Sukses

Menguap hingga Merinding, Ini 7 Penjelasan Ilmiah untuk Reaksi Aneh Tubuhmu

Liputan6.com, Jakarta - Tubuh kita sangat unik. Kita bahkan tak dapat memahami semua hal yang terjadi di tubuh, tapi suka berpikir mengapa hal itu terjadi.

Ada banyak reaksi aneh tubuh yang tak kita ketahui penyebabnya meski terjadi setiap hari. Berikut beberapa penjelasannya.

1. Menangis saat menguap

Saat menguap begitu keras, tak jarang mata kita menjadi berair. Tak jarang, air mata yang keluar begitu banyak sehingga dikira menangis.

Kenyataannya, selalu ada air mata yang melapisi mata agar membuatnya basah. Saat cairan itu menumpuk, itu akan terkuras menjadi sedikit di sudut-sudut mata. Tapi saat menguap, celah kecil ini tersumbat karena otot berkontraksi. Air mata pun tak memiliki jalan keluar lain selain terkuras melewati pipi.

2. Tubuh menyentak saat separuh tertidur

Saat hampir terlelap, Anda pasti pernah tersentak bangun dan merasa seperti jatuh. Belum ada penelitian yang benar-benar menemukan alasan sebenarnya, tetapi ada beberapa teori ilmiah yang masuk akal.

Satu teorinya adalah ketika tubuh mulai rileks dan detak jantung serta pernapasan mulai melambat, metode transisi tubuh adalah berkedut. Teori lainnya adalah bahwa otak menggunakan respons terbang. Saat otot-otot rilek, otak berpikir Anda benar-benar sedang jatuh dan mengirimkan pesan ke otot-otot untuk tegang yang menyebabkan sentakan.

 

2 dari 3 halaman

3. Jemari berkerut setelah berada dalam air

Saat Anda berada terlalu lama di dalam air, jari tangan dan kaki akan berkerut. Tubuh melakukan hal tersebut sebagai bukti evolusi bahwa mekanisme tersebut membantu manusia mencengkeram objek lebih baik saat berada di dalam air.

4. Perut 'bersuara' saat sedang lapar

Tak bisa diabaikan, saat kelaparan perut Anda bisa mendadak bersuara. Kenapa ini bisa terjadi? Saat keroncongan, hanya dinding perut yang berkontraksi.

Reseptor di perut melihat ini sebagai kekurangan makanan dan mengirimkan gelombang listrik lewat perut dan usus kecil. Dinding perut menekan dan melepaskan getaran tersebut sehingga terdengar suara.

5. Kelopak mata berkedut secara acak

Tingkat keparahan kedutan dapat bervariasi dari kecil hingga kejang penuh. Masih belum ditemukan penyebab sebenarnya namun beberapa ilmuwan yakin ini disebabkan oleh kelelahan, kafein, atau stres.

 

3 dari 3 halaman

6. Bulu kuduk berdiri saat takut

Saat Anda takut, adrenalin mulai memompa dan dikeluarkan ke tubuh. Masuknya adrenalin memberi sinyal pada otot-otot kecil di pangkal folikel rambut untuk berkontraksi yang kemudian menyebabkan mereka berdiri.

Ini merupakan bukti evolusi. Nenek moyang manusia melakukannya untuk bertahan hidup. Dengan rambut berdiri di saat takut, mereka bisa terisolasi dalam cuaca dingin atau mengetahui mereka dalam bahaya.

7. Sendi berbunyi setelah duduk lama

Pernahkah Anda seperti mendengar suara lutut retak saat berdiri setelah duduk yang lama? Suara itu berasal dari pelepasan gas dari ruang di antara sendi. Tak perlu dikhawatirkan bila tidak merasakan sakit atau tidak mengalami pembengkakan.

Semakin banyak bergerak, justru semakin banyak tubuh melumasi dirinya sendiri. Sementara saat Anda duduk atau berbaring, cairan di persendian tidak bergerak.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cara Hentikan Cegukan pada Bayi
Artikel Selanjutnya
Tips Cegah Bayi Cegukan