Hoaks Terkait Covid-19 Masih Beredar saat Pandemi Berakhir, Simak Daftarnya

Waspada! Banyak kumpulan hoaks terkait Covid-19 yang masih beredar. Pahami fakta sebenarnya agar tidak terjebak informasi sesat dan tetap terlindungi.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia beberapa tahun terakhir tidak hanya membawa dampak kesehatan dan ekonomi, tetapi juga memicu gelombang disinformasi dan kumpulan hoaks yang masif. Meski sudah berakhir, berbagai informasi palsu terkait virus tersebut terus menyebar melalui berbagai platform.

Hoaks terkait Covid-19 yang beredar saat ini kerap dikaitkan dengan penyakit lain, kabar bohong tersebut tetap harus diwaspadai, sebab menciptakan kebingungan dan bahkan membahayakan kesehatan masyarakat.

Super Flu Lebih Parah dari Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim super flu lebih parah dari Covid-19, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2026.

Klaim super flu lebih parah dari Covid-19 berupa video yang menampilkan tulisan sebagai berikut.

"baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19"

"Para ahli menekankan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak. lansia dan penderita penyakit penyerta, kaena influenza secara umum memang lebih berisiko pada kelompok tersebut, istilah "super flu" lebih banyak muncul karena tingkat keganasan yang lebih tinggi. meski gejalanya bisa terasa lebih berat dibanding flu biasa covid-19 terkini, langkah pencegahan tetap sama: vakinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh. pemerinta dan tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada"

Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Flu baru lbih parah dari covid-19 😲😲☝ #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan"

Benarkah klaim super flu lebih parah dari Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

Pasien di RS Akibat Influenza A Diisolasi Seperti Covid-19

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim pasien Influenza tipe A di Rumah Sakit (RS) harus diisolasi seperti pasien covid-19. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Oktober 2025.

Berikut isi postingannya:

"Kepada Rekan2 semua untuk menjaga kesehatan khususnya juga kepada anak2 & Cucu2 Kita, sebaiknya memakai masker kembali ternyata hari ini di rumah sakit terutama di IGD penuh dengan penyakit yg sama yaitu setelah cek darah dinyatakan Influenza A dan penyebarannya cepat melalui udara, dirumah sakit langsung di isolasi mirip covid, ada cucunya teman saya, semua flu tapi yang diperiksa darahnya ternyata kena Influenza A namanya dan ini tdk boleh dijenguk.

Agar ini menjadi perhatian betul untuk Kita semua lebih baik mencegah dari pada mengobati."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim pasien Influenza tipe A di Rumah Sakit (RS) harus diisolasi seperti pasien covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.