkan. Bahkan celah kecil pun bisa menjadi jalan masuk bagi ular muda.
8. Melihat Perubahan Populasi Mangsa
Ular adalah predator dan seringkali mengikuti sumber makanan mereka. Jika Anda melihat peningkatan populasi tikus, tikus, atau hewan pengerat lainnya di sekitar rumah Anda, ini bisa menarik ular untuk datang mencari mangsa. Kontrol populasi hama di sekitar rumah Anda untuk mengurangi daya tarik bagi ular.
Advertisement
Tips Efektif Mencegah Ular Masuk Rumah
Pencegahan adalah kunci utama untuk menjaga rumah Anda aman dari ular. Dengan menerapkan beberapa langkah sederhana, Anda dapat mengurangi kemungkinan ular masuk ke dalam hunian Anda. Konsistensi dalam menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan rutin sangat penting.
1. Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah dan Halaman
Ular menyukai tempat yang gelap, lembap, dan tersembunyi. Menjaga kebersihan dan kerapian di dalam maupun di luar rumah akan menghilangkan tempat persembunyian potensial bagi ular. Singkirkan tumpukan kayu, batu, puing-puing, atau sampah di halaman. Potong rumput secara teratur dan pangkas semak-semak yang terlalu rimbun. Bersihkan area di bawah teras, gudang, dan garasi secara berkala.
2. Menutup Celah dan Lubang
Periksa seluruh bagian rumah Anda, mulai dari fondasi, dinding, atap, hingga pintu dan jendela. Tutup semua celah atau lubang kecil yang bisa menjadi jalan masuk bagi ular. Gunakan kawat kasa untuk ventilasi, sealant untuk retakan di dinding, dan pastikan celah di bawah pintu tertutup rapat dengan door sweep. Perhatikan juga celah di sekitar pipa air, saluran pembuangan, dan kabel yang masuk ke dalam rumah. Ingat, ular dapat masuk melalui celah yang sangat kecil, bahkan seukuran jari kelingking.
3. Mengelola Sumber Makanan Ular (Hama)
Ular sering masuk rumah karena mencari mangsa, terutama tikus dan hewan pengerat lainnya. Dengan mengendalikan populasi hama di rumah Anda, Anda secara tidak langsung mengurangi daya tarik rumah bagi ular. Pastikan tidak ada sisa makanan yang berserakan dan simpan makanan dalam wadah tertutup. Gunakan perangkap tikus atau panggil jasa pembasmi hama jika populasi tikus sudah tidak terkendali.
4. Menggunakan Tanaman Pengusir Ular (Opsional)
Beberapa tanaman diyakini memiliki aroma yang tidak disukai ular dan dapat berfungsi sebagai penangkal alami. Contohnya termasuk Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata), Serai Wangi (Cymbopogon nardus), dan Marigold (Tagetes). Tanam tanaman ini di sekitar perimeter rumah atau di area yang sering dilewati ular. Meskipun efektif, tanaman ini mungkin tidak 100% menjamin ular tidak masuk. Gunakan sebagai pelengkap metode lain. Anda juga bisa mencari informasi lebih lanjut tentang cara menghadapi ular dan bunga penangkalnya.
5. Memasang Penghalang Fisik
Pertimbangkan untuk memasang pagar dengan jaring kawat halus di sekeliling properti Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah yang rawan ular. Pastikan pagar tertanam beberapa inci di bawah tanah untuk mencegah ular menggali di bawahnya. Pilih bahan pagar yang kuat dan tahan lama, serta pastikan pagar cukup tinggi dan tidak memiliki celah yang bisa dilewati ular.
6. Memeriksa Barang Bawaan
Sebelum membawa masuk barang-barang dari luar, seperti pot tanaman, tumpukan kayu bakar, atau kotak penyimpanan dari gudang, periksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada ular yang bersembunyi di dalamnya. Lakukan pemeriksaan di area yang terang dan terbuka, dan berhati-hatilah saat mengangkat atau memindahkan barang-barang tersebut.
Masalah Umum dan Solusi
- Masalah: Tidak yakin apakah tanda yang ditemukan benar-benar dari ular.
- Solusi: Ambil foto tanda tersebut (kulit, jejak, kotoran) dan bandingkan dengan referensi online atau konsultasikan dengan ahli herpetologi atau petugas pemadam kebakaran setempat. Jika ragu, asumsikan itu adalah ular dan ambil tindakan pencegahan.
- Masalah: Ular sudah terlanjur masuk ke dalam rumah.
- Solusi: Jangan panik. Jaga jarak aman dari ular. Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular sendiri, terutama jika Anda tidak yakin jenisnya. Segera hubungi pemadam kebakaran atau ahli penangkap ular profesional. Tutup pintu ruangan tempat ular berada dan letakkan handuk basah di bawah celah pintu untuk mencegahnya berpindah ruangan.
- Masalah: Metode pencegahan tidak efektif dan ular masih sering terlihat.
- Solusi: Periksa kembali semua celah dan lubang di rumah Anda, pastikan tidak ada yang terlewat. Tingkatkan kebersihan lingkungan secara lebih intensif. Pertimbangkan untuk menggunakan kombinasi metode pencegahan, seperti penanaman tanaman pengusir dan pemasangan penghalang fisik. Evaluasi kembali sumber makanan ular di sekitar rumah Anda.
Advertisement
Tips Lanjutan
- Pelajari jenis-jenis ular yang umum ditemukan di daerah Anda, termasuk karakteristik dan perilakunya. Pengetahuan ini dapat membantu Anda mengidentifikasi tanda-tanda dan mengambil tindakan yang lebih tepat.
- Pertimbangkan untuk memasang perangkap ular non-mematikan (live trap) di area yang dicurigai, namun pastikan Anda tahu cara melepaskan ular dengan aman setelah tertangkap atau hubungi profesional.
- Edukasi anggota keluarga, terutama anak-anak, tentang bahaya ular dan apa yang harus dilakukan jika melihatnya.Mendeteksi dan mencegah ular masuk rumah adalah bagian penting dari menjaga keamanan hunian Anda. Dengan mengenali tanda-tanda keberadaan ular seperti kulit, jejak, kotoran, suara, dan bau, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan, menutup celah, mengelola hama, dan menggunakan penghalang fisik, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko pertemuan yang tidak diinginkan dengan reptil ini. Ingatlah untuk selalu berhati-hati dan mencari bantuan profesional jika Anda menemukan ular di dalam rumah.
Langkah Selanjutnya
- Lakukan inspeksi menyeluruh pada rumah dan halaman Anda untuk mengidentifikasi potensi titik masuk ular.
- Terapkan langkah-langkah pencegahan yang telah dijelaskan secara bertahap.
- Tetap waspada dan lakukan pemeriksaan rutin secara berkala.
- Simpan nomor kontak darurat pemadam kebakaran atau ahli penangkap ular di daerah Anda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ular Masuk Rumah
1. Kalau ada ular masuk rumah pertanda apa?
Masuknya ular tidak selamanya dianggap positif. Beberapa sumber menyebutkan, kemunculan ular bisa ditafsirkan sebagai sinyal bahwa pemilik rumah memiliki aura positif yang membuat dirinya dihormati dan disenangi lingkungan sekitar. Dengan begitu, hadirnya ular kadang dipandang sebagai tanda keberuntungan dalam hubungan sosial.
2. Apa arti rumah dimasuki ular menurut Islam?
Ular yang masuk ke rumah pada malam hari kerap dihubungkan dengan pertanda terganggunya ketenteraman keluarga yang menempati rumah tersebut. Dalam ajaran Islam, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, ular kerap dianggap sebagai perwujudan iblis yang mampu menjelma dalam beragam bentuk gangguan untuk menguji atau mengusik kehidupan keluarga.
3. Bolehkah membunuh ular yang masuk ke dalam rumah?
Rasulullah SAW tidak menganjurkan untuk langsung membunuh ular yang bersarang di dalam rumah. Larangan tersebut disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari pada Kitab Bad’u Al-Khalaq, dalam bab penjelasan firman Allah: “Dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan” (QS. Al-Baqarah: 164).
4. Apa yang harus dilakukan bila ada ular masuk rumah?
Langkah pertama ketika menemukan ular di dalam rumah adalah tetap tenang dan jangan panik. Jika tidak memiliki pengalaman, sebaiknya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau tim penyelamat ular. Selain itu, perhatikan ke arah mana ular bergerak atau bersembunyi agar mempermudah tim rescuer dalam melacak dan mengamankan hewan tersebut.
5. Mengapa ular itu masuk ke rumah?
Ular biasanya masuk ke dalam rumah atau bangunan karena tertarik pada area yang gelap, lembap, serta sejuk, atau karena sedang mencari mangsa kecil seperti tikus untuk dimakan. Untuk mencegah hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan memangkas tanaman di sekitar rumah agar lebih rapi, sehingga tidak menjadi tempat yang nyaman bagi hewan kecil maupun ular untuk bersembunyi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3377426/original/022274100_1613389490-IMG202109171515111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546131/original/095844000_1775275389-rumah_sederhana2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332864/original/002871300_1756539230-Gemini_Generated_Image_cwn2recwn2recwn2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7681739/original/074268400_1780477365-12356285505590446374.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569223/original/036885800_1777434201-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454679/original/022501600_1766567800-Gemini_Generated_Image_y1auu6y1auu6y1au_2.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5659852/original/066347900_1778295008-antibisa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425623/original/093500300_1764232614-kobra__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537131/original/023216700_1774412013-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454683/original/075097200_1766567801-Gemini_Generated_Image_uolslkuolslkuols.png)