Sukses

Rambut dan Kuku Terus Tumbuh Setelah Meninggal, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan semacam ini masih saja ada dan menjadi salah satu misteri bagi sebagian besar orang. Apa yang terjadi terjadi seseorang meninggal?

Meskipun tidak ada yang bisa membuktikannya secara pasti, paling tidak kita dapat memahami apa yang terjadi pada tubuh manusia setelah kematian.

Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan adalah, apakah rambut dan kuku akan terus tumbuh setelah seseorang meninggal.

Salah satu adegan di film The Tingler tahun 1959, di mana Dr. Warren Chapin (diperankan oleh Vincent Price) pernah menyatakan bahwa rambut dan kuku akan terus tumbuh begitu seseorang telah meninggal dunia.

Melansir Metro, beberapa orang yang memiliki hubungan dengan mayat (misalnya pekerja kamar mayat), juga pernah menyatakan bahwa rambut dan kuku orang meninggal terus tumbuh setelah mereka perhatikan.

Namun ternyata rumor itu salah. Saat Anda mati, maka jantung pun akan berhenti memompa oksigen ke seluruh tubuh. Oksigen tentu sangat penting dalam produksi glukosa yang dibakar oleh tubuh saat rambut dan kuku akan tumbuh. Hal tersebut dikarenakan tidak ada pasokan energi ketubuh setelah manusia mati, maka tidak mungkin rambut dan kuku terus tumbuh.

 

 

2 dari 2 halaman

Adanya Reaksi Penguraian Sehingga Terlihat Seperti Tumbuh

Lalu mengapa mitos ini masih saja beredar? Alasannya adalah karena masih ada reaksi di tubuh selama penguraian setelah terjadi kematian.

Seiring waktu, kulit pun mulai kembali tertarik sama seperti ketika mengalami dehidrasi. Hal itulah yang terjadi di sekitar kuku dan folikel rambut, sehingga terlihat seolah-olah kukuatau rambut orang yang sudah mati jadi lebih panjang.

Pernah ada insiden di mana saat seseorang membuka peti mati, ia pun mengoleskan sejumlah besar krim pelembab ke tubuh saudaranya yang sudah meninggal, untuk menghentikan pertumbuhan rambutnya dan memastikan hal ini tidak terjadi.

Karena sempat ada rumor yang beredar terutama jika seorang pria berjenggot, akan dibutuhkan banyak kelembaban untuk menghentikan pertumbuhannya. Padahal jelas semua itu tidak benar.

 

Penulis:

Dhita Adhitya

**Jadilah bagian dari Forum Liputan6.com dengan mengirimkan artikel viral dan terkini melalui email: Forum@liputan6.com