6 Hoaks yang Beredar Dalam Sepekan, dari Penipuan hingga Fenomena Alam

Cek Fakta Liputan6.com merangkum kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan terakhir, meliputi penipuan fasilitas gratis, subsidi, hingga isu sensitif. Waspada!

Diterbitkan 04 Agustus 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Dalam sepekan terakhir, berbagai jenis hoaks kembali meramaikan jagat maya, menimbulkan keresahan dan potensi kerugian bagi masyarakat. Cek Fakta Liputan6.com secara rutin melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi dan membantah informasi palsu yang beredar luas.

Kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan ini didominasi oleh modus penipuan yang menawarkan fasilitas gratis dan pendaftaran subsidi pemerintah. Modus ini seringkali memanfaatkan isu-isu yang menarik perhatian publik untuk menjerat korban.

Selain itu, hoaks juga menyentuh isu sensitif seperti fenomena alam, pernyataan pejabat negara lain, hingga penipuan berkedok undian berhadiah dari lembaga perbankan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Untuk menghindari hoaks tersebut, simak daftar berikut ini.

1. Link Pendaftaran Bantuan PIP

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan PIP, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Juli 2025.

Unggahan klaim link pendaftaran bantuan PIP berupa tulisan sebagai berikut.

"Kabar Baik Bagi Para Siswa Penerima Program Indonesia Pintar ( PIP ). Bantuan Pendidikan Untuk Anak Sekolah Tahun 2025 Resmi Cair"

Dalam unggahan terdapat menu daftar, jika diklik mengarah pada link yang menapilkan halaman situs berupa formulir digital.

Formulir tersebut meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap seperti di provinsi dan nomor aktif Telegram.

Benarkah klaim link pendaftaran bantuan PIP? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

2. Video PM Thailand Sebut Indonesia Negara Miskin dan Dihuni Banyak Maling

Beredar di media sosial postingan video Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mmepostingnya pada 31 Juli 2025.

Dalam postingannya terdapat video PM Thailand sedang memberikan pidato dengan narasi sebagai berikut:

"Banyak orang yang minim bahasa Thailand, tapi yang pasti, Perdana Menteri Thailand mengatkan, Indonesia enggak usah ikut campur Thailand negara kuat negara kaya sedangkan Indonesia negara besar tapi miskin negara yang banyak dihuni maling. Terima kasih."

Akun itu menambahkan narasi:

"INDONESIA DIPERMALUKAN PERDANA MENTRI THAILANDPM Thailand bilang "Indonesia gak usah ikut campur konflik Thailand - Kamboja, biar Indonesia negara besar tetapi rakyatnya miskin dan negaranya sarang maling."Betul 1.000% bu PM dan dimana HARGA DIRI PEMERINTAH INDONESIA DISEBUT SARANG MALING ??"

Lalu benarkah postingan video Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

3. Link Pendaftaran untuk Hanguskan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk menghanguskan tunggakan iuran BPJS Kesehatan, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Juli 2025.

Klaim link pendaftaran untuk menghanguskan tunggakan iuran BPJS Kesehatan berupa poster digital tulisan sebagai berikut.

"Alhamdulillah yuran BPJS Kesehatan yang sudah nunggak bertahun tahun akan dihanguskan silahkan daftar bpjs kesehatan gratis secara online pendaftaran tidak dipungut biaya apapun"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Kabar baik dari pemerintah pusat bahwa BPJS gratis sudah di tetapkan daftarkan diri anda sekarang juga agar bisa mendapatkan BPJS kesehatan secara gratis. Daftarkan diri anda di link yang sudah kami sediakan.

#bpjsgratis

#jaminansosial

#bantuangratis

#indonesiamaju"

Dalam unggahan terdapat menu daftar, jika diklik mengarah pada link yang menapilkan halaman situs berupa formulir digital.

Berikut linknya:"https://info7-bpjs.news-terkini.com/?fbclid=IwY2xjawL5YZFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFjWnlRRzJRNzFQTlpyZ1h2AR5LZbxMKkenpzNwehqT0ZpqLNsR6J_N9mwPLsdzOkna1_Vn8XR7CLVcWN57SQ_aem_OukjAsFbJNzb3BXp1o863Q"

Formulir tersebut meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap seperti di KTP dan nomor aktif Telegram.

Benarkah klaim link pendaftaran untuk menghanguskan tunggakan iuran BPJS Kesehatan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

Hoaks Berikutnya

4. Artikel Raja Salman Sebut Indonesia Negara Termunafik Nomor Satu

Beredar di media sosial postingan artikel dengan judul yang mengklaim Raja Salman menyebutkan Indonesia sebagai negara termunafik nomor satu. Postingan itu beredar sejak pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 30 Juli 2025.

Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari CNBC Indonesia dengan judul "Raja Salman Sebut: Negara Termunafik Urutan Nomor Satu Indonesia".

Akun itu menambahkan narasi:

"Raja Sal kenapa elu ngatain Konoha macem ni"

Lalu benarkah postingan artikel dengan judul yang mengklaim Raja Salman menyebutkan Indonesia sebagai negara termunafik nomor satu? Simak dalam artikel berikut ini...

 

5. Link Pendaftaran Kupon Undian Berhadiah Wondr by BNI

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran kupon undian berhadiah Wondr by BNI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Juli 2025. Klaim link pendaftaran kupon undian berhadiah Wondr by BNI berupa tulisan sebagai berikut.

"𝗣𝗥𝗢𝗚𝗥𝗔𝗠 Khusus Nasabah BANK BNI yang sudah mempunyai Wondr By BNI. BNI Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Wondr by BNI Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BNI ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal

𝐊𝐥𝐢𝐤 𝐓𝐨𝐦𝐛𝐨𝐥 Daftar ...!

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗮𝗵 𝗨𝘁𝗮𝗺𝗮 & 𝗟𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮 :

-10 Unit Mobil Brio

-10 Unit Mobil Fortuner

-10 Unit Mobil Pajero

-15 Unit Rumah Gratis

-20 Unit Honda Scopy

-20 Unit Yamaha Nmax

-60 Tablet & Leptop

-10 Paket Umroh Gratis

-10 Paket Wisata Malaysia

-Uang Tunai Rp, 600 Juta

-20 emas batangan-20 Unit TV Led"

Unggahan tersebut menyediakan menu daftar untuk mendapatkan kupun, jika menu diklik mengarah pada link berikut ini.

"https://l.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Fslategrey-pony-931537.hostingersite.com%2FFfbgk%2Fone.html%3Ffbclid%3DIwZXh0bgNhZW0CMTEAYnJpZBExbFEzdVZvM1Q1WmpwN1hZeQEeuN4EYKctjKvc5yY5vLLeSz8vbUQkrK1UoMorJ-WULafOAdhN0MwsLMZzXEE_aem_jqJRB-F1MKiwsqGXaemOvg&h=AT2l-_Tt81JXGb6gRV1Y91J3UJN2R2WSArWHJuZyRpHCd847UYXmRzsSSyoehZH4XBKgd6taL64cWTF4v5kRj9lpv0o47lzjg2eBEYizGWm5B7zhe_dnoEDl-ALTQFClaCZrhA&__tn__=%2CmH-R&c[0]=AT2XqnKuImjVwGIuVc_TsdfbpwuvXzwXYJ04H2QF5ngqMjM35rJfFUGntOBEz4FsJNvj58bVbaz1dT397mTi1xpqNw39bN8rtLmkcra6Jtsk4c4-8xS8H4c3n2Wp8ZQO9ZG8M9b-GEw3BIaGS-QS_MYyQMn45TFO3LhO2Mk3FYE"

Benarkah klaim link pendaftaran kupon undian berhadiah Wondr by BNI? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

6. Dunia akan Gelap 6 Menit pada 2 Agustus 2025 Efek Gerhana

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim dunia akan gelap 6 menit pada 2 Agustus 2025 efek gerhana 100 tahun sekali, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 25 Juli 2025.

Unggahan klaim dunia akan gelap 6 menit pada 2 Agustus 2025 efek gerhana 100 tahun sekali berupa tulisan sebagai berikut.

"Fenomena langka dunia akan gelap selama 6 menit pada 2 Agustus 2025 efek dari gerhana 1 abad (100 tahun) sekali #sorotan"

Benarkah klaim dunia akan gelap 6 menit pada 2 Agustus 2025 efek gerhana 100 tahun sekali? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.