Sukses

Kumpulan Hoaks Pemicu Penularan HIV/AIDS, dari Cek Gula Darah sampai Makanan Kaleng

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar pemicu penularan HIV/AIDS beredar di tengah masyarakat khususnya di media sosial, mulai dari cek gula darah hingga vaksin Covid-19.

Sebaran informasi tersebut tentu dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, namun sebelumn mempercayai kabar ini sebaiknya kita pastikan kebenarannya sebab tidak semua kabar tersebut benar atau hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputat pemicu penularan HIV/AIDS, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Untuk memastikan informasi yang diperoleh benar atau hoaks kita pun bisa melakukannya sediri secara online, simak carannya dalam halaman berikut ini.

Berikut kumpulan hoaks seputar HIV/AIDS.

1. Cek Gula Darah Gratis Menularkan Virus HIV/AIDS

Sebuah informasi yang diklaim cek gula darah gratis bertujuan menularkan virus HIV/AIDS beredar di media sosial. Informasi ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 Mei 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi ajakan untuk mewaspadai kegiatan cek gula darah gratis, karena dapat menularkan virus HIV/AIDS. Bahkan pesan berantai itu mencatut nama Pangdam IX Udayana.

Berikut isinya:

"Assalamualaikum. Agar di WASPADAI!!!! ... Dan segera Melaporkan jika ada Org yg Mengaku dari Fakultas Kedokteran ingin Mengukur/Cek Gula darah atau Pengambilan Sample darah ... Gratis ... Segera TOLAK dan LAPORKAN...Waspada Dokter Palsu

Harap Kesedian anda untuk Bantu Menangkap Mereka dengan Cepat jika Anda menemui Orang-orang yang Berkunjung di depan pintu Anda dan Mereka mengatakan, Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran untuk Bantu Mengukur Gula darah secara GRATIS,Segera Informasikan kepada POLISI karena ORANG-ORANG itu adalah Orang yg ingin MENGHANCURKAN INDONESIA.

Mereka Berkunjung Dari Rumah ke Rumah untuk Menyebarkan VIRUS AIDS melalui Alat Suntik yang Mereka bawa,Kabar ini Berkembang setelah *Warga Pasuruan, Jawa Timur* banyak yang terinfeksi Virus AIDS setelah mendapat Cek Gula Darah Gratis dr Org yang mengaku dari Fakultas Kedokteran.

Hal yang serupa pun terjadi di daerah Jogya,Ada beberapa Orang yang di duga Terinfeksi AIDS setelah melakukan Suntik Cek Gula darah untuk Tes Gula darah yang sama di lakukan oleh Orangyang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran.

Laporan Warga kepada Kantor ke Polisian pun makin Marak,Masyarakat di minta untuk lebih WASPADA dan segera MELAPOR kepada APARAT POLISI bila ada hal yang SAMA terjadi di Daerah Anda, agar Dapat segera di TANGKAP beserta Barang Buktinya ...

Dan ini sdh terjadi di *SDN PATAS Gerokgak Buleleng* . Tetapi Para Guru Curiga karena Mrk Memaksa utk Mengambil Darah, dgn Alasan Mengecek Darah Murid2.

Jangan LUPA segera minta KTP Mereka dan Laporkan secepatnya,Agar tidak timbul Korban lebih banyak lagi pada Anak2,Saudara,Sahabat,Org2 di sekitar Kita...

NB:

Bantu share...waspada🙏🙏🙏🙏

Mungkin sudah ada Info sama dengan hal ini.

Mohon maaf... Untuk lebih waspada.🙏🏿," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 5 kali dibagikan dan mendapat 17 respons dari warganet.

Benarkah informasi yang diklaim cek gula darah gratis bertujuan menularkan virus HIV AIDS? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

2. Vaksin Covid-19 Meningkatkan Risiko HIV

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Covid-19 meningkatkan risiko HIV, informasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook, pada 4 Maret 2022.

Unggahan klaim vaksin Covid-19 meningkatkan risiko HIV tersebut berupa video yang menyatakan vaksin Covid-19 mengandung HIV.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Nah kaann yg punya model2 nyali penakut akibat copat copet, sekrng dah hrus makin takut lagi. Krn khawatir ada virus lain yg msuk kedlm tubuh anda,yaitu HIV. Ayo segera chek

50 juta dos vaksin di Australia dipulangkan kerana mempunyai "positif HIV/FALSE POSITIVE"

Pada tahun 2020 saintis memberi peringatan bahwa beberapa vaksin COVID-19 boleh meningkatkan risiko HIV. Magnitud ini tidak salah!

Sekumpulan saintis telah memberi peringatan kepada kami sejak 2020, bahawa calon vaksin COVID-19 tertentu boleh meningkatkan kepada HIV.

Penyelidik yang sama pada tahun 2007 mengetahui bahawa vaksin HIV eksperimen telah meningkatkan risiko kepada sesetengah orang untuk dijangkiti virus AIDS.

HEADS UP KPD ANDA KRN TV TDK MELAPORKANNYA"

Benarkah klaim vaksin Covid-19 meningkatkan risiko HIV? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

3 dari 4 halaman

Hoaks Selanjutnya

3. Makanan Kaleng Thailand Berbahaya Menyebarkan AIDS

 Beredar kembali di media sosial pesan berantai terkait bahaya mengonsumsi makanan kaleng dari Thailand karena berbahaya bisa menyebarkan AIDS. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Sucian Laia. Dia mengunggahnya di Facebook pada 6 April 2021.

Berikut isi postingannya:

Di baca sampai habis lihat ada di bawah ini ....👇👇👇👇

Ijin pak, ibu, kk, bg, adek 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻.Assalammu'alaikum Wr WbBreaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI (Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..🙏🙏[ ‼️‼️WARNING‼️‼️Tolong disebar luas kan Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).Untuk itu, hindarilah minuman sbb:👉1. Extra Joss,👉2. M-150,👉3. Kopi Susu Gelas (Granita),👉4. Kiranti,👉5. Krating Daeng,👉6. Hemaviton,👉7. Neo Hemaviton,👉8. Marimas,👉9. Segar Sari shachet,👉10. Frutillo,👉11. Pop Ice,👉12. Segar Dingin Vit. C,👉13. Okky Jelly Drink,👉14. Inaco,👉15. Gatorade,👉16. Nabati,👉17. Adem Sari,👉18. Naturade Gold,👉19. Aqua Splash Fruit. Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.Info:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS Nara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPHMohon dishare, sayangi keluarga anda.

Lalu benarkah pesan berantai berisi informasi ada makanan kaleng dari Thailand yang berbahaya bisa menyebarkan AIDS? Simak hasil penelusurannya di halaman berikut ini.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.