Liputan6.com, Jakarta Politikus senior sekaligus seorang aktivis demokrasi Rahman Tolleng meninggal dunia pada Selasa (29/1/2019) pagi tadi. Pria kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 ini menghembuskan nafas terakhir di usianya 81 tahun. Politikus senior ini juga merupakan mantan Pemred Suara Karya.
Sejumlah tokoh mengucapkan duka cita atas meninggalnya Rahman Tolleng. “Rahman Tolleng, aktivis Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) sejak akhir tahun 1950-an meninggal pagi ini di Jakarta. Pejuang demokrasi yang konsisten, tanpa pamrih, berkali-kali gagal — tanpa putus asa. Sahabat yang tak selamanya,” tulis Goenawan Mohamad.
Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat juga mengungkapkan bela sungkawa di akun Twitternya.
Advertisement
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun Telah meninggal dunia pagi ini pukul 05.25 WIB, A Rahman Tolleng, Mari kita doakan semoga almarhum diampuni segala kesalahannya, diterima iman Islamnya dan Husnul Khatimah... Alfatihah.... Aamiin YRA..." tulis Andi.
Karier Politik
Rahman Tolleng memang dikenal di kalangan politikus, pers, hingga dunia penerbitan buku. Berikut Liputan6.com (29/1/2019) rangkum kilas balik Rahman Tolleng yang diperoleh dari berbagai sumber.
Pada 1991-2006, Rahman Tolleng menjabat sebagai direktur Penerbitan PT Pustaka Utama Grafitti. Ia juga turut membidani kelahiran Partai Serikat Rakyat Independen pada 2 Mei 2011. Namun gagal untuk menjadi peserta pemilihan umum (Pemilu) 2014.
Sebelumnya, pada awal 1990-an, bersama sejumlah intelektual aktivis, Rahman Tolleng mendeklarasikan lahirnya Forum Demokrasi (Fordem), yang selama bertahun-tahun menjadi wadah bagi sebagian aktivis prodemokrasi.
Fordem mengajukan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden alternatif menggantikan Soeharto waktu itu. Gus Dur akhirnya berhasil menjadi Presiden menggantikan BJ Habibie.
Namun, Fordem pun lambat-laun menghilang. Namun, Rahman Tolleng tak kenal menyerah. “Perjuangan politik adalah perjuangan nilai,” tandas mantan Ketua Dewan Pertimbangan Fordem ini.
Advertisement
Mendorong Transformasi Golkar
Kemudian pada 15 Januari 1974, merupakan titik balik bagi dirinya. Rahman Tolleng dituduh terlibat dalam demonstrasi menentang kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka. Dirinya bersama sejumlah intelektual dan pemimpin mahasiswa ditahan selama 16 bulan di Rumah Tahanan Militer Boedi Oetomo, Jakarta.
Menjelang pemilu 1971, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR, 1968-1971) ini ikut mengambil bagian dalam proses transformasi Sekretariat Bersama Golongan Karya menjadi Golkar. Rahman Tolleng pun ditunjuk sebagai Wakil Pemimpin di sini.
Pada 1971-1974, dirinya juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Aktivis Mahasiswa
Pada 1955-1959, Rahman Tolleng pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jurusan Apoteker, namun tidak tamat. Pernah juga terdaftar sebagai salah seorang mahasiswa Universitas Padjajaran, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, namun juga tidak selesai.
Kemudian pada era Orde Lama, dirinya pernah menjadi buronan politik karena menentang rezim Nasakom Soekarno. Sesudah peristiwa Gerakan 30 September 1965, dirinya bergabung Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di Bandung. Mewakili Sekretariat bersama organisas-organisasi mahasiswa local, dirinya duduk sebagai salah seorang Ketua Presidium KAMI pusat.
Pada 1965-1966, Rahman Tolleng ikut menggerakkan KAMI, yang juga aktif mendorong kaum muda melakukan perubahan.
Pada pertengah 1966, bersama Riandi dan Awan Karmawan Burhan menerbitkan mingguan Mahasiswa Indonesia. Roger K Paget, salah seorang pengamat pers Indonesia ketika itu, sempat berkomentar, “berkat mutu dan sikap radikalnya, Mahasiswa Indonesia dengan cepat memiliki reputasi sebagai koran intelektual yang banyak dibaca.”.
Namun sayang, koran Mahasiswa Indonesia diberangus Orde Baru pada tahun 1974.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2715339/original/009604700_1548734917-rahman_tolleng_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)