Sukses

Perusahaan Teknologi Raksasa Sepakat Lawan Hoaks Lebih Keras di Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah perusahaan teknologi raksasa sepakat untuk melawan hoaks lebih keras lagi sehingga mematuhi Kode Praktik yang dikeluarkan Komisi Eropa. Komisi Eropa pun menyambut baik komitmen dari perusahaan teknologi tersebut.

Hingga saat ini lebih dari 30 perusahaan yang setuju dengan pembaruan Kode Etik yang dikeluarkan Komisi Eropa terkait dengan disinformasi. Pembaruan itu meliputi bagaimana cara melawan pemalsuan yang mendalam, akun palsu, hingga iklan politik.

Dalam Kode Etik ini sanksi yang diterapkan jika ada yang melanggar juga cukup berat. Yakni denda sebesar enam persen dari omset global perusahaan.

Sederet perusahaan yang berkomitmen adalah Meta, Google, Twitter, dan Microsoft. Selain itu ada juga Tiktok, Amazon, hingga platform live streaming Twitch.

"Jika ada perusahaan yang melanggar Kode Etik secara berulang maka kami bisa menghentikan akses mereka ke ruang informasi kami," ujar Kepala Industri Komisi Eropa, Thierry Breton dilansir Reuters.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.