Sukses

Kisah Tragis 5 Algojo Kondang di Akhir Hayatnya

Citizen6, Jakarta Dahulu, membunuh tawanan perang maupun tahanan yang dijatuhi hukuman mati menjadi tugas seorang algojo. Menjadi algojo tentu saja berarti menutup hati nurani saat mesti menghilangkan nyawa seseorang.

Kini mungkin peran algojo tidak lagi terlalu penting. Namun ada beberapa kisah tragis para algojo yang paling ditakuti di masa peperangan. Siapa saja mereka?

1. John Reichhart, Jerman

Sepanjang hidupnya, pria yang tumbuh di keluarga algojo ini telah membunuh 3.000 tahanan pada masa Perang Dunia I dan II. Pada waktu itu ia bekerja untuk Nazi sehingga membuatnya dibenci banyak orang.

Setelah Nazi dikalahkan, Reichhart mendaftar menjadi algojo untuk sekutu dengan memalsukan identitas. Akan tetapi, setelah puluhan ia eksekusi, identitas aslinya terbongkar. Ia ditangkap dan dipenjara seumur hidup sementara anak laki-lakinya bunuh diri karena malu dengan ayahnya.

2. John C Woods, Amerika

- 

Pria berpangkat sersan ini telah mengeksekusi setidaknya 10 pemimpin Nazi pada 1946 serta 100 tahanan Nazi saat Perang Dunia II. Suatu kali, saat mengeksekusi seorang pemimpin Nazi, ternyata orang tersebut masih bernapas sehingga harus dieksekusi lagi. Peristiwa tersebut memancing kontroversi karena dianggap Woods sengaja melakukan hal tersebut untuk balas dendam. Tanpa sempat membela, Woods tewas tak lama kemudian karena tersengat listrik.

2 dari 2 halaman

Antonina Makarova

3. Antonina Makarova, Rusia

Perempuan ini dulunya merupakan mantan perawat Uni Soviet. Suatu kali, daerah tempatnya bekerja diduduki Nazi. Saat diberi pilihan dieksekusi atau bekerja di pihak Nazi, Makarova memilih pilihan kedua.

Selama bekerja untuk pihak Jerman, ia telah mengeksekusi 1.500 tahanan. Setelah perang berakhir, ia menikah dan pindah ke Belarusia. Tahun 1976, agen KGB berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Makarova kemudian dieksekusi dengan cara ditembak mati.

4. Vasili Blokhin, Uni Soviet

 -

Pria berpangkat Mayor Jenderal ini terkenal sebagai algojo yang paling banyak mengeksekusi tahanan. Selama hidupnya ia telah menghukum mati 10.000 tahanan. Atas pengabdiannya, pemimpin Uni Soviet, Stalin, menganugerahinya medali kehormatan dan berbagai kemewahan.

Namun saat Stalin meningggal dan digantikan penerusnya, semua medali kehormatan dan kemewahan yang telah didapat Blokhin ditarik kembali. Merasa dipermalukan, ia terjerumus pada alkohol, depresi, dan akhirnya gantung diri pada 1955.

5. John Hulbert, Amerika

 -

Pria yang telah mengeksekusi 140 orang ini ternyata tak pernah menikmati pekerjaannya. Meski mendapat bayaran yang tinggi, ia selalu dibayangi ketakutan akan seseorang membalas dendam padanya. Karena itulah setelah ia pensiun, ia membawa pistol ke mana-mana untuk jaga-jaga.

Saking depresinya, ia selalu makan restoran yang sama, makanan yang sama, dan minta dilayani pelayan yang sama karena takut diracuni. Tiga tahun setelah pensiun, ia mengurung diri di dalam rumah dan menembak kepalanya sendiri. (Sul)*

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6