Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Makanan, Ini 9 Jenis yang Bisa Mencegah Kanker

Meskipun tidak ada makanan yang dapat memberikan perlindungan sepenuhnya dari risiko kanker, mengonsumsi sejumlah makanan tertentu dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit tersebut.

Diperbarui 30 Januari 2025, 14:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Meskipun beberapa faktor risiko kanker tidak dapat dikendalikan, menerapkan pola makan yang lebih sehat dan gaya hidup yang seimbang dapat menjadi langkah efektif dalam menurunkan kemungkinan terkena penyakit ini.

Tidak ada satu jenis makanan yang mampu sepenuhnya melindungi seseorang dari risiko kanker, tetapi memperbaiki pola makan dengan nutrisi yang tepat serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker merupakan strategi yang bijak.

Dengan pendekatan ini, kesehatan secara keseluruhan dapat lebih terjaga, sekaligus mengurangi kemungkinan terkena penyakit kronis, termasuk kanker. Berikut informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (30/1/2025).

Buah Beri

Memasukkan buah-buahan jenis berry ke dalam konsumsi harian dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kanker.

Contohnya, blueberry, strawberry, dan blackberry kaya akan senyawa antioksidan dan antiinflamasi seperti flavonoid dan antosianin.

Kandungan-kandungan ini berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan serta menghambat pembentukan senyawa yang memicu peradangan, sehingga dapat menurunkan risiko terkena kanker.

Buah Citrus

Jeruk, grapefruit, dan lemon adalah contoh buah-buahan yang tinggi serat, karotenoid, folat, vitamin C, serta flavonoid.

Nutrisi-nutrisi ini memberikan dampak antioksidan dan antiinflamasi bagi tubuh, yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker.

Apel dan Pir

Menambahkan apel dan pir ke dalam pola makan sehari-hari dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker, seperti kanker kolorektal, kanker payudara, dan kanker paru-paru.

Kedua buah tersebut mengandung nutrisi serta senyawa alami yang dikenal memiliki efek antikanker, seperti vitamin C dan flavonoid antioksidan.    

Sayuran Hijau

Mengubah pola makan dengan menambahkan berbagai jenis sayuran, termasuk sayuran berdaun hijau, bawang merah, dan kembang kol, bisa mengurangi risiko terserang kanker.

Kandungan antioksidan karotenoid seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam sayuran-sayuran ini memiliki sifat pelindung sel dan anti-inflamasi yang sangat bermanfaat.

Sayuran Salib

Sayuran salib termasuk brokoli, kembang kol, kol, dan berbagai jenis sayuran hijau seperti kangkung, arugula, dan lobak Swiss.

Manfaatnya telah terbukti memberikan perlindungan yang signifikan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.

Ini disebabkan oleh kandungan fitokimia sulfur, yang dikenal sebagai glukosinolat, yang kemudian diubah oleh tubuh menjadi molekul yang disebut isothiocyanates, yang memiliki sifat anti-kanker yang kuat.

Sayuran Allium

Tanaman allium, seperti bawang putih, bawang merah, dan daun bawang, mengandung senyawa alami yang bermanfaat dalam melindungi tubuh dari berbagai jenis kanker.

Misalnya, bawang putih dan bawang merah mengandung flavonoid antioksidan, senyawa organosulfur, dan vitamin C, yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker serta menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat oksidasi.

Makanan Laut atau Seafood

Makanan laut, khususnya ikan yang kaya lemak seperti salmon, trout, ikan kembung, dan sarden, mengandung asam lemak omega-3 seperti EPA dan DHA.

Komposisi EPA dan DHA ini tidak hanya bersifat antiinflamasi yang kuat, tetapi juga berperan dalam pencegahan kerusakan sel.

Di samping itu, ikan berlemak juga mengandung nutrisi antioksidan seperti vitamin E dan selenium, serta karotenoid antioksidan yang dapat memberikan perlindungan potensial terhadap kanker.

Kacang-Kacangan

Buncis dan lentil, bersama dengan jenis kacang lainnya, mengandung banyak nutrisi bermanfaat dan memiliki sifat pelindung terhadap risiko kanker. Kandungan nutrisi tersebut mencakup serat dan mineral penting.

Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga keutuhan sel tubuh, memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kanker.

Kunyit

Tumbuhan herbal dan rempah-rempah seperti kunyit, rosemary, oregano, thyme, dan jahe memiliki kandungan alami yang dapat membantu melindungi tubuh dari kanker.

Sebagai contoh, kunyit mengandung senyawa bernama kurkumin, sebuah polifenol yang memiliki efek antikanker yang signifikan.

Kurkumin telah terbukti mampu memicu apoptosis, atau kematian sel terprogram, pada sel kanker dan menekan jalur sinyal yang terlibat dalam penyebaran sel kanker.