Sukses

Daftar Hoaks Terkini yang Menyerang Pejabat, dari Presiden sampai Gubernur

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang siapa saja, salah satunya adalah kalangan pejabat. Beragam informasi palsu pun dikemas untuk menyesatkan penerimanya.

Untuk memudahkan masyarakat membedakan informasi yang benar dan hoaks, Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar pejabat yang beredar di media sosial, dari Presiden hingga Gubernur.

Berikut kumpulan hoaks seputar pejabat hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Video Jokowi Bagikan Kaus Kampanye Terselubung 3 Periode ke Penduduk Ende

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Joko Widodo atau Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Juni 2022.

Unggahan klaim Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode menampilkan Jokowi memasuki sejumlah rumah warga dengan memberikan kantung berwarna putih dan merah.

Dalam video terdapat tulisan "MISI JOKOWI" tulisan tersebut meniban tulisan "Biro Pers, Mediam dan Informasi Sekretariat Presiden".

Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"💥💥 Breakingnews

"Diiringi gonggongan Anjing di malam hari yg gelap,bisa2 nya jokowi mendatangi

setiap rumah penduduk di Ende-NTT utk mem-bagi2 kan kaos utk kampanye

terselubung 3 periode,mem-bagi2 kan kaos & bingkisan di malam hari.apakah saran

dari paranormal Jokowi..? Krn aneh jika ada persiden mendatangi rakyat nya di

tengah malam,apa tidk ada waktu siang di wilayah ende..?

Ingat setiap apapun yg akan dibuat persiden ttap di waktu malam hari;

Pengumuman pilpres tengah malam,kenaikan2 BBM tengah malam,

Ini bagi2 kaus tengah malam gulita,

APA AGENDA TUGAS NEGARA KAAH..?? Serem ya persiden kampanye

terselubung,itu curi star Om,mana Polisi niih tangkap pelakunya..? Jgn hanya kaus ny saja yg ditangkap..

Pelaku nya juga...harus ditangkap krn jelas langgar Konstitusi!!!

#Tolak3periode

#rezimGagal

#rezimKorup

#JokowiMundur

#MakzulkanJokowi"

Benarkah klaim Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Video Siaran Berita Ini China Tagih Utang ke RI setelah Anies Baswedan Mendunia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video siaran berita China tagih utang ke Indonesia setelah Anies Baswedan mendunia. Informasi tersebut dibagikan lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video siaran berita China tagih utang ke Indonesia setelah Anies Baswedan mendunia menampilkan video pembawa berita WION.

Dengan narasi sebagai berikut.

"China has lent billions to governments around the world. a lot of these loans were given in the secret. They're calling them China's hidden loan. and they're burning a hole in the pockets of the borrowers. if China's economy collapses. These countries will all suffer. And that's just part of the problem hidden debt hurts all of these countries let me give you example of Indonesia her. Indonesia Wanted to build a railway line so it borrowed money from China so borrowed money from china it was a very bad idea.

Indonesia is learning the hard way. It took four and a half billion dollars from China for this Railway line. The project was launched in 2015 six years later. The cost of the project has shut up to well over 8 billion dollars from 4 1/2 to 8 billion almost double what was initially agreed? And what do you do? You cannot abandon the project midweek so Indonesia is dipping into its own state budget to pay for this Railway line.

And this could be just the beginning of its troubles. Most of the money Indonesia has borrowed from China is off the books. It is hidden there. It is not reflected in official books. Officially Indonesia is China close to 5 billion dollars. Unofficially Indonesia reportedly owes China close to 23 billion dollars at 18 billion dollars of hidden dead. 78% of Indonesia's dead to China's hidden. who took these loans Indonesian government entities and is a very risky borrowing. The loans were given without Sovereign guarantees meaning if the borrowers go bankrupt. The Indonesian government will face pressure to bail out. They will have to pay that money. It's a trap."

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"☝️☝️☝️Akhirnya China Komunis XI JIN Ping menagih hutang ke Indonesia setelah tahu nama *Anies Rasyid Baswedan* mendunia China menagih mau dibayar dengan uang atau 200 juta rakyat Tiongkok Komunis menetap secara permanen di Indonesia terutama di Kalimantan, akhirnya kebohongan pasti terbongkar JKW membangun IKN hanya untuk rakyat Komunis Tiongkok, dan kebenaran pasti muncul di permukaan..Indonesia telah porak poranda secara paripurna saat ini, Indonesia dalam bahaya yang dilakukan oleh Rezim..Allah SWT telah membuka satu demi satu..."

Benarkah Klaim video siaran berita China tagih utang ke Indonesia setelah Anies Baswedan mendunia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

 

3 dari 4 halaman

Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Tjahjo Kumolo

Menag Yaqut Cholil Qoumas Bakal Bikin Kiblat Baru untuk Umat Islam Nusantara di China

Beredar di media sosial postingan yang menyebut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan membangun kiblat baru bagi umat Islam nusantara di China. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 18 April 2022.

Dalam postingannya terdapat judul artikel berita dari Sindonews.com berjudul "Menag Yaqut: Saya Pastikan Pembangunan Kiblat Yang baru Untuk Umat Islam Nusantara. Akan Segera Di Bangun Dan Kami Sudah Bekerja Sama dgn Pemerintahan China. Dan Lokasi Pembangunannya Bertempat di China."

Lalu akun tersebut menambahkan narasi:

"Makin menjadi jadi ni orang 1.Menag rasa komunis......"

Lalu benarkah postingan yang menyebut Menag Yaqut Cholil Qoumas akan membangun kiblat baru bagi umat Islam nusantara di China? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin.

Informasi Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Juli 2022. Unggahan tersebut berupa tangkapan layar cuitan salah satu akun Twitter sebagai berikut.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.

Semoga husnul khatimah.

Untuk semuanya, yang mendapat

V4KSIN mRN4, segera check up

kondisi Pembuluh Darah dan Jantung.

Check MRA dan CT Jantung dan Pembuluh Darah."

Unggahan cuitan tersebut disertai dengan tautan artikel news.detik.com berjudul "Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia".

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Innalillahi...Lagi dan lagi korb4n mecin"

Benarkah informasi Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS