Sukses

Akshaya Swara Meriahkan Indonesia Festival di Osaka, Jepang

Liputan6.com, Osaka - Akshaya Swara, sebuah kelompok vokal campuran (pria dan wanita), pimpinan Bernadeta Kusdiantari, melakukan lawatan ke Osaka pada akhir Oktober 2018 lalu. Kelompok yang beranggotakan  8 orang ini, yaitu Atiek Mariani, Triana Retnoningsih, Dwi Wahyu Pradono, Stefanus Johan, Cindy, Ika Yuliasari (keyboard) dan penabuh gendang cilik yaitu Arestro Pradono

Tak disangka, penampilan mereka mampu memeriahkan suasana Indonesia Festival, yang dilangsungkan  pada tanggal 20 Oktober 2018. Indonesia Festival ini diselenggarakan oleh Konsulat Jendral Osaka dengan organizer Luna Friendship Association, yang berlangsung di Kawachinagano Information Communication Citizen (KICCS) Hall, Osaka. Indonesia Festival ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

Sebagai satu-satunya pengisi acara yang diundang dari Jakarta, Akshaya Swara menyanyikan lagu-lagu Indonesia seperti Lagu Dolanan Anak dari Jawa Tengah berupa medley lagu “Padang Bulan”, “Gundul-gundul Pacul”, “Cublak-Cublak Suweng”, juga Lagu “Bengawan Solo” yang amat terkenal di Jepang dengan bernyanyi sambil memainkan angklung, dan  lagu Jepang berjudul “Mirai”.

 

Tidak hanya bernyanyi, Akshaya Swara juga menampilkan tarian Gemu Famire dan Poco-Poco. Mereka mengajak pengunjung untuk bergoyang bersama menarikan tarian tersebut. Pengunjung amat antusias mengikuti, bahkan ada seorang pengunjung yang meminta mereka menyanyikan lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” yang rupanya amat berkesan baginya.

“Pengunjung sangat senang dan tidak menyangka Akshaya Swara dapat membawa suasana seperti Summer Festival di Jepang, dari mulai nyanyian sampai menari bersama yang disebut “Bon Odori”, sehingga dari anak kecil sampai kakek nenek, dari awam sampai expert bisa ikut menari,” tutur ibu Lalita Anubawastuti selaku staff Konsulat Jendral Osaka.

Acara ini juga dihadiri oleh Konsul Jendral RI Osaka, Bapak Mirza Nurhidayat, dan Walikota Kawachinagano City, Mr. Tomoaki Shimada.

“Pengunjung bertahan dari awal, bahkan makin menjelang penutupan acara, baik masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang semakin banyak hadir dan menikmati semua pertunjukan, ikut menari bersama Akshaya Swara di saat penutupan,” lanjut Lalita.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kesuksesan Akshaya Swara di acara Indonesia Day berlanjut keesokan harinya, yaitu pada tanggal 21 Oktober 2018, di mana mereka membawakan kembali lagu dan tarian Indonesia pada acara International Day of The Archdiocesis, di Katedral Osaka. Suatu acara di mana seluruh misionaris (Pastor, Suster, Frater, Bruder) di Osaka berkumpul bersama seluruh umat Katolik di Osaka.

Pada pagi hari sebelum acara tersebut berlangsung, Akshaya Swara juga bernyanyi di Perayaan Ekaristi/ Misa di Gereja Umeda pimpinan Pastor Miguel Aragon Moreno, sebagai petugas paduan suara. Mereka membawakan lagu-lagu inkulturasi dalam Bahasa Indonesia.

Dalam acara International Day, pertunjukan Akshaya Swara diawali dengan nyanyian acapela dan dilanjutkan dengan menyanyi sambil menari bersama seluruh pengunjung yang berada di panggung terbuka.  

Nama Akshaya Swara sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Suara Keabadian, menggambarkan cita-cita paduan suara ini untuk terus bernyanyi mengalunkan lagu-lagu yang abadi, tak lekang oleh waktu. Semoga ke depannya Akshaya Swara dapat menjalankan misinya untuk terus berbagi kegembiraan dengan sesama dan memperkenalkan lagu serta budaya Indonesia ke manca negara.

Artikel Selanjutnya
PICF Ajak Seluruh Paduan Suara Sekolah Unjuk Prestasi