Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program bernama Sekolah Rakyat. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas tinggi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi jutaan anak Indonesia yang selama ini terhambat akses pendidikannya.
Sekolah Rakyat menargetkan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan menyediakan pendidikan gratis dari tingkat SD hingga SMA, termasuk fasilitas asrama, program ini berupaya menghilangkan hambatan finansial yang seringkali menjadi penghalang utama bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Pada tahun 2025, direncanakan akan ada 200 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Sebanyak 53 lokasi telah disiapkan dan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026.
Advertisement
Sementara itu, 63 lokasi lainnya akan memulai program matrikulasi pada 14 Juli 2025, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan program pendidikan inklusif ini.
Karakteristik dan Kurikulum Unggulan Sekolah Rakyat
Salah satu ciri khas utama Sekolah Rakyat adalah model pendidikan gratis berasrama (boarding school). Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, meliputi asrama, laboratorium modern, serta perangkat pembelajaran berbasis teknologi terkini. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan optimal setiap siswa.
Meskipun menggunakan Kurikulum Nasional, Sekolah Rakyat mengadopsi pendekatan pembelajaran yang sangat fleksibel dan personal. Sistem multi-entry dan multi-exit memungkinkan siswa untuk masuk kapan saja dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan capaian belajar individual mereka. Ijazah yang diberikan pun setara dengan sekolah umum, memastikan pengakuan dan kesempatan yang sama bagi lulusannya.
Selain materi akademik, program ini sangat menekankan pada pengembangan karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme. Siswa juga dibekali dengan keterampilan hidup yang relevan untuk masa depan. Evaluasi dilakukan secara berkala, mencakup aspek gizi, kesehatan, IQ, kedisiplinan, dan kompetensi siswa, memastikan bahwa setiap aspek perkembangan siswa terpantau dengan baik.
Advertisement
Implementasi dan Pendanaan Program Sekolah Rakyat
Penyebaran lokasi Sekolah Rakyat mencakup berbagai wilayah strategis di Indonesia, dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua. Distribusi yang merata ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau anak-anak di daerah terpencil dan tertinggal, memastikan bahwa kesempatan pendidikan berkualitas tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Dari total 200 Sekolah Rakyat yang direncanakan, 100 di antaranya akan dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, 100 Sekolah Rakyat sisanya akan dibangun melalui kolaborasi dengan pihak swasta, serta dukungan dari Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian BUMN. Skema pendanaan ganda ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung program nasional.
Data terbaru per 15 Juli 2025 menunjukkan bahwa persiapan terus berjalan. Dengan 53 lokasi yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026 dan 63 lokasi memulai matrikulasi pada pertengahan Juli 2025, program ini berada di jalur yang tepat untuk memberikan dampak signifikan pada lanskap pendidikan nasional. Sisanya akan menyusul secara bertahap, memastikan cakupan yang luas.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5277766/original/029427200_1752044988-sr11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950777/original/001757100_1782970773-pra4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8975387/original/043305200_1782983656-IMG_5053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950778/original/014289300_1782970773-pra5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958945/original/095479600_1782975363-Presiden_Prabowo_Subianto_dan_Presiden_Republik_Belarus_Aleksandr_Lukashenko-_2_Juli_2026e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8949785/original/009481100_1782970150-IMG_5044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8941023/original/064839700_1782965879-pg02-sot-pres-kritik-4d1a9d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8939630/original/021864200_1782965256-pg02-hut-bhayangkara-cfa3f2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8812740/original/000964500_1782908150-IMG-20260701-WA0073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)