Sukses

Main Teater dari Karya Sastra Besar, Reza Rahadian Terbebani

Liputan6.com, Jakarta - Kisah asmara Minke dan Annelies dalam novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer, diangkat ke atas pentas teater. Dilakoni aktor dan aktris papan atas, pementasan teater Bunga Penutup Abad menjadi kado istimewa mengenang 10 tahun meninggalnya Pram.

Kisah asmara Minke dan Annelies dalam novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer, diangkat ke atas pentas teater. Dilakoni aktor dan aktris papan atas, pementasan teater Bunga Penutup Abad menjadi kado istimewa mengenang 10 tahun meninggalnya Pram.

Happy Salma selaku pemain sekaligus produser pementasan tersebut mengaku, mencari benang merah dari dua novel Pram cukup sulit. Ia bersama Wawan Sofwan, sutradara pementasan Bunga Penutup Abad, sampai mesti melempar draf naskah ke beberapa pembaca untuk mencari formula paling menarik agar tak kehilangan gregetnya.

- 

“Buat naskahnya, saya dan Mas Wawan merancangnya setahunan. Kita butuh draf sampai puluhan lebih sampai menemukan benang merah yang menarik untuk ditampilkan,” aku Happy Salma saat ditemui usai pementasan Bunga Penutup Abad di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (24/08/2016).

Selain Happy Salma, Reza Rahadian, Chelsea Islan, dan Lukman Sardi turut terlibat dalam pementasan tersebut. Bagi Lukman Sardi sendiri, tampil di panggung pementasan Bunga Penutup Abad menjadi pengalaman yang luar biasa. Terlebih, bagi dirinya yang lebih sering bermain film.

“Ini buat aku kesempatan yang menarik. Nervous banget. Karena baru kali ini tampil dengan kostum dan semuanya. Untungnya, kita (para pemain) semua punya energi yang sama. Mudah-mudahan lebih baik lagi,” ungkap Lukman Sardi.

“Masalahnya karena naskahnya diadaptasi dari karya sastra yang besar, jadi otomatis secara beban juga besar sekali,” sela Reza Rahadian.

- 

Pementasan Bunga Penutup Abad menceritakan kehidupan Nyai Ontosoroh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahadia) setelah kepergian Annelies (Chelsea Islan) ke Belanda. Perjalanan Annelies dikabarkan lewat surat yang dikirimkan oleh seorang pegawai yang mengingi Annelies.

Kisah berakhir saat kabar Annelies yang meninggal di Belanda, sampai ke telinga kedua orang tersebut. Remuk redam, Minke meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk melanjutkan sekolah menjadi dokter. Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya, Jean Marais (Lukman Sardi). Lukisan itu ia beri nama: Bunga Penutup Abad.

Pementasan Bunga Penutup Abad berlangsung selama tiga hari, 25-26 Agustus 2018, di Gedung Kesenian Jakarta.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6