Sukses

Ahli Gizi Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Mitos dan Hoaks soal Kehamilan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Spesialis Gizi Klinik, Wiji Lestari mengimbau, masyarakat tidak mudah terpengaruh mitos dan hoaks soal kehamilan.

Ia pun meminta, masyarakat mencari informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, guna menjaga ibu melewati masa kehamilan dengan nyaman dan optimal.

Wiji mencontohkan, ada sejumlah mitos yang masih dipercaya masyarakat khususnya mengenai kehamilan. Satu di antaranya, mitos yang menyebut mengonsumsi minum berasa seperti kopi hingga kacang hijau akan mempengaruhi keberlangsungan persalinan ibu hamil maupun kondisi fisik bayi ketika lahir. 

"Kalau kaitannya dengan warna kulit bayi, itu ditentukan oleh faktor genetik. Bukan karena konsumsi kopi ataupun air kelapa, jadi jangan khawatir," kata Wiji dilansir dari Antara, Kamis (3/11/2022).

Wiji menuturkan, segala hal yang mengacu pada kondisi fisik seorang bayi yang baru dilahirkan, baik warna kulit maupun hitam lebatnya rambut hanya dapat ditentukan melalui faktor genetik kedua orang tuanya saja.

Hal tersebut tidak berkaitan dengan konsumsi air berasa seperti kopi. Sayangnya, banyak ibu hamil termakan mitos jika kopi yang memiliki warna pekat, dikatakan dapat membuat kulit seorang anak menjadi lebih hitam.

Ia mengatakan, kopi tetap aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Hanya saja, tetap dalam takaran yang tepat, yakni tidak melebihi 200 mg kafein atau setara dengan dua cangkir kopi per hari.

Hal lain yang ia bantah adalah meminum kacang hijau tidak akan membuat rambut seorang bayi menjadi lebih tebal dan hitam.

Munculnya mitos tersebut, menurutnya, didasari oleh kandungan yang baik bagi ibu hamil, karena dapat memenuhi kebutuhan protein nabati selama masa kehamilan.

"Saya tekankan sekali lagi, ketebalan rambut atau warna rambut itu ditentukan oleh faktor genetik kedua orang tuanya. Jadi, tidak ada hubungannya dengan kacang hijau. Tetap baik dikonsumsi ibu hamil karena itu sumber protein nabati dan memiliki kandungan mineral yang banyak. Mohon dimakan saja untuk memenuhi nutrisi ibu, bukan untuk tujuan yang salah," tutur Wiji.

Sementara menanggapi mitos air kelapa yang dikatakan dapat mencerahkan kulit bayi, Wiji meminta masyarakat untuk memahami bahwa air kelapa hanya akan memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh seseorang seperti air putih.

Satu hal yang membedakannya adalah air kelapa memiliki kandungan gula, sehingga dianjurkan untuk tidak terlalu banyak meminumnya demi menjaga asupan gula dalam tubuh. Masyarakat juga diimbau untuk tidak meminum air kelapa sebagai ganti air putih untuk dikonsumsi dalam kurun waktu yang lama.

Ia meminta, agar masyarakat mulai memantau pemberian asupan gizi pada ibu hamil, sehingga ibu tidak mengalami kesulitan pada saat melangsungkan proses persalinan di masa mendatang.

"Makan makanan seperti hati ayam itu boleh ya dan baik untuk ibu hamil, karena kaya akan zat besi. Tapi, jangan kebanyakan karena itu tetap bagian dari jeroan. Jadi, lebih baik diimbangi dengan pemberian asupan ikan, daging atau protein hewani lainnya," katanya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS