Waspada Beras Oplosan dan Dampaknya Bagi Kesehatan, Kenali Ciri-cirinya

Kenali ciri-ciri beras oplosan sebelum terlambat! Beras oplosan dapat membahayakan kesehatan Anda dan keluarga. Berikut cara memilih beras yang aman.

Diterbitkan 13 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beras oplosan menjadi ancaman serius bagi konsumen. Praktik curang ini dilakukan dengan mencampurkan beras berkualitas rendah dengan bahan lain, seperti jagung, pewarna, atau bahkan zat berbahaya. Tujuannya jelas, meningkatkan keuntungan dengan menjual beras di atas harga yang seharusnya.

Konsumen dirugikan karena kualitas beras yang menurun drastis. Lebih parah lagi, beras oplosan berpotensi membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri beras oplosan agar terhindar dari risiko tersebut.

Dilansir dari Antara pada MInggu (13/7/2025), ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari praktik beras oplosan ini. Untuk mengenali beras palsu dan asli, berikut ciri-ciri yang bisa dijadikan acuan perbedaannya:

1. Tekstur beras terlalu halus dan licin

Beras asli memiliki permukaan yang cenderung kasar dan tidak terlalu mengilap. Jika butir beras terlalu halus, licin, dan tampak mengkilap seperti plastik, hal ini patut dicurigai. Warna beras berkilap berlebihan bisa jadi berasal dari bahan sintetis.

2. Tercium aroma yang aneh

Beras asli umumnya memiliki aroma khas, seperti wangi pandan, pulen, atau aroma beras yang harum. Sementara beras palsu tidak berbau sama sekali atau mengeluarkan aroma sangit seperti plastik terbakar.

3. Mengapung saat direndam air

Ciri-ciri beras asli umumnya akan tenggelam saat direndam air karena berat jenisnya lebih tinggi. Namun, apabila sebagian besar butir beras justru mengapung, besar kemungkinan itu bukan beras asli.

Hasil air dari rendaman beras pun juga berbeda. Air pada beras asli akan berubah menjadi keruh keputihan, sementara beras palsu tidak ada perubahan warna atau tetap jernih.

4. Hasil masakan nasi tidak wajar

Saat dimasak, beras palsu bisa memberikan hasil yang aneh, seperti nasi matang terlalu lembek atau sulit matang. Setelah didinginkan, nasi dari beras palsu akan cepat mengeras dan sulit dicerna. Sementara, beras asli akan menjadi nasi yang lembut, manis, dan mudah dikunyah.

5. Bentuk beras yang berbeda

Dari segi bentuk fisik, beras asli memiliki butiran yang berbentuk gemuk dan terlihat ada guratan alami di permukaannya, sementara beras palsu tampak lebih ramping dan permukaannya licin tanpa guratan.

 

Bahaya Mengonsumsi Beras Oplosan bagi Kesehatan

Mengonsumsi beras oplosan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Bahan-bahan campuran yang digunakan dalam beras oplosan berpotensi merusak organ dalam tubuh dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, beras oplosan juga berisiko mengandung zat karsinogenik yang dapat memicu kanker. Bagi ibu hamil, konsumsi beras oplosan dapat menyebabkan gangguan hormon dan cacat pada janin.

Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang dapat timbul akibat konsumsi beras oplosan:

  • Kerusakan organ dalam tubuh.
  • Gangguan pencernaan.
  • Paparan zat karsinogenik (penyebab kanker).
  • Gangguan hormon.
  • Cacat janin (jika dikonsumsi ibu hamil).

Tips Memilih Beras yang Aman

Untuk menghindari beras oplosan, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan saat membeli beras. Pertama, perhatikan label dan kemasan beras. Pastikan Anda membeli beras dari sumber yang terpercaya dan memiliki label yang jelas.

Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Selalu cuci beras sebelum dimasak dan perhatikan adanya benda asing. Simpan beras di tempat yang kering dan sejuk agar kualitasnya tetap terjaga.

Dengan menerapkan tips ini, Anda dapat meminimalisir risiko membeli beras oplosan dan melindungi kesehatan Anda serta keluarga.

Â